Di Hadapan PWRI dan Anak Yatim, Asep Miftah Tekankan Peran Pensiunan dalam Pembangunan Bandung Barat

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan kepada puluhan anak yatim piatu di Gedung HBS, Desa Cimareme, Rabu (11/3/2026). foto: Abdul Kholilulloh

i

Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan kepada puluhan anak yatim piatu di Gedung HBS, Desa Cimareme, Rabu (11/3/2026). foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan kepada puluhan anak yatim piatu di Gedung HBS, Desa Cimareme, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan sosial ini menjadi wujud kepedulian para pensiunan yang tergabung dalam PWRI untuk terus berbagi kepada masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan.

Ketua PWRI KBB, Megaharry Pujiharto, menegaskan bahwa PWRI merupakan rumah bersama bagi para pensiunan untuk tetap bernaung dan melakukan berbagai kegiatan sosial serta amal saleh di masa pensiun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kegiatan ini diselenggarakan oleh PWRI dalam rangka berbagi kepada anak-anak yatim, terutama di bulan suci Ramadhan. Kami ingin menghadirkan kepedulian sosial dan menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama,” ujarnya.

Ketua PWRI KBB, Megaharry Pujiharto (foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua PWRI KBB, Megaharry Pujiharto (foto: Abdul Kholilulloh)

Menurut Megaharry, santunan anak yatim ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin setiap tahun selama masa kepemimpinannya di PWRI KBB.

Saat ini jumlah anak yatim yang menerima santunan masih berkisar antara 40 hingga 50 orang.

“Ke depan kami berharap jumlah penerima manfaat dapat terus bertambah dengan dukungan berbagai pihak, baik dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), UPT, maupun masyarakat yang memiliki kepedulian,” katanya.

Baca Juga:  Partai Gerindra Gelar Konsolidasi Pemenangan Acep-Gina Menuju Karawang 'Jamuga'

Ia juga menegaskan bahwa PWRI merupakan organisasi yang bersifat nonpartisan. Meski dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah tokoh dan anggota dewan yang sedang melaksanakan reses, kegiatan PWRI tetap berfokus pada aktivitas sosial kemasyarakatan.

Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan kepada puluhan anak yatim piatu di Gedung HBS, Desa Cimareme, Rabu (11/3/2026). foto: Abdul Kholilulloh
Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan kepada puluhan anak yatim piatu di Gedung HBS, Desa Cimareme, Rabu (11/3/2026). foto: Abdul Kholilulloh

“PWRI tidak membawa kepentingan partai politik. Fokus kami adalah kegiatan sosial, khususnya berbagi kepada anak-anak yatim sebagai wujud kepedulian para pensiunan kepada masyarakat,” jelasnya.

Megaharry menambahkan bahwa dalam organisasi PWRI seluruh anggota memiliki kedudukan yang sama, baik yang dahulu pernah menjadi pejabat tinggi maupun staf biasa.

“Di PWRI semua setara. Prinsip yang kami jalankan adalah kolektif kolegial, setiap keputusan diambil melalui musyawarah bersama. Di usia yang tidak lagi muda, kami ingin menjadikan kegiatan berbagi ini sebagai budaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat dari Fraksi Golkar, Asep Miftah Sofwan, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan dirinya memanfaatkan momentum acara PWRI sebagai bagian dari kegiatan reses untuk menjaring aspirasi masyarakat.

Asep Miftah Sofwan  anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari Fraksi Partai Golkar (foto: Abdul Kholilulloh)
Asep Miftah Sofwan anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari Fraksi Partai Golkar (foto: Abdul Kholilulloh)

“Kegiatan ini merupakan agenda PWRI yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim dan jumpa pers. Kebetulan saya sedang melaksanakan tugas reses sebagai anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Evakuasi Longsor di Lembang Bandung Barat, Petugas Kerahkan Alat Berat dan Mobil Damkar

Asep menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung di wilayah daerah pemilihan (Dapil) I, tepatnya di Desa Cimareme, sehingga dirinya hadir untuk mendengarkan berbagai masukan dari para anggota PWRI.

Menurutnya, PWRI merupakan organisasi yang dihuni oleh para pensiunan, khususnya mantan aparatur sipil negara yang masih memiliki peran di tengah masyarakat.

“Saya berharap teman-teman PWRI yang merupakan mantan birokrat tetap berkiprah dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan di Kabupaten Bandung Barat,” katanya.

Ia juga menilai pengalaman para anggota PWRI sangat penting untuk membimbing generasi birokrat yang saat ini masih aktif bekerja di pemerintahan.

“Di PWRI ada banyak tokoh berpengalaman, mulai dari mantan Sekda, mantan kepala dinas, hingga pejabat lainnya. Pengalaman dan wawasan mereka sangat dibutuhkan untuk membimbing generasi penerus dalam pembangunan daerah,” tuturnya.

Melalui kegiatan sosial seperti ini, ia berharap PWRI dapat terus menjaga peran dan eksistensinya di tengah masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Bandung Barat.

Sebagai informasi, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) merupakan organisasi kemasyarakatan nirlaba yang menjadi wadah tunggal bagi para pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia untuk tetap aktif berkontribusi bagi masyarakat.

Baca Juga:  Soal dugaan pungli di SDN Teluk Pucung, Disdik Kota Bekasi tuding wartawan bikin gaduh

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban
Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 
BPN KBB Bantah Keterlibatan Petugas dalam Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah
Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS
Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 
Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 
Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat
ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:11 WIB

Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban

Senin, 8 Juni 2026 - 21:52 WIB

Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 

Senin, 8 Juni 2026 - 15:26 WIB

BPN KBB Bantah Keterlibatan Petugas dalam Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:45 WIB

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:20 WIB

Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 

Berita Terbaru

Tim INAFIS Polres Cimahi lakukan olah TKP penemuan jenazah di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 

Senin, 8 Jun 2026 - 21:52 WIB

Pantauan kendaraan melalui teknologi canggih CCTV ATCS Dishub KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Jun 2026 - 15:45 WIB