KBB | SEKITARKITA.id – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto mengungkap enam fokus utama pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa selama 21 bulan memimpin pemerintahan.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan Presiden 2026 pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI yang berlangsung di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan kembali cita-cita para pendiri bangsa yang telah mewariskan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, adil, dan makmur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Indonesia yang berdaulat adil dan makmur. Indonesia yang kekayaannya harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dan tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir orang saja,” ujar Prabowo dikutip dari video virtual.
Bersamaan dengan penyampaian pidato tersebut, ditampilkan infografis yang merangkum enam fokus pemerintah selama 21 bulan dalam menangani berbagai persoalan nasional.
Fokus pertama pemerintah adalah menjalankan 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah melakukan perubahan di berbagai sektor strategis dan memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.
Fokus kedua adalah pencapaian swasembada pangan dalam waktu satu tahun.
Pencapaian tersebut disebut lebih cepat dibandingkan target awal pemerintah. Prabowo menilai keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama lintas kementerian, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga para penyuluh pertanian.
“Ini adalah akibat kerja tim yang membantu saya. Menteri Pertanian dengan seluruh jajarannya, para penyuluh pertanian, didukung oleh banyak kementerian lain, didukung oleh pemda, didukung oleh TNI dan Polri,” kata Prabowo.
Fokus ketiga berkaitan dengan sektor pertanian, yakni penghapusan 145 aturan dalam penyaluran pupuk.
Dalam infografis pemerintah disebutkan, kebijakan tersebut turut berdampak terhadap penurunan harga pupuk sebesar 20 persen. Di sisi lain, laba PT Pupuk Indonesia disebut meningkat hingga 252,8 persen.
Pemerintah juga menargetkan dan mengklaim telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan.
Delapan komoditas tersebut meliputi, beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, cabai rawit.
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Lalu kemudian, fokus kelima adalah mewujudkan swasembada energi melalui penerapan diesel B50.
Dalam infografis yang ditampilkan saat pidato disebutkan bahwa sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar.
Kebijakan tersebut diklaim mampu menghemat devisa hingga Rp170 triliun per tahun.
Pada fokus keenam pemerintah mencakup pelaksanaan program Makan Bergizi, Bansos Digital, serta hilirisasi.
Ketiga program tersebut disebut telah berjalan dan manfaatnya mulai dirasakan masyarakat.
Prabowo menegaskan bahwa dirinya mendapatkan mandat dari rakyat bukan untuk menjelaskan alasan sebuah persoalan tidak dapat diselesaikan, melainkan untuk mencari jalan keluar dari berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.
“Kami memilih mengambil keputusan yang sulit pada hari ini daripada mewariskan masalah yang lebih berat lagi dan lebih rumit lagi kepada generasi-generasi penerus kita,” tegas Prabowo.
Sementara itu, Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI juga disaksikan secara virtual dari Gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kegiatan tersebut diikuti pimpinan dan anggota DPRD KBB dari masing-masing fraksi, unsur Forkopimda KBB, TNI/Polri, serta tokoh masyarakat Bandung Barat.
Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum penyampaian capaian sekaligus arah kebijakan pemerintah dalam melanjutkan pembangunan nasional menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan







