KBB | SEKITARKITA.id – Kondisi 16 warga yang tinggal di kawasan terpencil Gunung Solok Pandan, Kampung Cijanten RW 10, Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendapat perhatian langsung dari Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail.
Jeje turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi permukiman sekaligus mendengarkan kebutuhan warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, terutama akses menuju sekolah dan kelayakan tempat tinggal.
Terdapat tiga keluarga yang menetap di kawasan perbukitan tersebut. Mereka diketahui telah tinggal di lokasi itu sejak 2010 di atas tanah warisan keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bertemu langsung dengan warga di Desa Batulayang, melihat kondisi rumah dan akses yang setiap hari dilalui, termasuk oleh anak-anak untuk bersekolah,” kata Jeje Ritchie Ismail melalui unggahan Instagram pribadinya, Selasa (29/9/2026).
Menurut Jeje, persoalan utama yang dihadapi warga bukan hanya kondisi rumah, tetapi juga akses menuju permukiman yang cukup sulit.
Dari jalan raya, warga harus berjalan kaki sekitar 2,5 kilometer melalui jalan setapak dengan kondisi terjal dan licin. Bahkan, sejumlah titik jalur berada di dekat jurang sehingga cukup berisiko, khususnya bagi anak-anak yang setiap hari harus pergi dan pulang sekolah.
Setelah melihat langsung kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyiapkan sejumlah solusi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah menyediakan bantuan biaya sewa rumah bagi keluarga yang memiliki anak usia sekolah. Rumah tersebut nantinya berada di lokasi yang lebih dekat dengan sekolah.
“Setelah melihat langsung situasi di lapangan, saya menawarkan solusi berbeda sesuai kondisi masing-masing keluarga. Untuk keluarga yang memiliki anak usia sekolah, pemerintah daerah akan membantu biaya sewa rumah di lokasi yang lebih dekat dengan sekolah dan bantuan kontrak rumah untuk jangka waktu dua tahun,” ujar Jeje.
Jeje menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko yang harus dihadapi anak-anak ketika menempuh perjalanan dari kawasan Gunung Solok Pandan menuju sekolah.
Menurutnya, relokasi sementara ke rumah yang lebih dekat dengan sekolah tidak berarti memutus mata pencaharian orang tua. Warga tetap dapat mengelola kebun yang berada di kawasan tersebut.
“Saya melihat langsung kondisi di sini, terutama anak-anak yang setiap hari harus turun naik untuk sekolah. Saya menawarkan untuk sementara tinggal di bawah. Kebunnya tetap bisa dikerjakan, orang tua tetap bisa naik ke sini untuk bertani, tetapi anak-anak bisa tinggal lebih dekat dengan sekolah,” katanya.
Selain persoalan akses pendidikan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga akan melakukan pemutakhiran data warga yang tinggal di kawasan tersebut.
Pemutakhiran data diperlukan agar keluarga yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh bantuan sosial reguler dari pemerintah.
Dikatakan Jeje, Pemkab Bandung Barat juga akan mengusulkan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) serta bantuan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga.
“Untuk sementara, kami menyiapkan solusi dengan rumah kontrakan yang lokasinya lebih dekat dengan sekolah, agar anak-anak bisa bersekolah dengan lebih aman dan nyaman,” kata Jeje.
Sementara itu, bagi dua keluarga lainnya yang memilih tetap tinggal di kawasan Gunung Solok Pandan, pemerintah daerah akan melihat secara langsung kondisi rumah masing-masing.
Hasil peninjauan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk bantuan perbaikan rumah yang dibutuhkan.
Bantuan perbaikan rumah akan diusulkan setelah kondisi bangunan dan kebutuhan warga dikaji lebih lanjut.
Jeje berharap langkah tersebut dapat menjadi solusi bagi warga yang selama ini tinggal di kawasan terpencil, tanpa menghilangkan akses mereka terhadap sumber penghidupan.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Asda I Kabupaten Bandung Barat Duddy Prabowo, S.Sos., Camat Cililin Opa Mustopa, S.H., K.P., Kapolsek Cililin IPTU Isman Rusmandijanto, Sekcam Cililin H. Bayu Iswadi Saputra, Bhabinkamtibmas Desa Batulayang Aiptu Moch. Said W., Babinsa Peltu Ade Sumarna, perangkat desa, serta tokoh masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat selanjutnya akan menindaklanjuti kebutuhan warga, mulai dari akses pendidikan, tempat tinggal yang lebih layak, bantuan sosial hingga usulan perbaikan rumah bagi keluarga yang tetap bertahan di kawasan Gunung Solok Pandan.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Instagram Jeje Ritchie Ismail







