Petani Merugi Rp3,2 Triliun, Mentan Soroti Skandal Pangan dan Pupuk Palsu

- Penulis

Senin, 8 September 2025 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen memberantas mafia pangan. (Instagram/a.amran_sulaiman)

i

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen memberantas mafia pangan. (Instagram/a.amran_sulaiman)

SEKITARKITA.id– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan sikap tegas pemerintah dalam memberantas praktik mafia pangan yang merugikan petani dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Amran saat menghadiri acara Dies Natalis ke-85 Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Sabtu (6/9/2025) dikutip Sekitarkita.id dari Bangbara.com.

Amran mengungkapkan bahwa mafia pangan, khususnya di sektor perberasan, tidak boleh dibiarkan menguasai ekosistem agribisnis nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan investigasi Kementerian Pertanian, ditemukan fakta mengejutkan bahwa 212 dari 268 merek beras premium tidak memenuhi standar kualitas. Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke aparat penegak hukum.

“Kami tidak akan tinggal diam. Mafia pangan ini merugikan petani, memukul konsumen, dan menciptakan ketidakadilan. Negara tidak boleh kalah,” tegas Amran.

Selain persoalan beras, Mentan juga menyoroti masalah serius lain, yakni maraknya pupuk palsu dan tata kelola pupuk bersubsidi.

Ia mencontohkan, banyak pupuk yang beredar tidak memiliki unsur hara yang memadai, sehingga menyebabkan petani gagal panen. Akibatnya, kerugian petani ditaksir mencapai Rp3,2 triliun.

Baca Juga:  Pengawasan Minyakita di KBB: Disperindag Temukan Takaran Kurang dari 1 Liter 

“Bayangkan, petani yang hanya bermodal pinjaman KUR harus menanggung kerugian besar karena pupuk yang digunakan tidak berkualitas. Ini sangat menyakitkan,” ungkapnya.

Related Posts

Menurut Amran, kompleksitas persoalan pangan tidak mungkin ditangani oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari aparat penegak hukum, perguruan tinggi, hingga pelaku usaha agar permasalahan mafia pangan, pupuk, dan tata kelola agribisnis dapat dibereskan.

“Kalau kita bersama, saya yakin kita bisa membereskan masalah mafia pangan dan berbagai isu pertanian lainnya. Ini perjuangan kita semua,” ujarnya.

“Dengan langkah tegas ini, Kementerian Pertanian berharap dapat memperbaiki ekosistem pangan nasional, melindungi petani, serta memastikan masyarakat mendapatkan produk pertanian yang berkualitas dengan harga terjangkau,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : (Instagram/a.amran_sulaiman)/ Bangbara.com

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Golkar KBB: Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Picu Kecurigaan Publik terhadap Birokrasi
Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto
Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya
Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”
Dedi Mulyadi Tegur Wali Kota Cimahi Soal Peredaran Tramadol ‘Sikat Saja’ Jangan Takut 
KPK Ingatkan Celah Korupsi Sektor Pertanahan, Bandung Barat Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian
Persib Lolos ke Final Piala Presiden 2026, Ketum BOMBER Dian Purnama Puji Performa Solid Maung Bandung 
Nobar Persib vs Persija di GOR Sangkuriang Cimahi, BOMBER KBB Ajak Bobotoh Ramaikan Semifinal Piala Presiden 2026

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Golkar KBB: Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Picu Kecurigaan Publik terhadap Birokrasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Dedi Mulyadi Tegur Wali Kota Cimahi Soal Peredaran Tramadol ‘Sikat Saja’ Jangan Takut 

Berita Terbaru