[ad_1]
Semua prajurit dari pangkat paling bawah memiliki cita-cita menjadi seorang jenderal. Tetapi, apa jadinya andai seorang prajurit berhasil menjadi jenderal, tetapi malah untuk memilih pensiun dini dan berpindah haluan menjadi reseller ayam?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini dia yang dialami Marsekal TNI (Purn) Sri Mulyono Herlambang. Setelah berjuang menjadi jenderal bintang tiga, Sri Mulyono tiba-tiba saja membuat keputusan keluar dari dinas militer. Ia untuk memilih fokus berjualan ayam.
Sri Mulyono Herlambang merupakan prajurit TNI dari Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI). Ia memulai karirnya sebagai pilot dan dilanjutkan sebagai anggota staf operasi mencapai hingga pimpinan tertinggi Angkatan Udara.
Pada November 1965, Sri diangkat oleh Soekarno sebagai Kepala Staf Angkatan Udara menggantikan Omar Dhani. Meski begitu, pengangkatan Sri terjadi pasca Gerakan 30 September (G30S) yang menewaskan seorang perwira TNI Angkatan Darat.
Pasca G30S, AURI menjadi unit yang paling disorot lawan politik Soekarno. Karena, ia dituding terlibat aksi berdarah tersebut.
Dari yang umum, pilihlah menjadi manusia ayam
Saat tak lagi berpangkat jenderal bintang tiga, Sri membuat keputusan menjalani hidup baru sebagai peternak ayam. Ia menjelaskan alasannya berubah dari seorang jenderal menjadi reseller ayam.
“Dengan cara ini, saya menghindari rasa iri dan cemburu yang menjadi ciri kuat pergantian rezim. Karena, siapa yang peduli dengan manusia ayam?” ujar Sri Mulyono seperti dikutip dari CNBC Indonesia.
Sri Mulyono menjalankan usahanya di pekarangan rumahnya di kawasan Jakarta Selatan. Ia mendatangkan bibit ayam petelur dan ayam kampung (broiler) dari Amerika dan Jepang.
Pada tahun 1970-an, masyarakat Indonesia lebih menyukai ayam kampung dengan begitu kemunculan ayam kampung yang digagas Sri diyakini dapat mendulang kekayaan. Meski begitu, beralih menjadi reseller ayam bukanlah hal yang mudah bagi seorang mantan prajurit.
“Saya tidak punya hobi memelihara ayam, tapi sebab terpaksa, saya mencobanya,” ujar Sri Mulyono Herlambang dalam buku tersebut. Apa dan Siapa Beberapa Orang Indonesia 1983-1984 (1984:276).
Lantas, sukseskah Sri Mulyono menjalankan bisnisnya?
LANJUTKAN MEMBACA DENGAN KLIK DI SINI.
Bagi ibu-ibu yang menginginkannya membagikan pertanyaan mengasuh anak dan Anda dapat dapatkan dengan jumlah besar memberi secara tanpa dipungut biayaya bergabung Komunitas Pasukan HaiBunda. Daftar klik DI SINI. Bebas!
(untuk/untuk)
[ad_2]
Sumber: haibunda








