Karawang | SekitarKita.id,- Buruknya akses infrastruktur berlubang dan bergelombang di ruas Jalan Raya Tanjungpura- Rengasdengklok, Kabupaten Karawang itu dikeluhkan warga dan pengendara sekitar.
Ironisnya, warga beberapa waktu lalu menggelar aksi damai ke Bupati Karawang tepatnya bulan Maret 2023 seolah tak digubris oleh pemerintah, sederhana tuntutan masyarakat Karawang Utara yakni ingin diperbaiki jalan secara permanen.
Tokoh masyarakat Karawang Utara, Syarif Husen mengatakan, pihaknya mengakui, pemerintah setempat sering melakukan perbaikan jalan namun dinilai tidak efekktif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, kerusakan jalan tersebut sudah terjadi bertahun-tahun, namun perbaikan yang dilakukan pemerintah selama ini hanya tambal sulam. Padahal, kata dia, jalan tersebut merupakan akses utama mobilitas warga Karawang Utara.
Syarif Husen yang juga sebagai ketua Sentral Gerakan Pemuda Rengasdengklok mengklaim, lemahnya pengawasan dan monitoring dari dinas terkait dalam pengerjaan proyek jalan tersebut.
“Ada beberapa ruas jalan Tanjung Pura-Rengasdengklok dibiarkan rusak begitu saja. Keinginan saya di jalan tanjung pura-Rengasdenglok-Batujaya bisa bertambah rambu-rambu lalu lintas seperti penerangan jalan,” kata Syarif kepada SekitarKita.id, senin (04/03/2024).
Ia menyebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat terkait aduan masyarakat tersebut.
“Alhamdulillah saat kami konfirmasi ke Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat responnya bagus dan langsung di perbaiki kurang lebih KM 8, untuk sisa nya akan di perbaiki di tahun 2024,” ucapnya.
Ia menegaskan, baik itu Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karawang maupun Pemprov Jabar untuk mengevaluasi kinerja kontraktor yang melakukan pengerjaan proyek jalan dan meninjau hasil pengerjaan kontraktor lelang tersebut.
“Untuk gerakan kedua yang lakukan kemarin kami mengadakan gerakan tandai lubang, untuk itu kami akan melayangkan surat tertulis resmi kepada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, PJ Gubernur, Bupati Karawang dan Dinas PUPR Karawang ,” jelas dia kembali.
Syarif berencana, setelah melayangkan surat kemudian tidak ada respon, maka ia akan melakukan aksi bersama masyarakat Karawang Utara melakukan gerakan tutup lubang agar mengundang perhatian publik.
“Barusan saya konfirmasi ke UPTD III Bandung merespon bahwasanya tetap jalan tersebut akan di selenggarakan tahun 2024, disaat kami tanyakan kembali bulan apa di kerjakan belum direspon,” papar Syarif.
Pihaknya mengatakan, di tahun 2023 saat masih menjabat wakil Bupati Karawang yang kini sudah menjadi Bupati sempat berdialog bersama Dinas PUPR terkait keluhan masyarakat agar supaya akses jalan tersebut dikerjakan secara serius (permanen).
“Bupati Karawang H. Aep merespon kami akan berupaya jika tahun 2024 anggaran perbaikan tersebut akan direalisasikan, ini kan sudah jadi peringatan dengan adanya gerakan kita kemarin akan kami kembali mengirim surat ke Pemprov Jabar dan Kementrian PUPR,” tegasnya.
“Bahkan kami memberikan usulan kepada Pemda Karawang, Satlantas Polres Karawang, Dishub Jabar untuk dibuatkan aturan pemberlakuan jalan untuk mobil-mobil Besar, bahkan saya mengusulkan untuk diberlakukannya dana CSR (Corporate social responsibility) dari perusahaan di Karawang Utara dialokalisasikan perbaikan jalan tersebut,” sambungnya.
Ia berharap, Pemda Karawang sendiri tetap melakukan upaya-upaya kewenangan-kewenangan tersebut untuk perbaiki Baik itu secara permanen, perbaikan jalan secara berkala.
Jangan sampai terjadi lempar tanggung jawab antara Pemda Karawang dan Pemprov Jabar, jika hal itu dibiarkan maka akan berdampak kepada kerusakan yang semakin parah.
“Jangan hanya ada perintah dari Pemprov Jabar, Pemda Karawang baru gerak, jadi kesannya ketika ada arahan baru mereka gerak kayak seolah lepas tanggung jawab,” cetusnya.
“Tidak hanya jalan Provinsi saja yang dikeluhkan masyarakat di Karawang, melainkan beberapa ruas jalan pedesaan yang menghambat mobilitas perekonomian masyarakat Karawang, ini perlu dievaluasi kinerja Dinas,” tandasnya.
Laporan: Andyka Nugroho
Editor: abdul Kholilulloh







