SEKITARKITA.id – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mulai merealisasikan program renovasi sekolah pada tahun 2026.
Program tersebut diawali dengan rehabilitasi ruang kelas dan fasilitas sanitasi di sejumlah sekolah dasar yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan.
Renovasi sekolah di Bandung Barat menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sarana pendidikan di tengah keterbatasan anggaran daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jeje mengatakan, pada bulan ini Pemkab Bandung Barat mulai melakukan perbaikan tiga ruang kelas dan toilet di SD Negeri 1 Cibogo, serta dua ruang kelas di SD Negeri 1 Kayu Ambon, Kecamatan Lembang.
“Sepanjang tahun 2026, kami menargetkan pembangunan satu ruang kelas baru dan perbaikan 146 ruang kelas di 79 sekolah dasar. Perbaikan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah,” kata Jeje dalam video yang dikutip, laman Instagram @Ritchieismail, Selasa (21/7/2026).
Menurut Jeje, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga didukung oleh fasilitas belajar yang aman, nyaman, dan layak digunakan siswa.
Karena itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah menjadi salah satu program prioritas yang terus didorong pemerintah daerah.
Di SD Negeri 1 Cibogo, tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan akan mulai diperbaiki dalam beberapa pekan ke depan. Selain itu, fasilitas sanitasi berupa MCK juga masuk dalam paket rehabilitasi tahun ini.
Sekolah tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah dikunjungi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dalam kunjungannya, Dedi yang akrab disapa KDM melihat langsung kondisi bangunan sekolah yang membutuhkan perbaikan.
“Sekolah ini kemarin sempat didatangi Pak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi karena beliau sering melintas di daerah sini. Beliau sempat mampir dan melihat kondisi ruang kelas. Alhamdulillah tahun ini akan ada perbaikan tiga ruang kelas dan juga MCK,” ujar Jeje.
Selain ruang kelas dan toilet, Pemkab Bandung Barat juga berencana mengalokasikan tambahan anggaran pada Perubahan APBD 2026 untuk memperbaiki pagar sekolah yang kondisinya dinilai sudah cukup memprihatinkan.
Menurut Jeje, keberadaan pagar sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap bangunan, tetapi juga menjadi bagian penting dari aspek keamanan dan kenyamanan lingkungan pendidikan.
“Nanti di perubahan anggaran, Insya Allah akan kami tambahkan untuk perbaikan pagar karena kondisinya sudah cukup rusak,” katanya.
Program rehabilitasi juga menyasar SD Negeri 1 Kayu Ambon, salah satu sekolah dasar yang dikenal sebagai sekolah legendaris di Kabupaten Bandung Barat.
Jeje menilai sekolah-sekolah yang memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan harus tetap mendapatkan perhatian agar mampu memberikan lingkungan belajar yang layak bagi para siswa.
“Saya sekarang berada di salah satu sekolah yang bisa dibilang sekolah legend di Bandung Barat, yaitu SDN 1 Kayu Ambon. Tahun ini kita akan melakukan perbaikan ruang kelas dan mudah-mudahan bisa menjadi semangat baru bagi para siswa untuk belajar,” ungkapnya.
Meski program rehabilitasi mulai berjalan, Jeje mengakui masih banyak sekolah di Bandung Barat yang membutuhkan perbaikan. Keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat proses renovasi harus dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas.
Target rehabilitasi 146 ruang kelas di 79 sekolah dasar menjadi gambaran bahwa persoalan infrastruktur pendidikan masih menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan pemerintah daerah.
Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kurikulum maupun tenaga pendidik, tetapi juga menyangkut komitmen menghadirkan fasilitas belajar yang aman, nyaman, dan memadai bagi seluruh siswa.
Dengan dimulainya program renovasi sekolah pada 2026, Pemkab Bandung Barat berharap kualitas proses belajar mengajar semakin meningkat sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Instagram @ritchieismail







