Imbas Macan Tutul Kabur, Karyawan Lembang Park Zoo Diliburkan

- Penulis

Selasa, 9 September 2025 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karyawan Objek wisata Lembang Park & Zoo (LPZ) Kabupaten Bandung Barat diliburkan imbas macan tutul kabur dari karantina (foto: Instagram @park & Zoo Lembang)

i

Karyawan Objek wisata Lembang Park & Zoo (LPZ) Kabupaten Bandung Barat diliburkan imbas macan tutul kabur dari karantina (foto: Instagram @park & Zoo Lembang)

SEKITARKITA.id – Penutupan objek wisata Lembang Park Zoo (LPZ) Kabupaten Bandung Barat akibat kaburnya seekor macan tutul dari kandang karantina, berdampak serius pada operasional hingga tenaga kerja.

Diketahui, sejak Kamis (28/8/2025), pengelola terpaksa menutup akses kunjungan dan merumahkan sebagian karyawan.

Insiden ini bermula dari kaburnya macan tutul titipan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Demi menjaga keamanan pengunjung serta satwa, pihak manajemen memutuskan untuk menghentikan operasional sementara waktu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Biasanya, LPZ selalu ramai saat akhir pekan dan libur panjang, termasuk momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H pada 5–7 September 2025 lalu. Namun tahun ini, suasana lengang karena tidak ada kunjungan sama sekali.

Karyawan Objek wisata Lembang Park & Zoo (LPZ) Kabupaten Bandung Barat diliburkan imbas macan tutul kabur dari karantina (foto: Instagram @park & Zoo Lembang)
Karyawan Objek wisata Lembang Park & Zoo (LPZ) Kabupaten Bandung Barat diliburkan imbas macan tutul kabur dari karantina (foto: Instagram @park & Zoo Lembang)

“Kalau ditanya soal kerugian, memang signifikan sekali. Namun fokus kami saat ini adalah menanggulangi insiden ini dengan sebaik mungkin,” ujar Humas Lembang Park & Zoo, Miftah Setiawan kepada wartawan, Selasa (9/9/2025).

Miftah mengungkapkan, penutupan LPZ juga berimbas pada karyawan. Sebagian pegawai terpaksa dirumahkan sementara karena aktivitas operasional yang terbatas.

Baca Juga:  Otis Williams: Godaan Ulang Tahun ke-60 'My Lady'

“Beberapa rekan petugas kami rumahkan dulu karena memang aktivitas sangat terbatas. Tapi begitu buka, mereka akan kembali bekerja seperti biasa,” jelasnya.

Meski begitu, ia menegaskan kebijakan ini hanya bersifat sementara hingga ada kepastian pembukaan kembali LPZ.

Selama masa penutupan, pengelola bersama BBKSDA Jawa Barat melakukan pengecekan ulang fasilitas kandang. Sistem keamanan diperkuat dengan penerapan double safety pada kandang satwa karnivora.

“Yang kurang kuat kami perkuat, yang kurang lengkap kami tambahi. Untuk perawatan hewan, tidak ada yang dikurangi. Semua tetap mendapat perhatian seperti biasa,” tambah Miftah.

Lebih lanjut, Miftah memastikan pencarian macan tutul belum dihentikan, melainkan berubah status menjadi pemantauan.

“Kami pastikan macan tutul itu sudah tidak ada di area LPZ berdasarkan jejak yang mengarah keluar perimeter. Sekarang kami menunggu informasi dari masyarakat dan tim BBKSDA untuk pelacakan lebih lanjut di luar area,” jelasnya.

BBKSDA Intensifkan Penyisiran

Sementara itu, Humas BBKSDA Jawa Barat, Eri Mildranaya, menuturkan bahwa tim gabungan masih intensif menyisir kawasan LPZ setiap malam.

Baca Juga:  Geger, warga Padalarang Bandung Barat temukan mayat didalam rumah kontrakan

“Penyisiran malam kami lakukan setiap hari sejak 28 Agustus, mulai pukul 8 malam hingga jam 2 subuh,” ujarnya.

Tidak hanya di dalam LPZ, penyisiran juga meluas hingga ke kawasan hutan lindung kaki Gunung Tangkuban Parahu dan Burangrang.

Hal ini berdasarkan temuan drone thermal yang mendeteksi pergerakan satwa liar ke arah hutan.

“Kami tetap meyakinkan bahwa macan tutul tersebut mengarah ke kawasan hutan lindung. Itu sesuai hasil thermal drone terakhir yang kami dapatkan,” tandas Eri.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Kejagung Tetapkan Dadan Hindayana dkk Tersangka Korupsi Penyimpangan MBG
Lawatan ke Partai Perindo, KPU KBB Beberkan 6 Skema Penambahan Dapil untuk Pemilu 2029
Meriahkan HUT ke-19 KBB, DPRD Sajikan Turnamen Voli Putri dengan Sentuhan Proliga
Pemerintah Buka Suara soal Pencopotan Kepala BGN: Program MBG Tetap Jadi Prioritas
Sahroni Desak Polri dan Kemenag Bentuk Satgas Anti-Kekerasan Seksual di Pesantren
Soroti Tingginya Pengangguran Lulusan SMK, Lestari Moerdijat Dorong Pendidikan Vokasi Lebih Kompetitif
Harga Emas Antam 2 Juni 2026 Turun, Ukuran 0,5 Gram Dijual Mulai Rp1,437 Juta
Polisi Bongkar Video Pocong Viral di Bandung Barat, 5 Pemuda Diamankan

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:11 WIB

Kejagung Tetapkan Dadan Hindayana dkk Tersangka Korupsi Penyimpangan MBG

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:58 WIB

Lawatan ke Partai Perindo, KPU KBB Beberkan 6 Skema Penambahan Dapil untuk Pemilu 2029

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:03 WIB

Meriahkan HUT ke-19 KBB, DPRD Sajikan Turnamen Voli Putri dengan Sentuhan Proliga

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:25 WIB

Pemerintah Buka Suara soal Pencopotan Kepala BGN: Program MBG Tetap Jadi Prioritas

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:24 WIB

Sahroni Desak Polri dan Kemenag Bentuk Satgas Anti-Kekerasan Seksual di Pesantren

Berita Terbaru