Momen sepasang turis belanja di Pasar Tagog Padalarang, netizen soroti kumuh dan kotor

- Penulis

Senin, 10 Juni 2024 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat | SekitarKita.id,- Baru-baru ini warganet ramai mengomentari kumuhnya pasar Tradisional Tagog Padalarang, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Padahal pasar tersebut belum lama di resmikan pemerintah daerah di tahun 2022 silam.

Momen itu di bagikan pasangan suami istri turis asing alias bule di laman Instagram @bule_barat_steven saat berbelanja di pasar tradisional Tagog Padalarang dan viral di media sosial (medsos). Buruknya pengelolaan pasar membuat kondisi tersebut terlihat kotor seperti kurang perawatan.

Cerita berawal dari, Steven dan istri berbelanja bahan pokok sembako, mulai dari sayur mayur, bawang merah/putih, telor dan lainnya di pasar Tagog. Sesekali Steven juga menyapa netizen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami pertama kali ke pasar Padalarang,” ucap Steven di laman resmi Instagram @bule_barat_steven dengan gaya bahasanya, dikutip SekitarKita.id, Senin (10/06/2024).

Dilihat video itu, nampak istri Steven mengenakan baju pink membawa tas selempang berjalan menuju lantai dasar basemen (pasar basah). Lalu kemudian ia memilah sayur mayur.

Sepasang turis berbelanja di pasar Tagog Padalarang, Bandung Barat (tangkapan layar @bule_barat_steven)
Sepasang turis berbelanja di pasar Tagog Padalarang, Bandung Barat (tangkapan layar @bule_barat_steven)

Unggahan itu, Netizen dibuat salfok (salah fokus) dengan kondisi pasar yang semrawut oleh tumpukan sampah basah di lengkapi dengan lantai kotor bak pasar tumpah.

Baca Juga:  Tarling Ramadhan, Pj Bupati Arsan Latif serahkan puluhan zakat ASN ke DKM Masjid Agung Padalarang

Tak hanya kumuh, Steven juga menceritakan perjalanan ia selama di pasar Tagog, dimana harga bahan pokok sayur mayur yang ia beli terlalu mahal, iapun kaget dan geleng kepala melihat hal itu.

Steven dan sang istri langsung mengemas barang bawaannya seperti tomat, kol, bawang bombai, brokoli, lalu kemudian membayar seharga Rp78 ribu rupiah.

“78k untuk sayur sedikit mahal,” cuit keterangan caption dalam video itu.

Ada sebagian netizen yang menyoroti jika pembelinya seorang turis, oleh pedagang harga itu sengaja dibuat mahal, berbeda jika pembelinya warga lokal.

Momen sepasang bule berbelanja ke pasar Tagog Padalarang Bandung Barat (foto: tangkapan layar Instagram @bule_barat_steven)
Momen sepasang bule berbelanja ke pasar Tagog Padalarang Bandung Barat (foto: tangkapan layar Instagram @bule_barat_steven)

Jika hal itu dibiarkan, tentu akan merugikan banyak pihak terutama para turis, besar kemungkinan turis yang datang ke Bandung Barat kapok dengan fenomena itu.

Sementara itu, postingan lain juga di unggah ulang infobandungbarat, dalam keterangannya juga menunjukkan keprihatinan dengan kondisi pasar yang kumuh dan kotor tersebut.

“Good Morning Dulurnet!, Selamat berakhir pekan, gimana sudah berbelanja ke pasar pagi ini? Jangan kalah sama kang @bule_barat_steven Atos belanja ka pasar Padalarang,” cuit keterangan Instagram @infobandungbarat.

”Sok bersih-bersih lurs! meh raoseun nu belanja teh. Pengunjung biar makin banyak, makin meningkat juga pendapatannya nanti,” sambung keterangan tersebut.

Baca Juga:  Ditengah animo ngabuburit tinggi, gerbang komplek Pemda KBB digembok Satpol PP

Buruknya pengelolaan pasar membuat sejumlah netizen turut mengomentari, banyak dari mereka yang mempertanyakan petugas kebersihan lantaran melihat kondisi pasar kumuh dan kotor.

“Baru mau bilang, kok syang kebersihannya ya.. hmm padahal terbilang pasar baru…,” tulis netizen @tyasirna.

“Ya sayang banget, padahal dari depan udah bagus, dalamnya kotor,” timpal komentar @ristinurull, emoji sedih.

“Saya tiap kali kesana juga banyak tikus,” cetus warganet lain @marzellina.b.

“Jorok,” ujar citizen @ginay.aa.

“Coba lantai kotor pisan, tidak ada tim kebersihan,” sindir netizen @yuyun.sutini.

Tak hanya kumuh yang dikomentari netizen, mereka juga menghujat harga yang terpaut mahal.

“Mahal 78 ribu mah,” timpal komentar @ayuragayu060906.

Ramainya komentar itu, membuat Steven turut mengapresiasi postingan tersebut. Ia turut mengucapkan terimakasih untuk warga Bandung Barat.

“Hatur nuhun,” tulis @bule_barat_steven menandaskan.

Sebagai informasi, Pasar Tradisional Tagog Padalarang, Kecamatan Padalarang menjadi pasar ke tiga di Bandung Barat setelah pasar Batujajar, dan pasar Panorama Lembang yang di kerjakan oleh PT Bina Bangun Persada, Pasar Tagog sendiri menampung sedikitnya 1.500 kios dan lapak.

Bangunan pasar tersebut dibagi menjadi 4 lantai. Lantai basemen yakni diperuntukkan bagi lapak basahan atau sayur, lantai 1 untuk komoditas kering atau sembako, lantai 2 untuk pedagang fesyen, dan lantai 3 disiapkan untuk lapak foodcourt.

Baca Juga:  Berikut Link Live Streaming Indonesia vs Bahrain Piala Dunia 2026

Revitalisasi pasar Tagog Padalarang sendiri rampung di bulan Maret 2022 pada era kepemimpinan Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan. Kendati itu, kondisi pasar di tahun 2024 ini jorok tak terawat, buruknya pengelolaan pasar diduga menjadi pemicu pasar Tagog menjadi kumuh.

Padahal, belum lama ini, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Pasar Tagog Padalarang di Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (1/6/2024) lalu.

Didampingi, oleh Pj Gubernur Jawa Barat, Pj Bupati Bandung Barat, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ricky Riyadi, kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung harga kebutuhan pokok menjelang Idul Adha.

Kunjungan itu tidak mempengaruhi kondisi pasar tradisional Tagog Padalarang. Kurangnya kesadaran masyarakat yang berkunjung dan pedagang juga menjadi faktor utama dalam menjaga kebersihan.

Sampai berita ini dilansir, tim redaksi masih melakukan klarifikasi kepada pihak pengelola Pasar Tagog Padalarang. Hingga saat ini belum ada jawaban.



Penulis : Abdul Kholilulloh

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Instagram @bule_barat_steven /@infobandungbarat

Berita Terkait

Ketua Komisi IV DPRD KBB Soroti Sekolah Rusak dan Layanan Kesehatan, Minta Jadi Prioritas
Bupati Jeje Soroti Kuota Haji Bandung Barat 2026 Anjlok, Pelayanan Jemaah Lansia Jadi Prioritas
Kuota Haji Bandung Barat 2026 Turun Drastis, Hanya 89 Jemaah Diberangkatkan
No Viral No Justice? Sampah Menggunung di Ngamprah Bandung Barat Baru Diangkut Setelah Jadi Sorotan
Jelang Pemilu 2029, NasDem KBB Optimistis Hadapi Verifikasi Partai Usai Dikunjungi KPU dan Kesbangpol
Warga Ngamprah Bandung Barat Resah, Sampah Menggunung Timbulkan Bau Busuk hingga Ganggu Aktivitas MBG
Pesan Menohok Zulhas di Pelantikan PAN Jabar, Target Tembus Tiga Besar Pemilu 2029
Dedi Mulyadi Puji Loyalitas PAN kepada Prabowo, Sebut Kesetiaan Jadi Kekuatan Politik

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:52 WIB

Ketua Komisi IV DPRD KBB Soroti Sekolah Rusak dan Layanan Kesehatan, Minta Jadi Prioritas

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:40 WIB

Bupati Jeje Soroti Kuota Haji Bandung Barat 2026 Anjlok, Pelayanan Jemaah Lansia Jadi Prioritas

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:15 WIB

Kuota Haji Bandung Barat 2026 Turun Drastis, Hanya 89 Jemaah Diberangkatkan

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:56 WIB

No Viral No Justice? Sampah Menggunung di Ngamprah Bandung Barat Baru Diangkut Setelah Jadi Sorotan

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:13 WIB

Warga Ngamprah Bandung Barat Resah, Sampah Menggunung Timbulkan Bau Busuk hingga Ganggu Aktivitas MBG

Berita Terbaru