[ad_1]
Tantangan Dekarbonisasi di Indonesia dan Pentingnya Kepatuhan PCAF
Indonesia telah menetapkan tujuan ambisius untuk hingga netralitas karbon pada tahun 2060. Untuk memberi dukungan hal ini, pemerintah Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyempurnakan peraturan seputar manajemen risiko iklim dan pelaporan emisi CO2 untuk lembaga keuangan dalam negeri.
Standar PCAF, bersama dengan pedoman Local weather Possibility Pressure Trying out (CRST), memberikan kerangka kerja yang jelas bagi lembaga keuangan untuk hingga goal dekarbonisasi di seluruh portofolionya, dengan menekankan pentingnya menuruti standar-standar ini sebagai antisipasi potensi mandat peraturan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengingat konteks ini, SMBC Indonesia, yang mempunyai investasi di ribuan perusahaan di kawasan ini, menyadari perlunya meningkatkan efisiensi dan keandalan visualisasi dan pengungkapan emisi CO2, yang mengarah pada penerapan solusi “ASUENE”.
Alasan SMBC Indonesia Untuk membuat pilihan “ASUENE”
Keputusan untuk menerapkan ASUENE didorong oleh kemampuannya yang kuat dalam menghitung emisi Cakupan 3 Kategori 15, khususnya menangani emisi yang dibiayai sesuai dengan Standar PCAF. Dengan penerapan ASUENE, SMBC Indonesia akan memungkinkan lebih dari 300 perusahaan investee besarnya, khususnya perusahaan publik dan perusahaan besar, untuk menyelaraskan perhitungan emisi yang sesuai dengan PCAF.
Implementasi ini akan dilakukan dengan version label putih, yang memungkinkan SMBC Indonesia mempertahankan kehadiran mereknya sekaligus secara efektif meningkatkan transparansi emisi CO2 di antara para investornya. Selain itu, ASUENE memberi dukungan berbagai bahasa, termasuk Indonesia, Jepang, dan Inggris, dan didukung oleh tim konsultan khusus ASUENE APAC untuk dukungan cepat dan terlokalisasi.
Pandangan Masa Depan
ASUENE tetap berkomitmen untuk memberi dukungan inisiatif keuangan berkelanjutan di pasar Indonesia dengan memberikan solusi yang berkontribusi terhadap pengurangan emisi CO2. Kami akan terus berkolaborasi dengan SMBC Indonesia dan lembaga keuangan lainnya, memberikan dukungan komprehensif untuk membantu mereka hingga tujuan dekarbonisasi di seluruh portofolio keuangan mereka.
Komentar dari Eksekutif Utama
SMBC Indonesia / Nathan Christianto, Kepala Wholesale Banking SMBC Indonesia
Melalui kemitraan dengan Asuene ini, SMBC Indonesia membuktikan komitmennya dalam memberi dukungan inisiatif pemerintah Indonesia untuk memperkuat regulasi manajemen risiko iklim. SMBC Indonesia mengharapkan kolaborasi ini bisa memberikan nilai tambah kepada pelanggan dengan menyediakan platform untuk mengelola administrasi emisi dan memelihara catatan sejarah.
ASUENE APAC / Kohei Nishiwada, Pendiri & CEO Asuene Inc.
Kami lihat meningkatnya permintaan penghitungan GRK di Indonesia sebagai bagian dari upaya menuju Internet 0 dan goal tahun 2030. Pedoman baru OJK menyoroti pentingnya pengukuran emisi yang dibiayai secara akurat oleh lembaga keuangan.
Untuk saat ini, hanya minim financial institution di ASEAN yang menghitung emisi tersebut memakai knowledge primer klien, dengan begitu menjadikan inisiatif ini sebagai langkah perintis. ASUENE berdedikasi untuk memberikan solusi efisien untuk membantu perusahaan di Indonesia memenuhi peraturan dan memajukan keberlanjutan.
Tentang SMBC Indonesia
PT Financial institution SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia)—dahulu PT Financial institution BTPN Tbk (Financial institution BTPN)—adalah financial institution devisa hasil merger PT Financial institution Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dan PT Financial institution Sumitomo Mitsui Indonesia pada Februari 2019.
Didorong dengan semangat “Do Excellent, Be Nice,” SMBC Indonesia bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih bermakna bagi masyarakat melalui solusi keuangan yang inovatif dan komprehensif yang berpusat pada pemenuhan kebutuhan nasabah di berbagai segmen.
SMBC Indonesia menyediakan produk dan layanan seperti pembiayaan ramah lingkungan, produk dan layanan untuk nasabah pensiunan, untuk nasabah usaha mikro, kecil, dan menengah, untuk korporasi besar nasional, multinasional, dan Jepang, layanan pengelolaan kekayaan melalui Sinaya, serta layanan perbankan virtual. untuk masyarakat melek virtual melalui Jenius.
Selain itu, SMBC Indonesia mempunyai anak perusahaan antara lain PT Financial institution BTPN Syariah Tbk yang melayani nasabah dari masyarakat prasejahtera produktif, serta perusahaan pembiayaan PT Oto Multiartha (OTO) untuk kendaraan roda empat dan PT Summit Oto Finance (SOF) untuk kendaraan roda dua.
Komitmen SMBC Indonesia untuk memberikan dampak positif dan berkelanjutan kepada masyarakat luas juga tercermin melalui Daya. Program pemberdayaan yang berkesinambungan dan terukur ini menawarkan pelatihan berkala untuk meningkatkan kapabilitas dan kapabilitas pribadi demi kehidupan yang lebih bermakna.
Nama Perusahaan : PT Financial institution SMBC Indonesia Tbk
Perwakilan: Komisaris Utama, Chow Ying Hoong
Kantor Pusat: Menara SMBC, CBD Mega Kuningan, Jl. Dr Ide Anak Agung Gde Agung, Kav 5.5-5.6
Situs internet: https://www.smbci.com
Untuk pertanyaan media, silakan menghubungi:Andrie Darusman, Communications & Daya Head
E-mail: andrie.darusman@btpn.com atau korporasi.komunikasi@btpn.com
[ad_2]
Sumber: vritimes








