SEKITARKITA.id – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Kampung Rancabali, Gang Karangsari, RW 04, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali mempercantik lingkungan dengan lukisan mural bertema nasionalisme, budaya Sunda, hingga ikon sepak bola Persib Bandung.
Pemandangan penuh warna itu terlihat pada Rabu (5/8/2026). Deretan mural menghiasi tembok rumah, pagar, tiang penerangan jalan, hingga saluran drainase. Di pintu masuk kampung juga berdiri gapura berbahan anyaman bambu lengkap dengan logo resmi HUT RI ke-81 bertema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, menambah daya tarik kawasan tersebut.
Tradisi mempercantik kampung menjelang Hari Kemerdekaan telah menjadi agenda rutin warga sejak beberapa tahun terakhir. Berbagai mural bergambar tokoh nasional, mulai dari Presiden pertama RI Ir. Soekarno, Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga ikon budaya Jawa Barat menghiasi hampir seluruh sudut kampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, di antara puluhan mural tersebut, gambar Persib Bandung 1933 menjadi salah satu spot yang paling banyak diburu warga dan pengendara yang melintas untuk berswafoto.
Salah seorang pengunjung, Salsabila, mengaku sengaja datang ke Kampung Mural karena penasaran setelah melihat banyak orang mengunggah foto mural Persib di media sosial.
“Momen HUT RI ini ada gambar Persib Bandung. Karena penasaran saya langsung datang ke lokasi untuk foto di depan mural Persib. Mungkin karena Persib sudah beberapa kali juara, jadi warga melukisnya sebagai bentuk kecintaan terhadap klub. Kebetulan rumah saya juga dekat, jadi tinggal jalan kaki,” ujarnya.
Tak jauh dari mural Persib, terdapat mural bergambar macan berwarna kuning yang dipadukan dengan simbol kujang putih khas Jawa Barat. Menurut Salsabila, banyak pengunjung sempat mengira gambar tersebut identik dengan klub sepak bola lain.
“Awalnya saya kira gambar macan itu menggambarkan klub tetangga yang dijuluki Macan Kemayoran. Ternyata bukan, itu merupakan gambar macan dengan sentuhan budaya Sunda yang dipadukan dengan kujang sebagai ciri khas Jawa Barat,” katanya.
“Bagi saya Persib Bandung bukan hanya soal simbol identitas, tapi harga diri, dan ikatan emosional bagi masyarakat Jawa Barat,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua RW 04 Desa Padalarang, Yudi Hendrawan (48), mengatakan kegiatan mural bermula dari keinginan warga mengubah citra gang sempit yang sebelumnya terkesan kumuh menjadi lingkungan yang bersih, indah, dan nyaman.
Menurutnya, penataan kampung melalui mural mulai dilakukan sejak 2019 dan hingga kini terus dipertahankan berkat semangat gotong royong masyarakat.
“Dulu kawasan ini merupakan permukiman padat dengan gang-gang sempit yang terkesan jorok dan kurang tertata. Hampir setiap tahun warga bersama para pemuda bergotong royong membuat mural agar lingkungan menjadi bersih, indah, dan nyaman,” kata Yudi kepada sekitarkita.id.
Yudi mengungkapkan, hampir seluruh proses pengecatan dilakukan secara swadaya. Bahkan, dirinya ikut turun langsung melukis sebagian besar mural bersama warga.
“Yang melukis saya sendiri bersama warga. Untuk cat dan perlengkapannya berasal dari swadaya masyarakat, ditambah bantuan dari beberapa donatur,” ujarnya.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, persiapan menyambut HUT RI ke-81 kali ini dilakukan dalam waktu yang lebih singkat. Jika biasanya dimulai dua bulan sebelum Agustus, tahun ini pengecatan baru dilakukan mendekati perayaan.
Pengecatan melibatkan tiga RT di wilayah RW 04 dengan fokus memperbarui mural yang mulai pudar serta menambah beberapa gambar baru agar kampung tetap terlihat menarik.
“Kalau sekarang hanya penambahan dan mengganti beberapa bagian yang sudah pudar supaya tampil lebih menarik,” jelas Yudi.
Untuk kebutuhan pengecatan, warga menghabiskan sekitar 30 kilogram cat dengan anggaran lebih dari Rp2 juta yang seluruhnya berasal dari hasil iuran dan swadaya masyarakat.
“Persiapan tahun ini memang mepet karena keterbatasan anggaran. Biasanya untuk sekitar 30 kilogram cat menghabiskan biaya Rp2 juta sampai Rp3 juta lebih, ditambah dekorasi lainnya. Karena semuanya swadaya masyarakat, kami menyesuaikan kemampuan,” tuturnya.
Selain mural, sebanyak 14 gapura di wilayah RW 04 juga dipercantik menggunakan ornamen khas Sunda seperti anyaman bambu dan kujang sehingga memperkuat nuansa budaya lokal.
Yudi mengatakan antusiasme warga tidak pernah surut meski kegiatan menghias kampung dilakukan setiap tahun. Semangat gotong royong menjadi modal utama dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.
“Alhamdulillah, setiap tahun warga tetap semangat dan antusias. Semua bergotong royong demi lingkungan yang lebih baik,” katanya.
Ke depan, warga berharap Kampung Karangsari dapat berkembang menjadi salah satu kampung tematik di Kabupaten Bandung Barat yang mampu menarik wisatawan, sebagaimana kampung mural di berbagai daerah lainnya.
“Mudah-mudahan bisa menjadi kampung wisata yang dikenal banyak orang. Tapi kalau pun belum, yang paling penting warga merasa nyaman, lingkungan bersih, dan bangga tinggal di sini,” tandasnya.
Selain menghadirkan keindahan visual, keberadaan Kampung Mural Karangsari juga menjadi simbol kuatnya nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian warga terhadap lingkungan. Semangat tersebut menjadi wajah positif masyarakat Padalarang dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan







