[ad_1]
Penulis pengalaman pengguna (UX) membuat konten, termasuk salinan dan teks antarmuka untuk pengalaman internet dan produk yang bertujuan membantu pengguna menavigasi produk. Dalam arti sempit, seorang penulis UX berfokus pada elemen tertentu, seperti menu, label, pesan kesalahan, atau chatbots. Mereka juga membuat instruksi dan panduan untuk pengguna pertama kali, yang terdiri dari potongan-potongan kecil tulisan yang disatukan sebagai mikrokopi. Saat menyusun konten, seorang penulis UX menciptakan keseimbangan antara suara merek dan tulisan yang mudah dipahami oleh pengguna dari berbagai latar belakang, usia, dan kemampuan sehingga meningkatkan pengalaman mereka terhadap produk. Selain itu, mempelajari kursus desain UI UX dapat lebih meningkatkan keahlian dan pemahaman penulis UX tentang prinsip-prinsip desain yang berpusat pada pengguna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gaji Penulis UX dan Pertumbuhan Pekerjaan
Di Amerika Serikat, Penulis UX dapat memperoleh rata-rata sekitar $120.000 consistent with tahun. Ini menyumbang sekitar $60 consistent with jam. Penulis UX di posisi entry-level dapat mengharapkan sekitar $89.000 consistent with tahun. Dengan pengalaman, Penulis UX dapat menghasilkan hingga $150.000 consistent with tahun.
Penulisan pengalaman pengguna dianggap sebagai salah satu bidang penulisan konten yang mengalami booming. Setiap merek berupaya untuk meningkatkan pengalaman pengguna dengan produknya, yang bermanfaat bagi citra merek dan penjualannya. Penulisan UX adalah inti dari upaya untuk meningkatkan pengalaman pengguna, seperti halnya desain UX.
Penulis UX As opposed to Pekerjaan Lainnya
Meskipun peran pekerjaan seorang penulis UX mungkin tumpang tindih dengan profesional menulis lainnya, seperti copywriter, penulis teknis, dan ahli strategi konten, seorang penulis UX lebih spesifik terlibat dalam proses desain. Ada beberapa perbedaan mencolok antara menulis UX dan pekerjaan lain yang berhubungan dengan menulis.
Seorang ahli strategi konten membuat rencana konten berdasarkan kebutuhan organisasi. Penulis UX umumnya mengikuti pedoman yang dibuat oleh ahli strategi konten. Seorang penulis teknis membuat konten khusus untuk area of interest atau space tertentu agar mudah dipahami oleh pembaca. Meskipun penulis teknis dan penulis UX diharapkan untuk menulis konten yang mudah dipahami, penulis teknis membuat konten berdurasi panjang, sementara penulis UX membuat konten yang berkaitan dengan aspek tertentu dari situs internet atau produk yang melibatkan pembaca secara langsung. Keistimewaan lain dalam penulisan konten adalah copywriting. Copywriter adalah bagian dari tim pemasaran, yang secara khusus berfokus pada penulisan slogan pemasaran, postingan media sosial, dan konten iklan.
Bagaimana Menjadi Penulis UX?
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan, ketika Anda berencana menjadi penulis UX, adalah sebagai berikut-
Pertimbangkan Keterampilan yang Anda Butuhkan
Salah satu prasyaratnya adalah memiliki pemahaman yang baik tentang tata bahasa, keterbacaan, struktur kalimat, dan nada tulisan. Anda dapat mengikuti kursus yang diperuntukkan bagi individu yang ingin berlatih menulis UX.
Penelitian memainkan peran penting dalam menghasilkan konten yang tepat dan spesifik untuk situs internet atau produk. Oleh karena itu, Anda harus meluangkan banyak waktu untuk memahami produk dan maksudnya sebelum menulis.
Karena penulis UX bekerja sama dengan desainer UX, memahami beberapa alat desain visible standar akan membantu Anda mendapatkan keunggulan kompetitif.
Buat Portofolio
Portofolio penulis UX harus memiliki kumpulan konten khusus untuk penulisan UX, termasuk sampel dan karya sebelumnya. Saat melamar posisi menulis UX, portofolio Anda memungkinkan perekrut mengukur keterampilan dan pengalaman menulis Anda. Anda dapat mencari sumber daya on-line yang membantu Anda membangun portofolio yang menarik.
Dapatkan Pengalaman
Pengalaman masa lalu dianggap sangat serius oleh perekrut dan sering kali disorot dalam deskripsi pekerjaan. Namun, Anda juga bisa memulai dengan peran serupa lainnya, seperti copywriting dan penulisan teknis yang memberi Anda kesempatan untuk berlatih menulis UX. Anda juga dapat mengikuti kursus menulis UX.
Pahami Cara Orang Membaca On-line
Ada perbedaan signifikan dalam cara pembaca menerima konten on-line as opposed to konten cetak. Pertama-tama, meskipun media cetak didorong oleh penulis, konten berbasis internet didorong oleh pembaca. Pengguna memperlakukan internet sebagai media aktif dan berinteraksi dengan konten untuk menyelesaikan sesuatu. Hal ini mengharuskan konten on-line dapat ditindaklanjuti.
Salah satu aspek terpenting yang perlu dipertimbangkan oleh penulis UX adalah pola pelacakan mata yang biasanya diikuti pembaca saat membaca on-line. Pengguna mengikuti pola membaca berbentuk F baik di ponsel maupun di layar yang lebih besar, yang berarti konten harus dirancang sedemikian rupa sehingga menampilkan banyak informasi di sisi atas dan kiri.
Selain itu, orang-orang cenderung hanya membaca sedikit ketika mereka membaca di internet. Membaca sekilas konten dan pemindaian adalah hal biasa. Oleh karena itu, konten on-line harus lebih tepat dan ringkas. Ini juga berarti bahwa konten on-line harus tepat sasaran dan menawarkan kepada pembaca apa yang mereka cari, yang memastikan bahwa konten Anda tidak menghabiskan terlalu banyak waktu pembaca.
Meningkatkan Penulisan, Pemformatan, dan Penataan Anda
Aspek paling mendasar yang perlu dipertimbangkan saat menulis salinan adalah menentukan goal audiens dan apa yang ingin dicapai oleh konten. Ini akan memberi Anda gambaran yang jelas tentang apa yang harus dimasukkan ke dalam konten Anda dan apa yang harus dihindari. Setelah Anda mengetahui audiens Anda dan tujuan konten, berikut beberapa faktor yang perlu diingat untuk meningkatkan tulisan Anda.
Bahasa sederhana
Bahasa yang sederhana, umumnya dikenal sebagai keterbacaan, membantu memastikan audiens goal Anda, meskipun beragam, dengan mudah memahami konten Anda. Menggunakan kata-kata umum dan menghindari penggunaan kalimat yang rumit dapat membantu Anda mencapai keterbacaan yang tinggi.
Nada Suara
Makna konten Anda lebih jelas bila Anda menggunakan nada suara yang paling sesuai untuk menyapa audiens Anda. Konten UX mungkin ditargetkan untuk profesional atau orang awam. Jika Anda menggunakan istilah teknis tertentu saat menulis untuk orang awam, hal ini dapat menimbulkan banyak kebingungan. Oleh karena itu, mengetahui audiens Anda untuk menggunakan nada suara yang tepat sangatlah penting. Selanjutnya, Anda juga dapat memutuskan untuk menggunakan gaya penulisan formal, semi formal, atau casual berdasarkan citra dan tujuan merek Anda.
Jargon dan Penulisan untuk Pakar
Jargon adalah kata-kata yang dipahami oleh para profesional di bidangnya. Meskipun jargon mungkin mudah dipahami oleh orang-orang yang memahami topik atau bidang tertentu secara spesifik, jargon tersebut mungkin tidak mudah dipahami oleh orang luar atau orang awam. Saat menggunakan jargon, Anda harus memastikan bahwa audiens goal Anda terdiri dari para ahli.
Memformat dan Menata Konten
Konten Anda harus terstruktur atau diformat sedemikian rupa sehingga memudahkan audiens untuk mengonsumsi konten Anda. Misalnya, Anda dapat membagi konten Anda menjadi berbagai sub-judul, menambahkan poin-poin, dan tidak memiliki lebih dari 4 hingga 5 kalimat dalam satu paragraf agar konten tidak terlihat bertele-tele.
Praktik Terbaik untuk Salinan Singkat: Judul, Label Perintah, dan Tautan
Saat menulis salinan pendek, tiga aspek utama yang perlu diperhatikan adalah judul, label perintah, dan tautan. Judul membantu menentukan isi sebenarnya dari konten tersebut, sehingga memperjelas bagi pengguna tentang apa yang mereka baca. Label perintah mengomunikasikan keberhasilan tindakan tertentu yang diambil oleh pengguna. Lebih lanjut, teks tautan adalah kombinasi kata yang menentukan ke mana pembaca akan dibawa setelah mengklik tautan tersebut. Saat Anda berfokus pada aspek-aspek ini, kemungkinan besar Anda akan membuat konten yang tajam dan dapat ditindaklanjuti yang menarik bagi audiens Anda.
Strategi Konten dan Evaluasi Berkelanjutan
Strategi konten adalah proses berkelanjutan yang melibatkan pemeliharaan, pemantauan, dan peningkatan informasi dari waktu ke waktu. Ketika perusahaan atau organisasi tumbuh dan memiliki lebih banyak karyawan atau pakar, strategi konten memerlukan perubahan.
Demikian pula, ketika perusahaan melakukan perubahan dalam cara mereka menangani penggunanya—baik besar maupun kecil—strategi konten memerlukan modifikasi yang sesuai. Oleh karena itu, strategi konten pada dasarnya melibatkan penilaian konten yang ada dan menemukan cara untuk membuat konten yang lebih baik dan cara meningkatkan atau mempertahankan konten yang ada.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apakah Anda perlu mempelajari UX untuk menjadi penulis UX?
Tidak, individu yang bercita-cita menjadi penulis UX tidak perlu mempelajari UX. Namun, penting untuk dicatat bahwa memiliki pemahaman yang baik tentang desain UX memberi Anda wawasan yang lebih baik dalam membuat konten yang meningkatkan pengalaman pengguna. Untuk ini, Anda dapat fokus pada proses desain UX, yang juga membantu Anda berkolaborasi lebih baik dengan rekan tim dan tim serta profesional lainnya sehingga Anda dapat menambahkan nilai lebih pada konten Anda.
2. Apa yang Anda sertakan dalam portofolio penulis UX?
Beberapa informasi dasar yang harus disertakan dalam portofolio penulis UX adalah data konten Anda, informasi penting tentang Anda, dan deskripsi singkat masalah beserta solusi yang Anda buat. Portofolio penulis UX memberi kesempatan kepada perekrut untuk melihat kemampuan Anda yang sebenarnya. Oleh karena itu, salah satu cara termudah untuk membuat portofolio yang meninggalkan kesan baik adalah dengan menambahkan karya terbaik Anda sebelumnya ke dalam portofolio Anda. Saat Anda melamar posisi penulis UX, portofolio Anda juga harus memiliki solusi desain sebagai bagian dari konten Anda.
3. Mengapa penulis UX penting?
Penulis UX seperti jembatan antara produk dan pengguna, memastikan pengguna dapat berinteraksi secara lancar dengan produk melalui salinan dan mikrokopi.
Kesimpulan
Semoga artikel ini dapat memberi Anda pemahaman yang jelas tentang apa sebenarnya yang dilakukan seorang UX author dan bagaimana menjadi seorang UX author. Jika Anda ingin meningkatkan keterampilan Anda lebih jauh, kami sarankan Anda memeriksa Program Magister Pakar Desain UI/UX Simplilearn. Kursus ini dapat membantu Anda memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang relevan dan membuat Anda siap kerja hanya dalam empat bulan.
Jika Anda memiliki pertanyaan atau pertanyaan, silakan kirimkan di bagian komentar di bawah. Tim kami akan menghubungi Anda sesegera mungkin dengan solusinya.
[ad_2]
Sumber: www.simplilearn.com







