SEKITARKITA.id- Kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia. Raden Dharmawan Hardjakusumah atau yang lebih dikenal dengan Acil Bimbo, musisi legendaris asal Kota Bandung, meninggal dunia di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Senin (1/9/2025) malam, sekitar pukul 22.22 WIB.
Informasi wafatnya pelantun tembang religi Sajadah Panjang ini pertama kali beredar melalui grup WhatsApp (WA) dan media sosial. Pesan berantai itu menyampaikan doa serta kabar duka atas kepergian sang musisi senior.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke pangkuan Sang Pencipta Kang Acil Bimbo pukul 22.22 WIB. Semoga Allah memberi ampunan dan menempatkannya di sisi terbaik-Nya,” demikian bunyi pesan yang beredar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabar duka ini dibenarkan oleh Ernawati, istri almarhum. Menurutnya, Acil Bimbo telah beberapa waktu menjalani perawatan medis sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Kepergian musisi kawakan ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga para penggemarnya di seluruh Indonesia.
Jejak Emas dalam Musik Indonesia
Sebagai bagian dari grup musik legendaris Bimbo, Acil dikenal lewat lagu-lagu bernuansa religius, humanis, hingga sosial-politik yang tetap relevan lintas generasi.
Sejak era 1970-an, karya Bimbo bersama Acil telah menjadi bagian penting dalam perjalanan musik Indonesia.
Beberapa lagu populer yang melekat di hati masyarakat antara lain Sajadah Panjang, Tuhan, hingga Rindu Rasul.
Rumah duka almarhum berada di Jalan Biologi Nomor 4, Cigadung, Kota Bandung. Keluarga, kerabat, dan masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir dipersilakan datang.
Bagi masyarakat Sunda, Acil bukan hanya seorang musisi, tetapi juga tokoh budaya yang dihormati. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi jagat seni dan budaya tanah air.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Berbagai sumber








