Dispernakan KBB Perkuat Peran Kader Zoonosis, Gencarkan Sosialisasi Pengendalian Penyakit Menular di Lima Kecamatan

- Penulis

Selasa, 18 November 2025 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dispernakan Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Bidang Kesehatan Hewan kembali melanjutkan rangkaian sosialisasi pembentukan dan penguatan Kader Zoonosis untuk wilayah Kecamatan Padalarang, Batujajar, Cihampelas, dan Cikalongwetan. (Foto: Instagram @dispernakan_kbb)

i

Dispernakan Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Bidang Kesehatan Hewan kembali melanjutkan rangkaian sosialisasi pembentukan dan penguatan Kader Zoonosis untuk wilayah Kecamatan Padalarang, Batujajar, Cihampelas, dan Cikalongwetan. (Foto: Instagram @dispernakan_kbb)

SEKITARKITA.id — Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Bidang Kesehatan Hewan kembali melanjutkan rangkaian sosialisasi pembentukan dan penguatan Kader Zoonosis untuk wilayah Kecamatan Padalarang, Batujajar, Cihampelas, dan Cikalongwetan.

Kegiatan ini digelar di Aula Kantor Desa Batujajar Timur sebagai bentuk upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia atau zoonosis.

Kepala Dispernakan KBB, drh. Wiwin Aprianti, mengatakan, Zoonosis masih menjadi salah satu ancaman kesehatan masyarakat yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut data dari berbagai literatur kesehatan, lebih dari 60 persen penyakit menular yang menginfeksi manusia berasal dari hewan, termasuk rabies, antraks, leptospirosis, flu burung, hingga toxoplasmosis.

“Keberadaan kader zoonosis di tingkat desa menjadi elemen penting dalam memutus rantai penyebaran penyakit tersebut,” kata Wiwin, Selasa 18 November 2025 dikutip SEKITARKITA.id dari laman Instagram @dispernakan_kbb.

Dispernakan Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Bidang Kesehatan Hewan kembali melanjutkan rangkaian sosialisasi pembentukan dan penguatan Kader Zoonosis untuk wilayah Kecamatan Padalarang, Batujajar, Cihampelas, dan Cikalongwetan. (Foto: Instagram @dispernakan_kbb)
Dispernakan Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Bidang Kesehatan Hewan kembali melanjutkan rangkaian sosialisasi pembentukan dan penguatan Kader Zoonosis untuk wilayah Kecamatan Padalarang, Batujajar, Cihampelas, dan Cikalongwetan. (Foto: Instagram @dispernakan_kbb)

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Dispernakan KBB memberikan penguatan kapasitas kepada para kader yang bekerja langsung di tingkat desa dan komunitas.

Baca Juga:  Rumah nyaris ambruk, Amoy warga Ciburuy Bandung Barat hanya bisa pasrah

Seorang kader zoonosis memiliki tugas utama sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah serta fasilitas kesehatan seperti puskesmas dalam pengendalian penyakit zoonotik.

Mereka dibekali pengetahuan terkait cara deteksi dini, pelaporan kasus hewan sakit atau mati mendadak, edukasi masyarakat, hingga langkah pencegahan berbasis lingkungan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dispernakan KBB menyampaikan bahwa peran kader sangat strategis terutama di wilayah yang memiliki populasi ternak dan hewan kesayangan cukup tinggi.

“Kader zoonosis adalah garda terdepan di masyarakat. Mereka harus mampu mengenali gejala penyakit pada hewan, memberikan edukasi tentang cara pemeliharaan hewan yang baik, dan membantu proses pelaporan apabila terjadi kejadian luar biasa,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ancaman zoonosis bukan hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga ekonomi masyarakat.

“Penyakit seperti antraks, misalnya, dapat mengakibatkan hewan ternak mati mendadak sehingga menimbulkan kerugian bagi peternak,” ungkapnya.

Sementara itu, rabies masih menjadi perhatian di beberapa daerah di Indonesia karena kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) masih cukup tinggi.

Oleh sebab itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat dibutuhkan.

Baca Juga:  9 Orang Terduga Pelaku Tawuran Berhasil Dibekuk Polres Metro Bekasi, Berikut Barbuk

Dalam sosialisasi ini, kata Wiwin, para peserta diberi pemahaman tentang penyebab, gejala, hingga tata cara penanganan awal kasus zoonosis.

“Dispernakan KBB juga menekankan pentingnya sanitasi lingkungan, vaksinasi hewan, serta penggunaan alat pelindung diri saat menangani hewan yang dicurigai terinfeksi penyakit berbahaya,” jelasnya.

Selain edukasi teknis, lanjut Wiwin, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor antara pemerintah desa, puskesmas, serta aparat kecamatan.

Ia menyebut, pemerintah desa diharapkan berperan aktif dalam mendukung kader zoonosis, baik melalui pemberdayaan masyarakat maupun penguatan anggaran berbasis kebutuhan kesehatan lingkungan.

“Kami berharap para kader dapat terus aktif dan tidak berhenti pada pelatihan saja. Mereka harus menjadi agen perubahan di desa, terutama dalam mencegah munculnya kasus zoonosis yang dapat mengancam keselamatan masyarakat,” tambahnya.

Upaya ini sejalan dengan komitmen Pemkab Bandung Barat dalam meningkatkan kesehatan masyarakat berbasis pendekatan One Health, yakni kolaborasi antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

“Pendekatan ini dianggap efektif untuk meminimalisir risiko kemunculan penyakit baru dan memastikan penanganan lebih cepat serta tepat sasaran,” paparnya.

Baca Juga:  Resmi Dilantik, IWSS KBB Siap Perkuat Peran Perempuan dan Lestarikan Budaya Sulawesi Selatan

Dengan adanya kader zoonosis yang terlatih, pemerintah daerah berharap masyarakat lebih sadar terhadap potensi bahaya penyakit yang berasal dari hewan.

“Sosialisasi yang berkelanjutan juga dinilai menjadi langkah penting agar masyarakat lebih memahami pentingnya vaksinasi hewan, kebersihan kandang, serta pola hidup bersih dan sehat,” ungkap Wiwin.

Melalui kegiatan ini, Dispernakan KBB menegaskan komitmennya dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan kesehatan hewan di Bandung Barat.

“Sosialisasi serupa rencananya akan terus dilaksanakan secara bertahap di kecamatan lain hingga seluruh desa memiliki kader zoonosis yang aktif dan kompeten,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Instagram @dispernakan_kbb

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! Motif Pembunuhan Wanita di Indekos Cimahi, Berawal dari Aplikasi MiChat dan Tarif Rp250 Ribu
Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Wanita di Indekos Cimahi, Pria Asal KBB Disebut Penjual Cireng
Tragis! Wanita Ditemukan Tewas di Indekos Cimahi, Bersimbah Darah dengan Luka di Leher
Viral! Siswi SMA Diduga Dikeroyok di Kedai GOR Trisanja Slawi Tegal, Ibu Korban Tuntut Keadilan
Dramatis! Comeback 2-1 atas Melbourne Victory di ACL Two, PERSIB Pastikan Lolos 16 Besar 
Chaos! Habib Bahar Pimpin Demo Tolak Konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran
Diwarnai Pembakaran dan Lemparan Petasan, Demo Ormas Islam Tolak Konser Andrea Bocelli Memanas
Mantan Kapolri Listyo Sigit Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:31 WIB

Terungkap! Motif Pembunuhan Wanita di Indekos Cimahi, Berawal dari Aplikasi MiChat dan Tarif Rp250 Ribu

Jumat, 6 November 2026 - 09:12 WIB

Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Wanita di Indekos Cimahi, Pria Asal KBB Disebut Penjual Cireng

Jumat, 6 November 2026 - 00:59 WIB

Tragis! Wanita Ditemukan Tewas di Indekos Cimahi, Bersimbah Darah dengan Luka di Leher

Kamis, 5 November 2026 - 15:32 WIB

Viral! Siswi SMA Diduga Dikeroyok di Kedai GOR Trisanja Slawi Tegal, Ibu Korban Tuntut Keadilan

Rabu, 4 November 2026 - 17:01 WIB

Dramatis! Comeback 2-1 atas Melbourne Victory di ACL Two, PERSIB Pastikan Lolos 16 Besar 

Berita Terbaru