Kolaborasi Lintas Sektor untuk Atasi PTM di Medan

- Penulis

Kamis, 5 Desember 2024 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

SekitarKita.id – Tingginya prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di Kota Medan, yang dipengaruhi oleh cara hidup perkotaan seperti pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta tingginya kebiasaan merokok, menjadi tantangan besar dalam menjaga kesehatan masyarakat. Berdasarkan information Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023, angka perokok aktif di kalangan pria dewasa di Medan sangat tinggi. Untuk alasan itu, Dr. Cashtry Meher, seorang praktisi kesehatan, menyampaikan bahwa penanganan PTM memerlukan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, sektor kesehatan, pendidikan, swasta, dan masyarakat untuk menghasilkan kebijakan yang tersambung dan efektif.

Dr. Cashtry juga menyoroti pentingnya pendekatan pragmatis dalam kebijakan kesehatan, seperti pengurangan risiko (hurt relief) untuk masyarakat yang sulit mengubah perilaku berisiko. Andaikan, menggantikan produk makanan tidak sehat dengan pilihan yang lebih aman atau memberikan alternatif tembakau bagi perokok. Pendekatan ini, yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan riset terkini, diharapkan bisa membantu mengurangi prevalensi PTM secara lebih efektif. Selain itu, pemberdayaan komunitas dan LSM untuk menjalankan program edukasi preventif dengan pendekatan non-public juga dinilai penting dalam mendorong adopsi cara hidup sehat di tingkat masyarakat.

Selain itu, penguatan infrastruktur layanan kesehatan yang baik dan kampanye edukasi publik yang terkoordinasi menjadi kunci dalam menyukseskan program pengurangan PTM. Sektor pendidikan pun perlu memastikan kebijakan yang diambil didasarkan pada information ilmiah yang akurat. Dr. Cashtry menekankan bahwa, terutama dalam hal pengurangan bahaya tembakau, produk alternatif berbasis riset bisa menjadi solusi yang lebih baik bagi perokok dewasa, daripada melarang merokok secara langsung yang terbukti kurang efektif.

Sebagai penutup, Dr. Cashtry memberi dukungan kebijakan berbasis bukti ilmiah yang bisa diimplementasikan di Kota Medan. Dia juga mengingatkan pentingnya akses informasi yang transparan keterkaitan produk tembakau alternatif, dengan begitu masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih bijak. Seiring dengan itu, kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan organisasi non-pemerintah sangat diperlukan untuk mengurangi prevalensi merokok dan PTM di masyarakat.

Sumber: VRI TIMES

[ad_2]

Source link



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru