Tata Ruang di Bandung Barat Amburadul, Dadang M. Naser: Perumahan di Atas Gunung Salah

- Penulis

Kamis, 12 Juni 2025 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPR RI, Dadang M. Naser (foto: dok. Sekitarkita.id/ilustrasi)

i

Anggota Komisi IV DPR RI, Dadang M. Naser (foto: dok. Sekitarkita.id/ilustrasi)

SEKITARKITA.id – Anggota Komisi IV DPR RI, Dadang M. Naser, melontarkan kritik tajam terhadap kekacauan tata ruang di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Menurutnya, maraknya pembangunan perumahan di kawasan perbukitan adalah bukti nyata dari lemahnya pengawasan dan pembiaran terhadap pelanggaran aturan tata ruang.

Dalam agenda reses di Kecamatan Cisarua, Rabu, 11 Juni 2025, politisi Partai Golkar itu menyoroti langsung keberadaan hunian di kawasan yang semestinya dilindungi. Ia bahkan menyaksikan sendiri perumahan dibangun di atas gunung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya lewat dari Cililin, lihat sendiri ada rumah di atas gunung, ada perumahan di atas gunung. Ini salah dan harus dikoreksi,” tegas Dadang.

Anggota Komisi IV DPR RI, Dadang M. Naser (foto: dok. Sekitarkita.id/ilustrasi)
Anggota Komisi IV DPR RI, Dadang M. Naser (foto: dok. Sekitarkita.id/ilustrasi)

Zonasi Dilanggar, Potensi Bencana Meningkat

Mantan Bupati Bandung dua periode ini mengingatkan pentingnya penerapan sistem zonasi tata ruang secara ketat.

Dalam sistem tersebut, kata dia, terdapat pembagian warna, merah untuk industri, kuning untuk pemukiman, dan hijau untuk ruang terbuka hijau (RTH) yang tidak boleh dialihfungsikan.

Related Posts

“Lahan hijau itu harus lebih besar. Sekitar 60 persen dari kawasan harus tetap hijau. Sisanya baru bisa dibangun sesuai zonasinya. Ini soal pengendalian tata ruang,” jelasnya sambil menunjukkan grafik zonasi.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Kasus Pencurian Rp600 Juta di Cimahi, Penjaga Rumah Jadi Pelaku

Ia menjelaskan, fenomena banjir dan longsor di Lembang disebutnya sebagai dampak langsung dari ketidaktertiban dalam pengelolaan ruang.

Ia menekankan pentingnya mematuhi Peraturan Gubernur tentang Kawasan Bandung Utara (KBU) yang mengatur bahwa 80 persen lahan harus tetap menjadi RTH, sementara hanya 20 persen yang boleh dibangun.

“Di Cisarua yang merupakan dataran tinggi, aturannya sama. Yang boleh dibangun hanya 20 persen, sisanya harus tetap terbuka. Jangan dibalik!” kata Dadang.

Solusi Ekologis: Agroforesting dan Penegakan Hukum

Dadang juga mendorong rehabilitasi kawasan hutan yang rusak melalui pendekatan agroforesting sebuah metode yang menggabungkan pertanian dan kehutanan untuk mendukung kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.

Namun menurutnya, akar masalah terletak pada lemahnya penegakan hukum tata ruang. Meski aturan sudah jelas, masih banyak pihak yang bersikap seolah tidak tahu.

“Hukum tata ruang itu pidananya tegas. Cuma sayangnya, banyak yang pura-pura tidak tahu,” sindirnya.

Pernyataan Dadang M. Naser ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah dan instansi terkait.

Baca Juga:  Tampilan Paruh Waktu Thanksgiving Shaboozey – Apa yang Tidak Anda Melihat di TV – Information Loader

Ia menekankan bahwa tata ruang bukan sekadar estetika wilayah, tetapi menyangkut keselamatan warga dari bencana ekologis yang makin sering terjadi.

“Saat pengembang bisa dengan mudah membangun perumahan di atas lereng curam, maka negara telah kalah dari kepentingan modal,” pungkasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI
Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat
Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin
Golkar Tebar 350 Ribu Benih Ikan, Panggah Susanto Dorong Budidaya untuk Tingkatkan Pendapatan Keluarga
Kompak, Dua Politisi Golkar Salurkan Ratusan Ribu Benih Ikan di Bandung Barat Jelang HUT RI ke-81
Raih 444 Suara, Tantan Sulthon Terpilih Jadi Ketua PWI Jabar 2026-2031 

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin

Berita Terbaru

Bandung Barat

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB