Aksi Protes Warga! Proyek Galian Diduga Ilegal di Jayamekar Padalarang Ditutup Paksa

- Penulis

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spanduk protes yang dipasang warga RW20, Perumahan Citra Padalarang Desa Jayamekar (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Spanduk protes yang dipasang warga RW20, Perumahan Citra Padalarang Desa Jayamekar (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Puluhan warga Perumahan Citra Padalarang Indah, RW 20, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar aksi protes dengan menutup akses menuju lokasi proyek galian yang diduga ilegal, Minggu, 12 Juli 2026.

Pantauan sekitarkita.id dilokasi, pukul 11.15 WIB, warga memasang spanduk bertuliskan penolakan adanya pembangunan galian pengerukan proyek G-Land yang berdampak dan berpotensi longsor diwilayahnya.

“PERHATIAN, Kami warga RW20 Desa Jayamekar menolak keras adanya Penggalian/Pengerukan tanah proyek G-Land yang berdampak dan berpotensi longsor diwilayah RW20 Desa Jayamekar,” tulis spanduk tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Titik galian yang diprotes warga RW20, Perumahan Citra Padalarang Desa Jayamekar (foto: Abdul Kholilulloh)
Titik galian yang diprotes warga RW20, Perumahan Citra Padalarang Desa Jayamekar (foto: Abdul Kholilulloh)

Belakangan diketahui, warga menuntut aktivitas penggalian dihentikan karena dinilai membahayakan keselamatan masyarakat dan dilakukan tanpa sosialisasi.

Puluhan warga Perumahan Citra Padalarang Indah, RW 20, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, menggelar aksi protes (foto: Abdul Kholilulloh)
Puluhan warga Perumahan Citra Padalarang Indah, RW 20, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, menggelar aksi protes (foto: Abdul Kholilulloh)

Aksi tersebut dipicu oleh aktivitas penggalian yang berada sangat dekat dengan permukiman warga. Selain menimbulkan kekhawatiran akan potensi longsor, warga juga mempertanyakan legalitas proyek yang hingga kini dinilai tidak jelas peruntukannya.

Salah seorang warga, Novan (30), mengatakan aksi dilakukan karena selama ini tidak ada komunikasi maupun itikad baik dari pihak pengembang kepada masyarakat.

Baca Juga:  Kado HUT ke-19, Atlet NPCI Bandung Barat Jaenal Aripin Raih Juara 2 Dunia di Tunisia

“Kami melakukan protes karena memang tidak ada informasi sama sekali yang masuk kepada kami, terutama warga Perumahan Citra Padalarang Indah RW 20. Galian ini sudah berlangsung cukup lama. Kami sudah beberapa kali mengingatkan dan menegur langsung pihak proyek, tetapi tidak ada itikad baik dari mereka,” ujar Novan saat ditemui dilokasi.

Menurutnya, kondisi tebing galian saat ini sudah sangat tinggi dan hanya berjarak sekitar lima meter dari permukiman warga, sehingga berpotensi memicu bencana longsor.

Novan (30), didampingi Ketua RT 03 RW 20, Yusrusmana dan warga sekitar melakukan aksi protes galian dugaan ilegal (foto: Abdul Kholilulloh)
Novan (30), didampingi Ketua RT 03 RW 20, Yusrusmana dan warga sekitar melakukan aksi protes galian dugaan ilegal (foto: Abdul Kholilulloh)

“Penggaliannya sudah sangat tinggi, mungkin mencapai sekitar 30 meter. Jaraknya dengan rumah warga hanya sekitar lima meter. Ini sangat berbahaya dan berpotensi terjadi longsor,” katanya.

Novan mengungkapkan, warga sempat mendapat informasi bahwa lokasi tersebut akan dijadikan kawasan perumahan. Namun, hingga saat ini yang terlihat hanya aktivitas penggalian tanpa adanya pembangunan.

“Katanya mau dibangun perumahan, tetapi kami tidak melihat ada indikasi pembangunan. Informasinya hanya cut and fill, tetapi kenyataannya yang terjadi hanya penggalian. Tidak ada proses pengurukan sehingga lahannya terus dikeruk,” jelasnya.

Baca Juga:  TIPS! Persiapkan Kendaraan Anda Sebelum Berlibur di Akhir Tahun di Kabupaten Bekasi  

Ia meminta pemerintah desa, kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk turun tangan menelusuri izin dan menghentikan aktivitas tersebut apabila terbukti melanggar aturan.

“Kami berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas karena proyek ini sudah sangat meresahkan warga dan menurut kami sudah seharusnya dihentikan,” tegasnya.

Spanduk protes yang dipasang warga RW20, Perumahan Citra Padalarang Desa Jayamekar (foto: Abdul Kholilulloh)
Spanduk protes yang dipasang warga RW20, Perumahan Citra Padalarang Desa Jayamekar (foto: Abdul Kholilulloh)

Hal senada disampaikan Ketua RT 03 RW 20, Yusrusmana. Ia menyebut tidak pernah ada sosialisasi dari pihak pengembang maupun pemerintah desa sebelum aktivitas penggalian dimulai.

“Tidak ada sosialisasi sama sekali, baik kepada RT, RW maupun dari pihak kewilayahan. Kami sudah mencari informasi, tetapi tidak ada penjelasan. Karena itu warga akhirnya melakukan aksi ini,” ujarnya.

Yusrusmana mengatakan warga hingga kini juga tidak mengetahui secara pasti tujuan penggalian maupun rencana pembangunan di lokasi tersebut.

“Setahu kami lokasi ini berkaitan dengan pengembang Perumahan G- Land Padalarang, tetapi rencananya untuk apa kami tidak tahu. Tahu-tahu sudah ada aktivitas penggalian tanpa ada pemberitahuan kepada warga,” katanya.

Spanduk protes yang dipasang warga RW20, Perumahan Citra Padalarang Desa Jayamekar (foto: Abdul Kholilulloh)
Spanduk protes yang dipasang warga RW20, Perumahan Citra Padalarang Desa Jayamekar (foto: Abdul Kholilulloh)
Spanduk protes yang dipasang warga RW20, Perumahan Citra Padalarang Desa Jayamekar (foto: Abdul Kholilulloh)
Spanduk protes yang dipasang warga RW20, Perumahan Citra Padalarang Desa Jayamekar (foto: Abdul Kholilulloh)

Ia berharap Pemerintah Desa Jayamekar, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB), terutama Satpol PP hingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera melakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut, termasuk meninjau aspek perizinan dan dampak lingkungannya.

Baca Juga:  Empat Pilar MPR RI Tahap IX di Bandung, Dadang Naser Tekankan Penguatan Nilai Kebangsaan

“Kami berharap pemerintah segera menindaklanjuti dan melakukan pembatasan atau penghentian kegiatan apabila memang melanggar aturan. Yang paling kami khawatirkan adalah keselamatan warga karena lokasi galian sangat dekat dengan rumah penduduk,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengembang maupun Pemerintah Desa Jayamekar terkait tuntutan warga dan legalitas proyek penggalian tersebut. Saat dihubungi, Kades Jayamekar, Siti Khoiriyah bungkam.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pantes Infrastruktur Sekolah Bobrok, Eks Kepsek SMPN 2 Ngamprah Gelapkan Dana Bos Rp159 Juta
Gardu Listrik Keluarkan Gas, Bikin Warga Padalarang Bandung Barat Resah
Video Detik-detik Tanggul Sungai Cikalintu Bandung Jebol, Puluhan Rumah Terdampak
Viral ! Lewat Jalan Rusak, Pasien Kangker Otak di Cililin Bandung Barat Ditandu 
Baru Diresmikan Wamendagri Bima Arya, Dua Bangunan KDMP di Padalarang Rusak Diterjang Puting Beliung
520 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di KBB, Gedung KDMP Turut Terdampak
Apes! Mobil Box Pengangkut MBG Terperosok di Jembatan Gantung Bandung Barat
Pasca Puting Beliung Terjang KBB, Warga Padalarang Evakuasi Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:37 WIB

Pantes Infrastruktur Sekolah Bobrok, Eks Kepsek SMPN 2 Ngamprah Gelapkan Dana Bos Rp159 Juta

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Gardu Listrik Keluarkan Gas, Bikin Warga Padalarang Bandung Barat Resah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Video Detik-detik Tanggul Sungai Cikalintu Bandung Jebol, Puluhan Rumah Terdampak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Viral ! Lewat Jalan Rusak, Pasien Kangker Otak di Cililin Bandung Barat Ditandu 

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Baru Diresmikan Wamendagri Bima Arya, Dua Bangunan KDMP di Padalarang Rusak Diterjang Puting Beliung

Berita Terbaru