Jelang Ramadhan 2024, Pemkab Bandung Barat terus monitor harga kepokmas

- Penulis

Jumat, 8 Maret 2024 - 23:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat | SekitarKita.id,- Sejumlah pedagang di pasar Tradisional Tagog Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) keluhkan kenaikan harga jenis cabai jelang bulan suci Ramadhan 2024 ini.

Kondisi itu bukan hanya dikeluhkan pedagang, tapi juga dikeluhkan oleh pembeli sehingga mengalami penurunan penjualan yang signifikan dengan kenaikan harga yang melambung tinggi.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB, Ricky Riyadi mengatakan, pihaknya terus melakukan monitoring perkembangan harga disejumlah pasar tradisional di Bandung Barat, seperti pasar Batujajar, Lembang dan Tagog Padalarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kenaikan harga cabai ini tentunya menjadi perhatian pemerintah daerah. Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif memerintahkan kami agar  terus memonitor perkembangan harganya, tapi tidak hanya cabai juga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) lainnya,” kata Ricky kepada wartawan, Jumat (08/03/2024).

Ricky menyebut, saat ini fenomena melambungnya harga cabai bukanlah kali pertama terjadi. Beberapa bulan lalu, kata dia, sempat mengalami kenaikan tinggi namun berhasil ditekan hingga harganya terjangkau masyarakat.

“Ketika itu harga cabai mengalami lonjakan cukup tinggi. Pemkab Bandung Barat mengambil sejumlah langkah strategis untuk menurunkan harga, atas arahan pimpinan (Pj Bupati Bandung Barat) salah satunya melalui kebijakan subsidi cabai langsung ke pedagang,” tuturnya.

Baca Juga:  Viral Jalan Rusak di Bandung Barat, Camat Ngamprah Sebut Sudah Diusulkan di Musrenbang

Dijelaskan dia, adapun teknis dalam memberikan subsidi langsung kepada pada pedagang. Sehingga ketika pedagang menjual ke konsumen dengan harga yang sudah di bawah harga pasar.

“Misalkan dari harga cabai Rp 80 ribu per kilogram. Pedagang oleh Pemkab Bandung Barat diberikan subsidi Rp 10 ribu untuk perkilogramnya, maka ketika dijual ke pembeli harganya menjadi Rp 70 ribu tak lagi Rp 80 ribu,” jelas Ricky.

Pihaknya berupaya melakukan intervensi berupa subsidi kepada pedagang, halnini, kata dia sangat efektif dalam menekan harga sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat.

“Kalau untuk sekarang, Pemkab Bandung Barat masih terus memantau perkembangan harga cabai. Jika harganya sudah tak mungkin dijangkau oleh masyarakat tentu kami akan mempertimbangkan untuk kembali melakukan subsidi kepada pedagang,” ucap dia.

Dilanjutkan dia, Pemkab Bandung Barat bukan hanya melakukan monitoring cabai melainkan seluruh harga  kepokmas di pasar tradisional yang ada di Bandung Barat.

“Alhamdulillah sekarang beras mulai berangsur-angsur turun, walaupun belum ke harga sebelum terjadi kenaikan. Kalau dulukan ada beras yang dijual  di bawah Rp 10 ribu perkilogram,” lanjut Ricky.

Baca Juga:  Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan KBB Peringati Harlah Pancasila dan Peletakan Batu Pertama 

Upaya untuk mengembalikan ke harga sebelum terjadi kenaikan, pihaknya sudah melakukan koordinasi kembali dengan Bulog untuk mendistribusikan beras stabilisasi  pasokan dan harga pangan (SPHP) pada bulan Ramadan.

“Siang tadi saya bersama Bulog melakukan koordinasi terkait akan digulirkannya program beras SPHP. Insyaallah pada Minggu pertama atau kedua beras SPHP akan kembali didistribusikan ke seluruh pasar tradisional di Bandung Barat,” tuturnya.

Pemkab Bandung Barat juga sudah meminta kepada Bulog agar beras SPHP tidak hanya didistribusikan ke pedagang saja, melainkan juga langsung ke masyarakat melalui operasi pasar.

“KBB mendapat alokasi 70 sampai 100 ton per Minggu. Tentunya beras yang dijual beras dengan HET Rp 10.900 per kilogram  lebih terjangkau oleh masyarakat. Kami berharap harga beras terus turun sampai kembali ke harga seperti dulu,” tandasnya.

Sebelumnya, seorang pedagang pasar Tagog Padalarang, Subur (50) mengatakan, harga cabai merah keriting telah mencapai Rp. 100.000 per kilogram, meningkat dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp. 80.000 per kilogram.

Baca Juga:  Lewat Aksi Panggung, Pimpinan DPRD KBB Pipih Supriati Serap Aspirasi Warga di Malam Puncak HUT RI

Sementara itu, cabai merah besar juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp. 90.000 per kilogram, dibandingkan dengan harga sebelumnya yang sebesar Rp. 86.000 per kilogram.

Dikatakan dia, tidak ketinggalan, cabai rawit merah juga tidak luput dari lonjakan harga, mencapai Rp. 110.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang berada di level Rp. 78.000 per kilogram.

“Bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan dari awal harga di kisaran Rp. 25.000 per kilogram sekarang mencapai angka Rp. 30.000 per kilogram,” kata Subur saat ditemui dilokasi pada Rabu (06/03/2024) lalu.

Ia menyebut, kenaikan harga ini diyakini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca yang tidak menentu, pasokan yang terbatas, dan permintaan yang tinggi, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.

Dijelaskan dia, kenaikan harga cabai dianggap sebagai hal yang lumrah. Para pedagang pun mengakui bahwa lonjakan harga cabai menjelang bulan puasa adalah sesuatu yang biasa terjadi.

“Kalau mau dekat-dekat puasa memang biasa naik. Harga dari sananya kan memang naik, jadi kami menyesuaikan,” ucap dia menandaskan.



Penulis : Abdul Kholilulloh

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular
Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur
Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:31 WIB

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

Senin, 28 September 2026 - 14:07 WIB

Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Senin, 28 September 2026 - 10:50 WIB

Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Berita Terbaru