Bandung Barat | SekitarKita.id,- Warga Kecamatan Cililin, Sindangkerta, Cipongkor, Batujajar berbondong bondong datangi taman Alun-alun Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Wajah baru Alun-alun banyak diminati pelancong.
Bangunan unik nan ciamik berkonsep Little Madinah ini banyak dari warga lokal ingin menyempatkan diri ibadah sholat tarawih perdana di puasa Ramadhan 2024 ini.
“Di tahun 2024 ini puasa pertama (perdana) warga bisa merasakan sholat tarawih di bangunan mirip Masjid Madinah, dulu pak Hengki meresmikan pas akhir jabatannya, jasa beliau selalu diingat masyarakat, saya kepingin pak Hengki jadi Bupati lagi,” kata Iwan warga lokal saat ditemui SekitarKita.id dilokasi, Senin (11/03/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, selain murah meriah tanpa pungutan biaya, Alun-alun juga nyaman untuk mengajak sanak saudara hanya sekedar melepas lelah.
“Tamannya dan rumput bagus, apalagi bangunan juga unik asik buat foto-foto, anak-anak juga bisa bermain-main disini,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, banyaknya kuliner murah meriah dilokasi memudahkan dia untuk berburu jajanan khas Bandung Barat.
“Banyak kuliner disini murah meriah, dari pada harus jauh jauh ke Alun-alun Kota Bandung, mending ke Alun-alun Cililin, pak Hengki tahu betul apa yang diinginkan masyarakat KBB,” jelasnya.
Pantauan SekitarKita.id dilokasi pukul 16.40 WIB sore, warga silih berganti memadati taman Alun-alun Cililin hanya untuk sekedar berswafoto dan menunggu adzan Maghrib.
“Sambil foto-foto menunggu Adzan Maghrib dan sholat tarawih,” sambung Iwan.
Menjelang ibadah salat tarawih perdana di Masjid Alun-alun Cililin, sejumlah persiapan telah dilakukan oleh pihak pengelola mulai dari segi fisik masjid dan peribadatan jemaah.
Selain itu, pengelola juga telah membentuk panitia amaliyah Ramadan serta membuat beberapa program selama bulan puasa.
Seperti diketahui, di era kepemimpinan mantan Bupati, Hengki Kurniawan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menyelesaikan proyek pembangunan taman Alun-alun Cililin itu dengan konsep “Little Madinah’
Hengki pernah berujar, gagasan ide konsep “Little Madinah” berasal dari fakta sosial masyarakat Bandung Barat bagian selatan. Dimana di wilayah selatan didominasi pondok pesantren dan wisata religi, seperti makam-makam tokoh ulama besar.
Melihat banyaknya pondok pesantren di Bandung Barat di wilayah selatan, Hengki kala itu ingin kabupaten ini menjadi kawasan destinasi wisata religi dengan memadukan wisata alamnya.
Pemerintah di era itu, mendorong Bandung Barat wilayah selatan menjadi kawasan wisata religi dengan konsep memadukan potensi pertanian, wisata alam, dan wisata religi atau konsep agro eduwisata.
Kendati itu, kondisi saat ini memprihatinkan, kurangnya perawatan, terlihat beberapa titik bangunan basment parkir kendaraan roda empat yang mulai mengalami perembesan air akibat diguyur hujan.
Penulis : Abdul Kholilulloh
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








