Langit Kelabu, Jalan Basah, dan Cerita VinFast di Jakarta

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AdinJava“Silakan masuk, pak.” Tutur seorang sopir taksi listrik dengan ramah dan santun. Dari wajahnya yang kusut, ia tersenyum lembut—seperti seseorang yang baru saja meraih keberuntungan.

Sore hari, Jumat (7/11), Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat basah akibat hujan yang turun dengan ragu. Di bawah langit yang gelap, Suprapto, berusia 47 tahun, memegang erat kemudi mobilnya, lalu melirik sejenak ke kaca depan yang berkabut.

Dalam perjalanan suara hujan yang mengguyur atap mobil dan arus lalu lintas yang tak pernah berhenti, Suprapto menemukan ritme yang baru: santai dan efisien.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya juga baru saja mengendarai mobil listrik ini. Setelah saya mencobanya, ternyata lebih nyaman, lebih halus, dan lebih mudah dalam pengoperasiannya,” ujarnya kepada reporter AdinJava.

Suprapto memakai mobil listrik VinFast VF e34. Menurutnya, kendaraan yang diproduksi oleh Vietnam tidak hanya mengkhususkan diri dalam penjualan mobil listrik di Indonesia. Tetapi, lebih dari itu, pengguna dapatkan kenyamanan dari suspensi, perawatan, sampai fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang mudah ditemukan.

“Dari tempat pengisian daya, mereka sudah menyediakan dengan jumlah besar unit di Jabodetabek, sudah ada stasiun pengisian VinFast,” tutur pria yang telah lima bulan mengemudikan mobil listrik.

Setiap hari, Suprapto menghabiskan 12 jam berada di jalanan Jakarta—dengan rata-rata jarak tempuh sekitar 200 kilometer. Dengan jarak tersebut, ia hanya perlu mengeluarkan dana sebesar Rp51.000 dari dompetnya untuk pengisian daya listrik di SPKLU. Biaya ini jauh lebih murah dibandingkan memakai kendaraan yang menggunakan bahan bakar.

“Pengeluaran saya untuk pengisian daya hanya Rp51.000 in step with hari (lebih hemat),” ujarnya. Andai baterai tersisa 20 persen, saya tidak khawatir. Stasiun pengisian sudah dengan jumlah besar dan sangat nyaman,” ungkapnya.

Untuk saat ini berbincang, ayah dua anak tersebut mengingat pengalaman menyenangkan dari penumpangnya. Menurut Suprapto, dengan jumlah besar yang terkesan ketika pertama kali memakai mobil listrik ini.

“Mereka menyampaikan, ternyata enak juga, tidak bising, tidak berisik, nyaman saja.” Beberapa di antaranya mulai tertarik membeli mobil listrik setelah ia menjelaskan tentang biaya dan jangkauannya.

Selain sekadar pekerjaan, bagi Suprapto, mengemudikan mobil listrik merupakan bagian dari usaha kecilnya dalam mengurangi pencemaran udara serta memberi dukungan pemerintah dalam mewujudkan Web 0 Emission (NZE). “Andai ada teknologi baru yang membuat lingkungan menjadi lebih nyaman dan bebas emisi, saya sangat memberi dukungan,” ujarnya.

Upaya Web 0 Emission

Baca Juga:  Perubahan desain Samsung Galaxy S25 Ultra akan lebih jauh dari yang diharapkan

Emisi karbon di sektor transportasi darat menjadi penyumbang terbesar gasoline rumah kaca (GRK) di Indonesia. Menurut information yang dirilis oleh Institute for Crucial Products and services Reform (IESR) dalam laporan Indonesia Power Transition Outlook (IETO) 2024, sektor transportasi menghasilkan emisi sebesar 150 juta ton CO2e pada tahun 2022, dengan begitu menjadi kontributor ketiga terbesar setelah sektor energi dan industri.

Dari whole tersebut, sekitar 135 juta ton CO2e atau 90 persen berasal dari transportasi darat, dengan kendaraan pribadi menyumbang sekitar 106 juta ton CO2e atau 78 persen.

Situasi ini menjadi perhatian utama pemerintah andai ingin mewujudkan Web 0 Emision (NZE) pada tahun 2060. Untuk itu, diperlukan kebijakan yang jelas dan komitmen bersama guna menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Salah satu langkah-langkah adalah memberi dukungan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam pidatinya pada acara IIMS 2025 yang berlangsung dari 13 sampai 23 Februari 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, menyatakan bahwa pemerintah mempunyai komitmen kuat untuk mendorong pertumbuhan sektor otomotif, termasuk kendaraan listrik.

Beberapa langkah kebijakan, seperti penerbitan Paket Stimulus Ekonomi yang meliputi insentif pajak untuk kendaraan listrik dan hybrid, bertujuan untuk menjaga kemampuan belanja masyarakat sekaligus memberi dukungan industri otomotif serta mempercepat proses transisi menuju lingkungan yang lebih hijau.

“Paket ini diharapkan mampu memberi dukungan sektor otomotif, termasuk dalam mempercepat peralihan ke kendaraan yang ramah lingkungan,” tutur Agus saat memberikan sambutan pembukaan IIMS 2025, dilansir dari rilis pers.

Agus menekankan perlunya kerja sama antar berbagai pihak dalam menghasilkan inovasi terkini untuk menjaga dan meningkatkan minat masyarakat terhadap kendaraan bermotor, termasuk kendaraan listrik. “Untuk kendaraan ramah lingkungan, jumlah kendaraan listrik pada tahun lalu sampai lebih dari 207 ribu unit, naik cukup signifikan sebesar 78,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” tambahnya.

Sementara waktu, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Darmawan Prasodjo mengungkapkan, antusias masyarakat terhadap kendaraan listrik terus meningkat setiap tahun. Hal ini terlihat dari peningkatan penggunaan layanan pengisian di rumah (HCS) serta Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Pada tahun 2024, jumlah fasilitas HCS meningkat sebesar 302%—dari 9.393 unit pada 2023 menjadi whole 28.356 unit pada 2024. Peningkatan jumlah fasilitas HCS ini juga diiringi dengan kenaikan penggunaan kilowatt hour (kWh) HCS sampai 403%, dari 2,9 juta kWh pada 2023 menjadi 11,8 juta kWh pada 2024.

Baca Juga:  Apa itu Struktur Pasar: Jenis, Fitur, dan Contoh

Selain itu, jumlah transaksi di SPKLU meningkat tajam sebesar 337 persen menjadi 402.509 kali transaksi, dibandingkan dengan tahun 2023 yang berjumlah 119.600 kali transaksi. Dari seluruh SPKLU yang ada, penggunaan listrik oleh kendaraan listrik juga merasakan peningkatan signifikan sebesar 370 persen, dari 2,4 juta kWh pada 2023 menjadi 9,1 juta kWh pada 2024.

“Kendaraan listrik ini semakin terkenal di kalangan masyarakat Indonesia, mengingat itu PLN terus berkomitmen memberi dukungan perkembangan ekosistem kendaraan listrik. Langkah ini selaras dengan visi swasembada energi, di mana sumber energi bersih yang merupakan kekayaan bangsa menjadi bahan bakar utama dalam sektor transportasi dengan begitu mampu mendorong pertumbuhan ekonomi,” tutur Darmawan dilansir melalui pernyataan resmi PLN.

Selanjutnya, dukungan PLN terhadap lingkungan kendaraan listrik di Indonesia dilakukan dengan menyediakan pasokan energi yang memadai dan stabil, keberadaan infrastruktur tempat pengisian daya sampai layanan yang terhubung melalui aplikasi PLN Cell.

“PLN telah mengelola infrastruktur pendukung kendaraan listrik yang berada di berbagai wilayah Indonesia. Sampai untuk saat ini, terdapat sebanyak 3.385 SPKLU, 2.240 SPBKLU (Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum), serta 9.956 SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum),” tutur Darmawan.

 

Komitmen VinFast Memberi dorongan untuk Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia

Sebagai produsen mobil listrik, VinFast telah menciptakan salah satu ekosistem mobilitas ramah lingkungan yang paling komprehensif di dunia—tindakan yang membuatnya berbeda dalam peta perubahan kendaraan listrik global.

Perluasan perusahaan ke Indonesia menjadi bukti nyata. Meski demikian lahir di Vietnam, VinFast mencerminkan semangat bersama negara-negara Asia Tenggara dalam menegaskan keberadaan industri mereka di panggung internasional. Di Indonesia, VinFast menemukan “rumah kedua,” dengan menyediakan sistem mobilitas ramah lingkungan yang tersambung dan telah terbukti sukses di tanah airnya.

Hanya dalam waktu setahun sejak peluncuran resminya, VinFast telah mengeluarkan berbagai version yang sesuai dengan selera pasar Indonesia – mulai dari VF 3, VF 5, VF 6, VF e34, sampai VF 7 yang baru dirilis. Semua version ini didukung oleh kebijakan penjualan dan layanan purna jual yang menarik agar penggunaan kendaraan listrik menjadi lebih terjangkau dan menarik bagi konsumen.

Selain itu, VinFast bekerja sama dengan broker, penyedia layanan, serta financial institution besar dalam membangun sistem pendukung yang mempermudah peralihan pengguna ke kendaraan bertenaga listrik.

Salah satu terobosan utama dari VinFast adalah sistem langganan baterai, yang merupakan wujud nyata dari prinsip kepuasan pelanggan. Version ini mengurangi biaya awal saat membeli kendaraan, sekaligus menawarkan jaminan perawatan dan penggantian baterai selama masa. VinFast juga menyertakan jaminan harga jual kembali, dengan begitu pelanggan dapatkan perlindungan terhadap risiko penurunan nilai kendaraan.

Baca Juga:  Penawaran: HMD Skyline mulai dipesan, Realme GT 6 dan GT 6T tetap mempertahankan harga rendah

Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia, menekankan bahwa program langganan baterai bukan hanya strategi harga. Menurutnya, ini merupakan cara untuk memperluas akses kendaraan listrik bagi para pelanggan.

Dengan memisahkan biaya baterai, kami mampu menurunkan harga awal secara signifikan, yang merupakan salah satu hambatan utama bagi dengan jumlah besar pengguna. Pada situasi yang sama, kebijakan berlangganan fleksibel tanpa batas jarak tempuh serta garansi baterai selamanya memberikan rasa aman penuh bagi konsumen dalam jangka panjang,” ungkapnya dalam pernyataan resmi VinFast, Sabtu (8/11).

Dikatakan oleh Kariyanto, solusi ini mempermudah pelanggan mengakses kendaraan listrik tanpa harus segera mengorbankan kualitas, keamanan, atau pelayanan setelah pembelian. “Solusi ini berkontribusi dalam peralihan menuju mobilitas hijau yang lebih berkelanjutan dan merata,” tambah Kariyanto.

Komitmen ini meliputi infrastruktur krusial. Melalui V-Inexperienced, perusahaan pengisian daya global yang didirikan oleh Chairman Vingroup dan CEO VinFast, Pham Nhat Vuong, Indonesia kini menjadi pusat dari rencana ambisius untuk mengembangkan jaringan pengisian daya internasional.

Untuk mempercepatnya penerimaan, pemilik kendaraan listrik VinFast di Indonesia bisa mengakses pengisian daya secara tanpa biaya, langkah nyata untuk mengatasi hambatan utama dalam elektrifikasi.

Inisiatif lain yang diluncurkan adalah Inexperienced SM, yang secara serentak terus memperluas cakupannya, memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk mencoba kendaraan listrik cerdas VinFast melalui layanan taksi, dengan begitu mobilitas ramah lingkungan bisa secepatnya diakses.

Untuk memperkuat dasar jangka panjang, VinFast memutuskan Indonesia sebagai satu-satunya pasar di kawasan Asia Tenggara selain Vietnam yang dipilih untuk pembangunan pabrik yang terletak di Subang, Jawa Barat.

Pabrik ini dibangun sebagai tempat di mana gagasan bertemu dengan kesempatan, ribuan pekerjaan dihasilkan, dan tenaga kerja setempat dilatih untuk menguasai teknologi masa depan. Dengan memperkuat aspek lokal dan mengembangkan generasi muda berbakat, VinFast turut berkontribusi dalam membentuk masa depan industri Indonesia.

Untuk VinFast, bolak-balik ini bukan sekadar menjadi para pemain asing di pasar yang baru. Justru, ini tentang menjadi bagian dari sebuah kisah bersama. Dalam kreativitas generasi muda Indonesia, dalam ketertarikan kelas menengah yang sedang berkembang, dan dalam visi para pengambil kebijakan, VinFast lihat gambaran ambisinya sendiri. (*)



Berita Terkait

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025
Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi
Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?
Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?
Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Andai Tidak Dapat Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin saja Tua Lebih Cepat, Tutur Psikologi

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:59 WIB

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:14 WIB

Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:44 WIB

Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:59 WIB

Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:29 WIB

Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru