Bandung Barat | Sekitarkita.id,- Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan oleh para pemudik pulang ke tempat mereka berakar dan bertemu dengan orang-orang terkasih membawa sukacita tersendiri.
Pada momen spesial lebaran ini, mudik atau pulang ke kampung halaman saat hari raya memang selalu dinantikan bagi para perantauan.
Namun, seperti halnya menuju Roma, banyak jalan pula yang dipilih untuk mudik. Termasuk menggunakan jalur darat seperti yang dilakukan Arga Bayu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setiap tahun, Arga pasti menyempatkan waktu untuk mudik dari Cikarang, Kabupaten Bekasi, ke Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Pria 26 tahun itu, memilih mudik lebih awal untuk menghindari kemacetan di puncak arus mudik lebaran 2024 yang diperkirakan terjadi pada hari Sabtu-Minggu ini.
“Mudik lebih awal setelah bekerja di PT udah libur cuti bersama. Sekarang mau pulang ke rumah mamah di Bandung (Cileunyi), dari Cikarang. Kebetulan hari ini terakhir kerja sebelum Lebaran, makanya langsung pulang. Naik motor kebetulan masih lenggang arus lalulintas,” kata Bayu saat ditemui pewarta SekitarKita.id di pos Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (05/04/2024) malam.
Bayu menjelaskan, Ia berangkat dari Cikarang, sekitar pukul 17.30 WIB, setelah shift kerjanya selesai di pukul 17.00 WIB. Ia sudah mempersiapkan barang-barang yang akan dibawanya semalam sebelumnya.
“Jadi tadi pulang ke kosan tinggal ambil tas terus berangkat ke Bandung. Berangkat setengah 6 sore, jadi sengaja mau buka di jalan,” jelas Bayu.
Ia menempuh perjalanan dengan santai, tak terburu-buru. Perjalannya tak terhambat kemacetan yang berarti, meskipun akhirnya terjebak juga di perbatasan antara Cianjur dengan Bandung Barat.
“Lancar alhamdulillah, sedikit kejebak macet saja di Rajamandala. Setelah itu lancar lagi, jalannya santai enggak buru-buru. Beberapa kali berhenti juga, cuma lupa cek oli samping makanya motor agak ngadat. Untung sudah di Padalarang,” ujar Bayu.
Menurutnya, perjalanan mudik terutama bagi para pengguna sepeda motor, lebih baik menempuh waktu malam hari. Tentu dengan pertimbangan cuaca lebih adem dan tak terlalu macet.
“Mending malam hari sih, enggak panas juga di jalannya. Terus jalanan juga ramai lancar, kalau siang atau sore kan pasti macet, apalagi di Padalarang soalnya banyak yang mau takjil,” jelas Bayu kembali.
Dirinya menyinggung sedikit terjadi kendala pada motor 2 tak yang dikendarainya, ia sempat menepi, beruntung ada Pos Pengamanan dan Pelayanan yang disediakan Polres Cimahi.
“Agak kosong oli sampingnya, jadi kerasa berat terus seperti mau mogok. Makanya berhenti dulu di sini (Padalarang), untung ada pos mudik jadi enggak was-was apa lagi perjalanan malam, kalau berhenti di tempat sepi suka khawatir. Pos pengamanan mudik memang sangat membantu kami bagi para pemudik,” ujarnya.
Diketahui, arus mudik menjelang Lebaran tahun 2024 mulai terasa di Jalan Raya Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang jadi rute mudik dari arsh Cianjur serta Purwakarta.
Seperti penglihatan pewarta SekitarKita.id di Simpang Padalarang, Jumat (5/4/2024) sekitar pukul 21.30 kendaraan roda dua dan roda empat dari arah Cianjur dan Purwakarta menuju Bandung, tak henti berdatangan.
Penulis : Abdul Kholilulloh
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan Khusus (Lipsus)








