SEKITARKITA.id- Memasuki hari kedua pada Selasa 8 April 2025, pencarian korban tenggelam di Sasak Bodas, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus dilakukan.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari relawan, Kopassus, serta Basarnas terus berupaya mencari korban yang masih hilang.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Moch Adip, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada Senin (7/4/2025) sekitar pukul 13.30 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kejadian bermula saat seorang warga yang melintas menggunakan perahu tersengat listrik, yang mengakibatkan dua orang tenggelam,” kata Moch Adip dilokasi.
Ia menyebut, berdasarkan informasi dari seorang warga setempat, Hasan, ada dua korban tenggelam dalam kejadian ini.
Salah satu korban, Jajang, telah ditemukan dan segera dilarikan ke rumah sakit.
“Sementara itu, satu korban lainnya, Iwan (9 tahun), masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan,” jelasnya.
Dikatakan dia, upaya pencarian dilakukan dengan menggunakan berbagai sarana, seperti perahu karet dan speedboat, guna menyisir area sekitar lokasi kejadian.
Tim SAR gabungan, kata dia, terus bekerja keras dalam operasi ini untuk memastikan korban segera ditemukan.
“Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian dengan tiga perahu karet dari Basarnas dan Kopassus, serta satu speedboat,” ucapnya.
Moch Adip menegaskan bahwa dalam proses pencarian ini, keselamatan seluruh personel tetap menjadi prioritas utama.
“Di samping terus berusaha dan berupaya menemukan korban, kami berkolaborasi dan juga harus mengutamakan keselamatan tim,” ungkapnya dia menandaskan.
Adapun strategi pencarian yang diterapkan, tegas Moch Adip, pihaknya memanfaatkan speed boat dan perahu karet dengan sistem jangkar dan blender, dengan penggunaan alat yang dirotasi secara bergantian.
Dirinya juga memaparkan, besar kemungkinan akan menerjunkan tim penyelam dengan melakukan analisis terlebih dahulu.
“Kami akan menganalisis dulu. Jika memungkinkan dan tersedia penyelam yang berkompeten, tentu akan kami kerahkan,” ujarnya.
Berkaitan dengan jalur lintas kabel listrik yang diduga menyebabkan korban tersengat listrik, pihaknya menyampaikan himbauan dari PLN agar masyarakat mengindari area yang dianggap berbahaya guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“PLN menyarankan agar warga menghindari jalur lintas kabel listrik di area tersebut,” imbuhnya.
Operasi pencarian ini terus berlanjut hingga korban yang masih hilang berhasil ditemukan.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








