SEKITARKITA.id – Sebuah pohon beringin berukuran besar tumbang dan menimpa bangunan warung di bantaran obyek wisata Situ Ciburuy, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Kamis, 22 Januari 2026 pagi.
Peristiwa pohon beringin berusia sekitar 40 tahun itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Saksi mata sekaligus pemilik warung, Rani (41), mengaku melihat langsung detik-detik pohon beringin tumbang. Ia sempat mendengar suara retakan sebelum pohon ambruk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pas pagi saya lagi beres-beres warung sebelum buka, udah denger suara kretek-kretek. Saya keluar nanya ke abah, ada apa kok bunyi,” kata Rani saat ditemui SEKITARKITA.id di lokasi kejadian.
Tak lama setelah itu, Rani duduk di teras warung menunggu pelanggan. Tiba-tiba, pohon beringin tersebut perlahan roboh dan menimpa atap warung serta fasilitas di sekitarnya.
“Saya kira bunyi dari atap. Tidak ada angin, tidak hujan, tapi pohon besar itu pelan-pelan ambruk, nimpah atap warung, tiang listrik, dan pagar pembatas,” ujarnya.
Ia menambahkan, pohon tumbang mengarah ke depan sehingga tidak menimpa warung lain yang berada di sampingnya.
“Untungnya ambruk ke depan. Kalau ke samping, bisa kena jongko yang lain. Setelah kejadian itu baru turun hujan,” sambungnya.
Rani juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak UPTD PSDA Wilayah Sungai Citarum di bawah Dinas SDA Provinsi Jawa Barat sudah memberikan imbauan akan dilakukan evakuasi pohon tersebut.
“Sebelumnya sudah ada pemberitahuan mau dievakuasi, tapi belum terlaksana sampai akhirnya sekarang tumbang,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Debi Susanti (42), pedagang lain di kawasan Situ Ciburuy. Ia mengaku kaget saat melihat kondisi warungnya sudah tertimpa pohon besar.
“Pas datang pagi, warung udah tertimpa pohon. Untungnya belum sempat buka,” ujar Debi.
Menurut Debi, sebelumnya memang ada rencana evakuasi pohon, namun belum diketahui kapan pelaksanaannya.
“Memang ada pemberitahuan mau dievakuasi, cuma belum tahu kapan. Saya baru dagang di sini awal Januari 2026,” ungkapnya.
Ia juga mengaku sempat memiliki firasat buruk melihat kondisi pohon yang sudah miring dan terlihat rapuh.
“Kemarin saya sempat bilang ke warung sebelah, ini pohon udah tua dan miring, kayaknya kalau ambruk ke depan. Ternyata benar,” katanya.
Sementara itu, petugas Polsek Padalarang Polres Cimahi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan kejadian tersebut.
Bhabinkamtibmas Desa Ciburuy, Aiptu Ilyas Mulyasa, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 09.30 WIB.
“Dari hasil olah TKP, tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian material saja,” kata Ilyas.
Ia menjelaskan, pohon tumbang tersebut merupakan pohon beringin dengan tinggi sekitar 30 meter.
“Menurut keterangan warga bernama Abah Ade yang menanam pohon tersebut, akarnya sudah lapuk dimakan usia sehingga tidak kuat menopang beban,” jelasnya.
Berdasarkan informasi warga, pohon beringin itu ditanam sekitar tahun 1974.
“Perkiraan usia pohon sekitar 40 tahun,” bebernya.
Akibat kejadian tersebut, atap warung milik UPTD PSDA Wilayah Sungai Citarum Jawa Barat mengalami kerusakan parah. Selain itu, pagar pembatas dan tiang listrik juga ikut terdampak.
“Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait. Proses evakuasi sedang dilakukan dengan memotong batang pohon menggunakan gergaji mesin bersama warga,” ungkap Ilyas.
Ia mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekat ke lokasi selama proses evakuasi berlangsung.
“Kami mengimbau agar warga tidak mendekat demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.







