[ad_1]
Samsung Electronics memposting perkiraan pendapatannya untuk Q3 2024 dan menyampaikan laba akan 10% tidaklah sebaik perkiraan sebelumnya. Alasan utamanya adalah penundaan tak terduga dalam bisnis chip AI dari pelanggan utama yang tidak dikatakan namanya, tetapi perusahaan tidak menjelaskan lebih lanjut.
Samsung menyampaikan bahwa pendapatan di divisi seluler meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya, yang merupakan periode peluncuran Galaxy Z Fold6 dan Galaxy Z Flip6 yang bisa dilipat. Divisi layar juga merasakan peningkatan seiring Apple mengorbitkan iPhone-nya, yang sebagian besar memakai panel Samsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
| (semua unit dalam KRW/USD) | Q3 2024 Panduan Penghasilan |
Q2 2024 | Perubahan QoQ | Q3 2023 | Perubahan YoY |
| Penjualan | 79 triliun / 58,6 miliar |
74,07 triliun / 55 miliar |
6,7% | 67,4 triliun / 50 miliar |
17,2% |
| Laba usaha | 9,1 triliun / 6,7 miliar |
10,44 triliun / 7,75 miliar |
-12,8% | 2,43 triliun / 1,8 miliar |
274,4% |
Reuters mengutip beberapa analis yang juga tidak lihat pendapatan membaik pada kuartal ini. Samsung masih tertinggal dari SK Hynix, sebab pesaingnya di Korea Selatan meningkatkan penjualan chip HBM (memori bandwidth tinggi), chip utama yang digunakan untuk pemrosesan AI.
Respons Samsung yang terlambat terhadap tren baru dalam teknologi telah memaksa perusahaan untuk mengandalkan chip tradisional dengan margin lebih rendah. Pasar ini perlahan-lahan disusupi oleh persaingan dari Tiongkok sebab permintaan yang melambat.
Galaxy Z Flip6 (kiri) di sebelah Z Fold6
Younger Hyun Jun, Wakil Ketua Divisi Solusi Perangkat Samsung, menyampaikan, “Ini adalah masa ujian bagi perusahaan.” Dia berjanji untuk mengubah tantangan menjadi peluang dan fokus pada peningkatan daya saing teknologi jangka panjang.
Sumber | Melalui
[ad_2]
Sumber: gsmarena








