[ad_1]
Politik, SekitarKita.id – Tiga pasangan bakal calon bupati/wakil bupati (Balonbup/Wabup) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah resmi mendaftar ke KPU Kabupaten Cianjur.
Dari ketiga pasangan Balonbup/Wabup Cianjur yang telah daftar antara lain pasangan Herman (Petahana)-Ibang mendaftar ke KPU Selasa, 27 Agustus 2024 yang diusung 9 parpol diantaranya PDIP, PPP, PKB dan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Disusul pasangan Deden Nasihin-Neneng Efa Fatimah, mendaftar ke KPU, Rabu 28 Agustus 2024 diusung Partai Golkar PKS dan Partai Perindo.
Kemudian di hari yang sama pasangan Mohammad Wahyu-Ramzi (presenter/selebritis) juga mendaftar ke KPU Kabupaten Cianjur. Pasangan ini diusung Partai Nasdem dan Gerindra.
Sementara pasangan Deden Nasihin dan Neneng Efa Fatimah ini, berkomitmen mewujudkan Cianjur BERKAH (Berdaya Saing, Khidmah dan Amanah).
Pasangan Deden Nasihin-Neneng Efa datang ke KPU Kabupaten Cianjur diterima Ketua KPUD Kabupaten Cianjur Muhammad Ridwan, Ketua Bawaslu Cianjur Asep Tandang dan seluruh jajaran.
Deden Nasihin-Neneng diantaranya diantar oleh pimpinan partai pengusung seperti Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur TB Mulyana Syahrudin, Ketua DPD PKS Kab. Cianjur, Dadan Suryanegara dan Ketua DPC Perindo Kabupaten Cianjur, Teni Ansar Mulya serta para relawan dan simpatisan Sahabat Berkah.
Tidak ketinggalan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat yang diwakili Bendahara Umum Metty Triantika didampingi pengurus lainnya nampak hadir memberikan dukungan dengan begitu menambah suasana pendaftaran makin semarak.
Seusai resmi mendaftar, bacabup Cianjur Deden Nasihin mengungkapkan ujar sambutan yang berisi visi misi dan komitmen andai nanti terpilih sebagai Bupati Cianjur.
Deden Nasihin yang akrab disapa Kang Denas menyampaikan, realita memperlihatkan berbagai permasalahan pembangunan di Kabupaten Cianjur yang belum terselesaikan. Akibatnya, Kabupaten Cianjur tertinggal dari daerah-daerah lain di Jawa Barat, bahkan di Indonesia.
Permasalahan pertama, ujar Kang Denas, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur sebagai parameter kesejahteraan masyarakat, berada pada urutan terakhir se-Provinsi Jabar, yang hanya hingga 68,18.
Bahkan masih jauh tidaklah sebaik kabupaten di pulau terluar Indonesia seperti Kabupaten Natuna dengan IPM 78,23 dan Kabupaten Kepulauan Talaud dengan IPM 71,14.
“Tidak sebaik dua kabupaten di Provinsi Papua Barat seperti Kabupaten Yapen dengan IPM 68,41 dan Kabupaten Biak Numpor dengan IPM 72,85,” ujar Kang Denas.
Kemudian, tutur Kang Denas, yang juga jadi persoalan adalah Indeks Pendidikan Kabupaten Cianjur yang juga rendah, hanya hingga 7,2 tahun yaitu setara SMP Kelas 7 dan Indeks Kesehatan 74,61.
“Realita ini sangat sangat memprihatinkan dan menjadi cermin dari ketidakmampuan pemerintah daerah dalam menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan, serta kehidupan ekonomi sebagai penopang utama,” tutur Kang Denas.
[ad_2]
Source link








