SPPG Batujajar KBB Diduga Punya ‘Bekingan’, Mitra Diintervensi Saat Akan Lapor Polisi Soal Dana Rp1 Miliar Raib

- Penulis

Rabu, 5 November 2025 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapur Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: TikTok @sppgpangaubanbatujajar

i

Dapur Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: TikTok @sppgpangaubanbatujajar

SEKITARKITA.id — Kasus hilangnya dana sebesar Rp1 miliar milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus menjadi sorotan.

Dana yang diperuntukkan bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu diduga raib akibat aksi penipuan online (phishing) yang mengatasnamakan pihak perbankan.

Hilangnya saldo tersebut memicu kegaduhan internal, hingga muncul dugaan adanya “bekingan” terhadap Kepala SPPG Pangauban Batujajar, Mochamad Cakra Aji Saputra, saat proses pelaporan kasus ke aparat penegak hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hendrik Irawan, salah satu mitra pelaksana program MBG di SPPG Pangauban Batujajar, menyebut kasus ini bermula dari komunikasi kepala SPPG dengan akun WhatsApp palsu yang mengaku dari Bank BNI.

Hendrik Irawan, salah satu mitra pelaksana program MBG di SPPG Pangauban Batujajar saat memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi, Rabu 5 November 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)
Hendrik Irawan, salah satu mitra pelaksana program MBG di SPPG Pangauban Batujajar saat memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi, Rabu 5 November 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

“Kami sudah berkali-kali memperingatkan beliau, tapi tetap percaya dan mengikuti arahan pelaku,” ujar Hendrik kepada wartawan, Rabu (5/11/2025).

Menurut Hendrik, kepala SPPG awalnya mencari kontak layanan bank melalui internet, namun justru terhubung dengan pelaku penipuan. Pelaku lalu meminta proses pengalihan dana dan perintah itu dituruti.

Baca Juga:  Arogansi Pimpinan DPRD KBB Disorot LAKI, Isu Broker Proyek 2025–2026 Mengemuka

“Kami semua melarang. Ahli gizi, akuntan, semua sudah menegur. Tapi beliau marah dan bersikeras,” ucap Hendrik.

Hendrik juga mengungkap, sebelum kejadian, Kapolsek Batujajar AKP Asep telah memperingatkan agar tidak mudah percaya pada komunikasi online terkait perbankan.

Dapur Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: TikTok @sppgpangaubanbatujajar
Dapur Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: TikTok @sppgpangaubanbatujajar

Dikatakan dia, Kepala SPPG kemudian mengaku saldo Rp1 miliar hilang pada pagi hari.

“Beliau datang panik, bilang saldo hilang. Saya langsung ke Polres Cimahi buat laporan, karena harus jelas penggunaan dana publik,” terang Hendrik.

Namun saat proses pelaporan, terjadi ketegangan dengan keluarga kepala SPPG yang diduga mencoba menghalangi pelaporan.

Kasus kemudian dibahas dalam rapat bersama Badan Gizi Nasional (BGN) yang juga dihadiri pimpinan pusat BGN.

Hendrik mengklaim dirinya mendapat arahan untuk memberi keterangan di Jakarta, namun menghadapi intervensi dari keluarga kepala SPPG.

“Saya dicegah naik untuk pemeriksaan. Ada keluarga beliau yang disebut anggota Polisi Militer ikut mengintervensi,” ujarnya.

Kasus ini dilaporkan hingga Bareskrim Polri, namun Hendrik menyebut hingga kini belum ada tindak lanjut berarti selain laporan awal.

Baca Juga:  Wanita Tua Bersimbah Darah, Diduga Dipukul Cucunya Gunakan Benda Tumpul di Tambun Bekasi

Akibat masalah ini, dapur SPPG Pangauban Batujajar tidak beroperasi dan program MBG sementara terhenti. Kondisi ini berdampak pada para pelaksana dapur serta anak-anak penerima manfaat.

“Sudah 17 tahun saya di industri makanan. Anak-anak masih tanya kapan makan bergizi kembali. Sekarang uang jajan mereka jadi boros,” kata Hendrik.

Hendrik berharap kasus segera diproses transparan dan dapur kembali berjalan.

“Kami ingin program ini lanjut karena sangat membantu siswa,” pungkasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar
Bejad! Diduga Ayah Setubuhi Anak Kandung di KBB, Korban Diceraikan Sehari Usai Menikah
Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban
Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 
BPN KBB Bantah Keterlibatan Petugas dalam Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah
Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS
Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 
Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:58 WIB

Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:20 WIB

Bejad! Diduga Ayah Setubuhi Anak Kandung di KBB, Korban Diceraikan Sehari Usai Menikah

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:11 WIB

Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban

Senin, 8 Juni 2026 - 21:52 WIB

Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 

Senin, 8 Juni 2026 - 15:26 WIB

BPN KBB Bantah Keterlibatan Petugas dalam Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah

Berita Terbaru

Tim INAFIS Polres Cimahi lakukan olah TKP penemuan jenazah di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 

Senin, 8 Jun 2026 - 21:52 WIB