SEKITARKITA.id – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan kepada puluhan anak yatim piatu di Gedung HBS, Desa Cimareme, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan sosial ini menjadi wujud kepedulian para pensiunan yang tergabung dalam PWRI untuk terus berbagi kepada masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan.
Ketua PWRI KBB, Megaharry Pujiharto, menegaskan bahwa PWRI merupakan rumah bersama bagi para pensiunan untuk tetap bernaung dan melakukan berbagai kegiatan sosial serta amal saleh di masa pensiun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan ini diselenggarakan oleh PWRI dalam rangka berbagi kepada anak-anak yatim, terutama di bulan suci Ramadhan. Kami ingin menghadirkan kepedulian sosial dan menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama,” ujarnya.
Menurut Megaharry, santunan anak yatim ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin setiap tahun selama masa kepemimpinannya di PWRI KBB.
Saat ini jumlah anak yatim yang menerima santunan masih berkisar antara 40 hingga 50 orang.
“Ke depan kami berharap jumlah penerima manfaat dapat terus bertambah dengan dukungan berbagai pihak, baik dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), UPT, maupun masyarakat yang memiliki kepedulian,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa PWRI merupakan organisasi yang bersifat nonpartisan. Meski dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah tokoh dan anggota dewan yang sedang melaksanakan reses, kegiatan PWRI tetap berfokus pada aktivitas sosial kemasyarakatan.
“PWRI tidak membawa kepentingan partai politik. Fokus kami adalah kegiatan sosial, khususnya berbagi kepada anak-anak yatim sebagai wujud kepedulian para pensiunan kepada masyarakat,” jelasnya.
Megaharry menambahkan bahwa dalam organisasi PWRI seluruh anggota memiliki kedudukan yang sama, baik yang dahulu pernah menjadi pejabat tinggi maupun staf biasa.
“Di PWRI semua setara. Prinsip yang kami jalankan adalah kolektif kolegial, setiap keputusan diambil melalui musyawarah bersama. Di usia yang tidak lagi muda, kami ingin menjadikan kegiatan berbagi ini sebagai budaya,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat dari Fraksi Golkar, Asep Miftah Sofwan, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan dirinya memanfaatkan momentum acara PWRI sebagai bagian dari kegiatan reses untuk menjaring aspirasi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan agenda PWRI yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim dan jumpa pers. Kebetulan saya sedang melaksanakan tugas reses sebagai anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Asep menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung di wilayah daerah pemilihan (Dapil) I, tepatnya di Desa Cimareme, sehingga dirinya hadir untuk mendengarkan berbagai masukan dari para anggota PWRI.
Menurutnya, PWRI merupakan organisasi yang dihuni oleh para pensiunan, khususnya mantan aparatur sipil negara yang masih memiliki peran di tengah masyarakat.
“Saya berharap teman-teman PWRI yang merupakan mantan birokrat tetap berkiprah dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan di Kabupaten Bandung Barat,” katanya.
Ia juga menilai pengalaman para anggota PWRI sangat penting untuk membimbing generasi birokrat yang saat ini masih aktif bekerja di pemerintahan.
“Di PWRI ada banyak tokoh berpengalaman, mulai dari mantan Sekda, mantan kepala dinas, hingga pejabat lainnya. Pengalaman dan wawasan mereka sangat dibutuhkan untuk membimbing generasi penerus dalam pembangunan daerah,” tuturnya.
Melalui kegiatan sosial seperti ini, ia berharap PWRI dapat terus menjaga peran dan eksistensinya di tengah masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Bandung Barat.
Sebagai informasi, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) merupakan organisasi kemasyarakatan nirlaba yang menjadi wadah tunggal bagi para pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia untuk tetap aktif berkontribusi bagi masyarakat.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








