Program BUMDesma, DPMD KBB Tetapkan Gua Pawon sebagai Ikon Ekonomi Desa Cipatat

- Penulis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor DPMD KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Kantor DPMD KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Kabupaten Bandung Barat (KBB) memiliki banyak potensi wisata alam yang bisa dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Salah satunya berada di kawasan karst Citatah, Kecamatan Cipatat, tepatnya di Wisata Gua Pawon Kampung Cibukur, Desa Gunungmasigit.

Gua Pawon kini disiapkan menjadi ikon wisata sekaligus sentral ekonomi desa melalui program Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) memastikan pengembangan kawasan perdesaan di Cipatat dilakukan secara kolaboratif.

Hal ini diungkapkan Kabid Administrasi Desa DPMD KBB, Hendi, saat ditemui di kantornya, Kamis (2/10/2025).

 

Kantor DPMD KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Kantor DPMD KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Menurut Hendi, sebanyak 9 desa di Cipatat resmi bergabung dalam program BUMDesma berbasis pariwisata dengan Gua Pawon sebagai sentral utama.

Kesembilan desa tersebut meliputi:

1. Desa Cipatat

2. Desa Citatah

3. Desa Gunung Masigit

4. Desa Cirawamekar

5. Desa Nyalindung

6. Desa Sumur Bandung

7. Desa Mandalasari

8. Desa Rajamandala Kulon

9. Desa Cipataharja

Baca Juga:  Mematikan! Warganet soroti Lemparan Jarak Jauh Pratama Arhan di Laga Timnas Indonesia vs Laos

“Sentralnya adalah Gua Pawon. Desa-desa sekitar akan mendukung keberadaan ikon wisata tersebut dengan menghadirkan produk unggulan lokal, kuliner, hingga kerajinan khas,” ujar Hendi.

Pembentukan kawasan perdesaan ini melalui musyawarah antar desa. Dari total 12 desa di Cipatat, hanya 9 yang masuk program karena memiliki kedekatan geografis dan potensi ekonomi yang relevan.

Kabid Administrasi Desa DPMD KBB, Hendi (foto: Abdul Kholilulloh)
Kabid Administrasi Desa DPMD KBB, Hendi (foto: Abdul Kholilulloh)

“Desa yang agak jauh posisinya memang tidak dimasukkan. Namun ke depan, pengembangan serupa bisa diterapkan di wilayah lain, misalnya Sindangkerta dengan jagung atau di sekitar Tangkuban Perahu,” jelasnya.

Peran BUMDesma sebagai Sentral Ekonomi Desa

BUMDesma akan menjadi wadah kolektif pemasaran produk desa, mulai dari durian Cipatat, hasil pertanian jagung, kuliner tradisional, hingga kerajinan tangan.

“BUMDesma akan menjadi sentral pemasaran dan pengembangan produk desa. Nantinya, produk unggulan sembilan desa ini bisa dipromosikan langsung di kawasan wisata Gua Pawon,” tegas Hendi.

Selain sektor wisata, DPMD juga menggandeng Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan berbasis Balai Latihan Kerja (BLK).

Baca Juga:  Mayor, Sapi Jumbo Asal Bandung Barat Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo

Program yang disiapkan antara lain tata boga, menjahit, tata rias, barista, pertanian, hingga peternakan.

Hendi menekankan perlunya pemisahan peran antara BUMDes dan koperasi. Jika koperasi berfokus pada kebutuhan pokok masyarakat, maka BUMDes diarahkan untuk mengembangkan potensi unggulan desa.

“Kalau dulu BUMDes bisa mengelola sembako, sekarang kita dorong lebih kreatif. Misalnya Desa Mekarsari ingin fokus jagung, itu yang diprioritaskan. Koperasi tetap berjalan sebagai penyedia kebutuhan warga,” ungkapnya.

Menurut Hendi, pengembangan kawasan perdesaan Cipatat yang berpusat di Gua Pawon juga sejalan dengan program nasional.

Dengan statusnya sebagai ikon wisata berkelas internasional, Gua Pawon diharapkan mampu menjadi magnet pariwisata sekaligus penggerak ekonomi desa.

“Gua Pawon sudah jadi perhatian nasional bahkan internasional. Tugas desa-desa sekitarnya adalah menghadirkan produk unggulan yang bisa menarik wisatawan,” katanya.

Melalui pengembangan kawasan perdesaan berbasis ikon wisata, Pemkab Bandung Barat berharap terjadi pemerataan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan lahirnya desa mandiri.

“Fokus awal di Cipatat dengan Gua Pawon. Namun ke depan, konsep serupa bisa diterapkan di wilayah lain. Intinya, setiap kawasan perdesaan harus punya ikon sentral ekonomi yang didukung desa sekitarnya,” tutup Hendi.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Teror Rampok Berkedok Pocong Viral di Bandung Barat, Warga Padalarang Resah
Bupati Jeje Apresiasi Persib Bandung Juara Super League 2026, Bobotoh Diimbau Tetap Tertib
Pawai Juara PERSIB 2026 Disambut Lautan Bobotoh, Tradisi Sejak 1937 Terus Berlanjut
PERSIB Cetak Sejarah! Jadi Klub Pertama Juara Liga Indonesia Tiga Kali Beruntun
Belatung Ikut Ngantor, Sampah Jadi Pegawai Teladan di Ngamprah Bandung Barat
Bojan Hodak Sebut Beckham Putra dan Federico Barba Layak Raih Penghargaan Bergengsi
Selamatkan Warisan Sunda, Bandung Barat Targetkan Verifikasi Naskah Kuno Pertama di 2026
Bupati Bandung Barat Dorong Musorkab KONI 2026 Perkuat Prestasi Atlet Daerah

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 02:16 WIB

Teror Rampok Berkedok Pocong Viral di Bandung Barat, Warga Padalarang Resah

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:50 WIB

Bupati Jeje Apresiasi Persib Bandung Juara Super League 2026, Bobotoh Diimbau Tetap Tertib

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:46 WIB

Pawai Juara PERSIB 2026 Disambut Lautan Bobotoh, Tradisi Sejak 1937 Terus Berlanjut

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:02 WIB

PERSIB Cetak Sejarah! Jadi Klub Pertama Juara Liga Indonesia Tiga Kali Beruntun

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:59 WIB

Belatung Ikut Ngantor, Sampah Jadi Pegawai Teladan di Ngamprah Bandung Barat

Berita Terbaru