Chip Kuantum Willow dan Dampaknya pada Keamanan Kripto

- Penulis

Senin, 16 Desember 2024 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

SekitarKita.id – Pengumuman mengenai Willow, chip kuantum terkini dari Google, memicu perbincangan hangat di dunia teknologi dan kekhawatiran di kalangan penggiat cryptocurrency. Chip ini diklaim mampu mengakhiri perhitungan rumit dalam hitungan menit, yang sebelumnya membutuhkan waktu mencapai 10 septillion tahun pada superkomputer tercepat. Meski demikian revolusioner, dengan jumlah besar pihak mulai mempertanyakan bagaimana teknologi ini akan memengaruhi keamanan aset virtual seperti Bitcoin.

Willow adalah chip kuantum berbasis 105 qubit, jauh lebih canggih dibandingkan komputer tradisional yang memakai bit biner. Berkat prinsip mekanika kuantum seperti entanglement dan superposisi, Willow mampu melakukan perhitungan paralel secara efisien. Terobosan ini juga mengatasi tantangan koreksi kesalahan yang telah menjadi kendala teknologi kuantum sepanjang puluhan tahun, membuka peluang untuk berbagai aplikasi inovatif, termasuk pengembangan penyembuh dan desain baterai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tetapi, meski kemampuannya mengesankan, Willow sementara belum menjadi ancaman nyata bagi Bitcoin atau aset virtual lainnya. Untuk meretas algoritma kriptografi Bitcoin, dibutuhkan komputer kuantum dengan kapasitas lebih dari 13 juta qubit—angka yang masih jauh dari jangkauan Willow. Meskipun, potensi teknologi ini di masa depan memunculkan urgensi bagi industri kripto untuk mempersiapkan enkripsi post-quantum.

Baca Juga:  AnyMind dan DDI Hadirkan Layanan Reside Commerce untuk Emblem Kecantikan di Indonesia

Kesimpulannya, meski demikian Willow merupakan langkah besar dalam komputasi kuantum, dampaknya terhadap keamanan cryptocurrency masih dalam tataran spekulasi. Dunia kripto mempunyai waktu untuk mengembangkan solusi yang lebih tangguh, seperti algoritma enkripsi yang menahan kuantum. Dengan mitigasi dan inovasi yang tepat, Bitcoin dan cryptocurrency lainnya tetap bisa bertahan menghadapi kemajuan teknologi ini.

Sumber : VRI TIMES

[ad_2]

Source link



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru

Kepala BGN Sudaryono saat konferensi pers di Jakarta (foto: dok. BGN /bgn.go.id)

Jakarta

1.999 Dapur SPPG Ditutup BGN, Tak Daftar SLHS Jadi Alasan

Kamis, 10 Sep 2026 - 18:44 WIB