SEKITARKITA.id – Satu unit ekskavator yang digunakan untuk proyek normalisasi Situ Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilaporkan ambles hingga tenggelam ke dalam lumpur.
Peristiwa tersebut terjadi sejak hampir satu minggu lalu, namun hingga kini alat berat itu belum juga dievakuasi.
Usep, warga Ciburuy, mengatakan ekskavator itu awalnya hanya amblas saat melakukan pengerukan, namun perlahan tenggelam karena tanah tidak mampu menahan beban alat berat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alat berat (ekskavator) awalnya cuma amblas, lama kelamaan tenggelam,” kata Usep kepada sekitarkita.id, Jumat (10/10/2025).
“Kejadian ini sudah seminggu yang lalu, belum dievakuasi,” ujarnya.
Menurut Usep, proses normalisasi dilakukan di atas tanah yang kurang padat.
Kondisi tersebut membuat landasan tidak kuat menahan bobot ekskavator sehingga alat berat itu amblas.
“Di sini tanahnya kurang padat, ditambah ekskavatornya berat, jadi enggak bisa nahan beban,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi tanah di sekitar lokasi membuat petugas kesulitan mengevakuasi ekskavator karena alat terkubur lumpur cukup dalam.
Selain medan yang labil, lokasi kejadian berada di area sempit dan berdekatan dengan pemukiman penduduk. Warga khawatir proses evakuasi justru membahayakan rumah mereka.
“Kemarin sempat mau diangkat pakai ekskavator lain, tapi jalannya dekat banget sama rumah warga, jadi pada takut ambles,” kata Usep.
Novi, warga lainnya, mengaku sangat khawatir karena ekskavator amblas tepat di depan rumahnya yang hanya berjarak sekitar 4 meter.
“Itu kejadian hari Minggu. Ini kan sudah longsor jadi sama warga mau diamankan dulu, takutnya hujan, longsor nanti rumah warga roboh,” ujarnya.
Di sisi lain, informasi yang dihimpun redaksi menyebutkan, sejumlah rumah warga di RT 2 dan RT 3 RW 13 Desa Ciburuy mengalami retak pada dinding.
Retakan itu diduga akibat getaran dari aktivitas ekskavator yang tengah mengerjakan normalisasi Situ Ciburuy.
Warga berharap pemerintah segera melakukan evaluasi dan evakuasi alat berat tersebut secara aman agar tidak menimbulkan kerusakan lebih parah pada lingkungan sekitar.
Proyek normalisasi Situ Ciburuy sendiri menjadi perhatian publik karena berada di kawasan pemukiman padat dan memiliki kontur tanah yang labil.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penanganan ekskavator yang tenggelam maupun dampak kerusakan rumah warga.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan







