SEKITARKITA.id – Lonjakan kunjungan wisata selama libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tercatat belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Pengelola mencatat kenaikan jumlah wisatawan hanya sekitar 10 persen dibanding hari biasa, menandakan momentum libur Imlek belum sepenuhnya mendorong mobilitas wisata seperti tahun-tahun sebelumnya.
Manager Operasional Floating Market Lembang, Melanie Karnadi, menyebutkan peningkatan tersebut relatif terbatas karena periode libur berdekatan dengan persiapan masyarakat menyambut Ramadan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi itu membuat sebagian warga memilih menghabiskan waktu bersama keluarga atau fokus pada aktivitas tradisi lainnya.
“Pada libur panjang Imlek memang ada kenaikan, tetapi tidak terlalu signifikan. Sekitar 10 persen peningkatan kunjungan wisatawan,” ujar Melanie saat ditemui wartawan di lokasi, Selasa (17/2/2026).
Ia menjelaskan, komposisi pengunjung masih didominasi wisatawan domestik dari luar Bandung Raya. Selain itu, kunjungan wisatawan mancanegara juga tercatat meski jumlahnya terbatas dan berasal dari kawasan regional.
“Wisatawan luar kota masih ada. Turis asing juga tercatat datang, kebanyakan dari Malaysia dan Singapura,” katanya.
Menghadapi dinamika kunjungan tersebut, pengelola mulai mengalihkan fokus persiapan menuju momentum libur Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah atau libur Lebaran 2026 yang diproyeksikan menjadi periode kunjungan puncak berikutnya.
Sejumlah pembaruan wahana disiapkan untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata keluarga di kawasan Lembang.
Salah satu fasilitas terbaru yang diperkenalkan adalah Kereta Danau serta wahana Floating Cruise Lambho. Kedua wahana ini dirancang untuk memberikan pengalaman rekreasi berbasis air yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga.
“Wahana terbaru masih sangat baru, ada Kereta Danau dan Floating Cruise Lambho. Tujuannya agar bisa dinikmati bersama seluruh anggota keluarga,” jelas Melanie.
Faktor cuaca juga menjadi perhatian pengelola dalam menjaga kenyamanan pengunjung. Meski hujan kerap turun pada sore hari, kawasan wisata telah menyiapkan alternatif aktivitas, khususnya di area kuliner dan pasar apung.
“Kami berharap cuaca mendukung. Kalau hujan, pengunjung tetap bisa menikmati hidangan di food court atau area pasar apung sambil menunggu hujan reda,” ungkapnya.
Untuk memeriahkan suasana Imlek, pengelola turut menghadirkan pertunjukan barongsai dan liong dari kelompok Tian Long Shi Dui. Atraksi tersebut dikemas berbeda dengan memanfaatkan wahana baru, sehingga para pemain berkeliling danau menggunakan kereta dan perahu.
“Seperti biasa ada pertunjukan barongsai dan liong. Kali ini mereka berkeliling danau menggunakan kereta dan perahu untuk menghibur pengunjung,” imbuhnya.
Meski jumlah pengunjung belum memuncak, Melanie berharap rangkaian atraksi dan inovasi wahana dapat menarik minat wisatawan sepanjang hari.
“Pengunjung saat ini memang belum terlalu signifikan, tapi kami berharap semakin siang semakin ramai. Tujuannya untuk menghibur pengunjung yang datang,” tuturnya.
Ia pun berharap perayaan Imlek tahun ini membawa dampak positif bagi sektor pariwisata sekaligus keberkahan bagi masyarakat luas.
“Semoga tahun ini membawa kesuksesan bagi kita semua dan semua dalam keadaan sehat,” tandasnya.
Dinamika kunjungan wisata selama libur Imlek menunjukkan sektor pariwisata masih menghadapi fluktuasi yang dipengaruhi faktor kalender budaya, preferensi masyarakat, hingga kondisi cuaca.
Inovasi wahana dan atraksi tematik menjadi langkah strategis pengelola Floating Market Lembang untuk menjaga daya saing destinasi sekaligus mengamankan arus kunjungan pada libur Lebaran 2026 mendatang.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








