Raffi Ahmad Puji Jeje Ritchie Ismail, Tapi Ingatkan: Tak Ada Superman dalam Pemerintahan

- Penulis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad didampingi istri saat menghadiri JAJARANS FESTIVAL di Kota Baru Parahyangan Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad didampingi istri saat menghadiri JAJARANS FESTIVAL di Kota Baru Parahyangan Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail.

Namun, di balik pujian tersebut, Raffi mengingatkan bahwa pemerintahan daerah tidak boleh bergantung pada satu figur.

Menurut Raffi, seorang kepala daerah memang memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendati itu, keberhasilan pemerintahan Kabupaten Bandung Barat (KBB) tetap membutuhkan kerja bersama seluruh jajaran pemerintahan.

Hal itu disampaikan Raffi Ahmad usai menghadiri JAJARANS FESTIVAL di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu sore, 8 Agustus 2026. Raffi hadir didampingi istrinya, Nagita Slavina.

“Tidak ada yang namanya Superman, tidak ada orang yang hebat sendirian,” ujar Raffi.

Raffi menilai kemampuan seorang kepala daerah akan terus mengalami evolusi, perubahan, dan inovasi seiring berjalannya waktu. Karena itu, kepemimpinan Bupati Jeje Ritchie Ismail tidak semestinya dipandang sebagai kerja individual.

Menurutnya, Bupati Bandung Barat memiliki perangkat pemerintahan yang harus bergerak secara bersama-sama, mulai dari Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail, Sekretaris Daerah (Sekda) Ade Zakir, hingga seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca Juga:  Korsleting Diduga Jadi Pemicu, Tiga Tempat Usaha di Cimahi Dilalap Api saat Warga Terlelap
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad didampingi istri saat menghadiri JAJARANS FESTIVAL di Kota Baru Parahyangan Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad didampingi istri saat menghadiri JAJARANS FESTIVAL di Kota Baru Parahyangan Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

Komunikasi dan kekompakan, kata Raffi, menjadi salah satu kunci penting agar pembangunan di Kabupaten Bandung Barat dapat berjalan secara efektif.

“Ada Pak Wakil, ada Pak Sekda yang mendampingi, dan juga semua teman-teman dari media Kabupaten Bandung Barat, dan juga teman-teman di pusat yang mendukung. Intinya komunikasi tetap kompak,” ungkapnya.

Pesan Raffi Ahmad tersebut menjadi penting di tengah tuntutan masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mampu menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan warga.

Menurutnya, keberhasilan pemerintahan tidak cukup hanya diukur dari seberapa kuat figur kepala daerah tampil di ruang publik. Pemerintahan membutuhkan kerja kolektif, koordinasi birokrasi, konsistensi kebijakan, serta kemampuan menerjemahkan program menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

Raffi juga mengatakan komunikasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus dilakukan. Dukungan tersebut, menurutnya, tidak hanya ditujukan kepada Kabupaten Bandung Barat, tetapi juga berbagai daerah lainnya.

“Kita juga sering berkomunikasi dari pusat. Saya rasa bukan hanya dengan KBB saja tapi sama semuanya,” katanya.

Meski demikian, dukungan pemerintah pusat maupun komunikasi lintas pemerintahan bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah daerah.

Baca Juga:  Suara Perubahan dari Tepi Citarum: P4KBB Gelar Makrab di Sanghyang Kenit Cipatat

Ujian sebenarnya tetap berada di tengah masyarakat. Apakah perubahan yang dilakukan pemerintah benar-benar terasa? Apakah pelayanan publik semakin mudah? Apakah pembangunan mampu menjawab kebutuhan warga? Dan apakah berbagai program pemerintah dapat menyelesaikan persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat?

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena masyarakat tidak hanya membutuhkan komunikasi dan slogan kemajuan. Warga membutuhkan hasil yang nyata.

Raffi menekankan pentingnya perubahan yang terus bergerak ke arah yang lebih baik. Menurutnya, pembangunan di Kabupaten Bandung Barat harus mampu memberikan kemajuan dari tahun ke tahun.

“Harus terus ada perubahan. Setiap kemajuan yang bisa lebih baik. Dan itu salah satu hal yang paling penting buat masyarakat, buat warga Kabupaten Bandung Barat,” tuturnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memiliki pekerjaan rumah yang tidak ringan. Setiap tahun harus ada peningkatan, bukan sekadar pergantian program, tetapi peningkatan kualitas pelayanan dan hasil pembangunan.

Bagi Bandung Barat, tantangan tersebut semakin penting karena pembangunan daerah membutuhkan kesinambungan. Pemerintahan tidak bisa berhenti pada pencapaian sesaat ataupun mengandalkan popularitas seorang pemimpin.

Baca Juga:  Api Lalap Pabrik Majun, Merembet 2 Kelas di Bandung Barat

“Bupati Jeje, Wakil Bupati, Sekda, dan seluruh perangkat daerah harus mampu membangun sistem yang tetap berjalan meski figur dan momentum politik berubah,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, pernyataan Raffi Ahmad mengenai “tidak ada Superman” dapat dimaknai sebagai pengingat bahwa pemerintahan yang sehat bukanlah pemerintahan yang bertumpu pada satu orang.

Kepala daerah memang menjadi wajah pemerintahan. Namun, kualitas pemerintahan justru terlihat dari seberapa kuat sistem birokrasi bekerja di belakang figur tersebut.

Raffi pun berharap Kabupaten Bandung Barat terus berkembang dan mengalami kemajuan dari tahun ke tahun.

“Pokoknya, maju terus. Dari tahun ke tahun Kabupaten Bandung Barat berkembang terus,” pungkasnya.

Harapan tersebut kini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Sebab, kemajuan daerah tidak cukup hanya diklaim, tetapi harus terlihat dan dirasakan langsung dalam kehidupan masyarakat.

Pada akhirnya, ukuran paling jujur terhadap keberhasilan kepemimpinan bukan seberapa banyak pujian yang diterima seorang kepala daerah, melainkan seberapa nyata perubahan yang dirasakan masyarakat Kabupaten Bandung Barat.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular
Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur
Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:31 WIB

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

Senin, 28 September 2026 - 14:07 WIB

Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Senin, 28 September 2026 - 10:50 WIB

Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Berita Terbaru