Bandung Barat | SekitarKita.id,- Baru-baru ini warganet ramai mengomentari kumuhnya pasar Tradisional Tagog Padalarang, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Padahal pasar tersebut belum lama di resmikan pemerintah daerah di tahun 2022 silam.
Momen itu di bagikan pasangan suami istri turis asing alias bule di laman Instagram @bule_barat_steven saat berbelanja di pasar tradisional Tagog Padalarang dan viral di media sosial (medsos). Buruknya pengelolaan pasar membuat kondisi tersebut terlihat kotor seperti kurang perawatan.
Cerita berawal dari, Steven dan istri berbelanja bahan pokok sembako, mulai dari sayur mayur, bawang merah/putih, telor dan lainnya di pasar Tagog. Sesekali Steven juga menyapa netizen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami pertama kali ke pasar Padalarang,” ucap Steven di laman resmi Instagram @bule_barat_steven dengan gaya bahasanya, dikutip SekitarKita.id, Senin (10/06/2024).
Dilihat video itu, nampak istri Steven mengenakan baju pink membawa tas selempang berjalan menuju lantai dasar basemen (pasar basah). Lalu kemudian ia memilah sayur mayur.
Unggahan itu, Netizen dibuat salfok (salah fokus) dengan kondisi pasar yang semrawut oleh tumpukan sampah basah di lengkapi dengan lantai kotor bak pasar tumpah.
Tak hanya kumuh, Steven juga menceritakan perjalanan ia selama di pasar Tagog, dimana harga bahan pokok sayur mayur yang ia beli terlalu mahal, iapun kaget dan geleng kepala melihat hal itu.
Steven dan sang istri langsung mengemas barang bawaannya seperti tomat, kol, bawang bombai, brokoli, lalu kemudian membayar seharga Rp78 ribu rupiah.
“78k untuk sayur sedikit mahal,” cuit keterangan caption dalam video itu.
Ada sebagian netizen yang menyoroti jika pembelinya seorang turis, oleh pedagang harga itu sengaja dibuat mahal, berbeda jika pembelinya warga lokal.
Jika hal itu dibiarkan, tentu akan merugikan banyak pihak terutama para turis, besar kemungkinan turis yang datang ke Bandung Barat kapok dengan fenomena itu.
Sementara itu, postingan lain juga di unggah ulang infobandungbarat, dalam keterangannya juga menunjukkan keprihatinan dengan kondisi pasar yang kumuh dan kotor tersebut.
“Good Morning Dulurnet!, Selamat berakhir pekan, gimana sudah berbelanja ke pasar pagi ini? Jangan kalah sama kang @bule_barat_steven Atos belanja ka pasar Padalarang,” cuit keterangan Instagram @infobandungbarat.
”Sok bersih-bersih lurs! meh raoseun nu belanja teh. Pengunjung biar makin banyak, makin meningkat juga pendapatannya nanti,” sambung keterangan tersebut.
Buruknya pengelolaan pasar membuat sejumlah netizen turut mengomentari, banyak dari mereka yang mempertanyakan petugas kebersihan lantaran melihat kondisi pasar kumuh dan kotor.
“Baru mau bilang, kok syang kebersihannya ya.. hmm padahal terbilang pasar baru…,” tulis netizen @tyasirna.
“Ya sayang banget, padahal dari depan udah bagus, dalamnya kotor,” timpal komentar @ristinurull, emoji sedih.
“Saya tiap kali kesana juga banyak tikus,” cetus warganet lain @marzellina.b.
“Jorok,” ujar citizen @ginay.aa.
“Coba lantai kotor pisan, tidak ada tim kebersihan,” sindir netizen @yuyun.sutini.
Tak hanya kumuh yang dikomentari netizen, mereka juga menghujat harga yang terpaut mahal.
“Mahal 78 ribu mah,” timpal komentar @ayuragayu060906.
Ramainya komentar itu, membuat Steven turut mengapresiasi postingan tersebut. Ia turut mengucapkan terimakasih untuk warga Bandung Barat.
“Hatur nuhun,” tulis @bule_barat_steven menandaskan.
Sebagai informasi, Pasar Tradisional Tagog Padalarang, Kecamatan Padalarang menjadi pasar ke tiga di Bandung Barat setelah pasar Batujajar, dan pasar Panorama Lembang yang di kerjakan oleh PT Bina Bangun Persada, Pasar Tagog sendiri menampung sedikitnya 1.500 kios dan lapak.
Bangunan pasar tersebut dibagi menjadi 4 lantai. Lantai basemen yakni diperuntukkan bagi lapak basahan atau sayur, lantai 1 untuk komoditas kering atau sembako, lantai 2 untuk pedagang fesyen, dan lantai 3 disiapkan untuk lapak foodcourt.
Revitalisasi pasar Tagog Padalarang sendiri rampung di bulan Maret 2022 pada era kepemimpinan Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan. Kendati itu, kondisi pasar di tahun 2024 ini jorok tak terawat, buruknya pengelolaan pasar diduga menjadi pemicu pasar Tagog menjadi kumuh.
Padahal, belum lama ini, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Pasar Tagog Padalarang di Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (1/6/2024) lalu.
Didampingi, oleh Pj Gubernur Jawa Barat, Pj Bupati Bandung Barat, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ricky Riyadi, kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung harga kebutuhan pokok menjelang Idul Adha.
Kunjungan itu tidak mempengaruhi kondisi pasar tradisional Tagog Padalarang. Kurangnya kesadaran masyarakat yang berkunjung dan pedagang juga menjadi faktor utama dalam menjaga kebersihan.
Sampai berita ini dilansir, tim redaksi masih melakukan klarifikasi kepada pihak pengelola Pasar Tagog Padalarang. Hingga saat ini belum ada jawaban.
Penulis : Abdul Kholilulloh
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Instagram @bule_barat_steven /@infobandungbarat








