SEKITARKITA.id – Memasuki usia lima tahun, Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) menegaskan komitmennya sebagai mitra kritis pemerintah daerah.
Hal itu mengemuka dalam peringatan Milangkala ke-5 sekaligus Musyawarah Besar (Mubes) I P4KBB yang digelar di Wisata Paku Haji, Desa Ngamprah, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Ahad (14/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD KBB, Asep Miftah, Kesbangpol KBB, jajaran pengurus, anggota, dewan penasihat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat Bandung Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain menjadi momentum evaluasi perjalanan organisasi, Mubes I juga menjadi ajang konsolidasi untuk menentukan arah perjuangan P4KBB dalam mengawal pembangunan daerah menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) KBB ke-19 tahun.
Dalam forum musyawarah tersebut, Yacub Anwar Leuwi, S.IP., kembali mendapat kepercayaan untuk memimpin P4KBB. Pengukuhan ketua terpilih menjadi agenda penting yang menandai dimulainya kepengurusan baru organisasi tersebut.
Ketua P4KBB terpilih, Yacub Anwar Leuwi, menyampaikan rasa syukur atas eksistensi organisasi yang mampu bertahan dan berkembang selama lima tahun terakhir.
Menurutnya, keberadaan P4KBB merupakan bagian dari semangat perjuangan masyarakat dalam mengawal cita-cita pemekaran Kabupaten Bandung Barat.
“Yang paling penting bagi kami adalah P4KBB telah lahir dan mampu bertahan hingga lima tahun. Hari ini menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya kita melaksanakan Musyawarah Besar. Saya berharap seluruh anggota dapat bersama-sama membangun organisasi agar semakin baik dan mampu mewujudkan tujuan utama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung Barat,” ujar Yacub.
Usai terpilih kembali, Yacub menegaskan P4KBB akan fokus menyusun program kerja yang menitikberatkan pada fungsi kontrol sosial melalui kritik, masukan, dan solusi konstruktif terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Menurutnya, masih banyak persoalan yang harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Mulai dari pelayanan publik yang belum optimal, kekosongan jabatan strategis di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), persoalan infrastruktur, kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga kemacetan lalu lintas yang semakin menjadi keluhan masyarakat.
Salah satu isu yang menjadi sorotan utama adalah kemacetan kronis di kawasan Cimareme dan Batujajar.
Yacub menilai pembangunan Flyover Cimareme sudah menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurai kepadatan kendaraan yang setiap hari menghambat mobilitas warga.
“Kemacetan yang terjadi saat ini bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat layanan darurat seperti ambulans. Karena itu kami berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.
Selain persoalan infrastruktur, P4KBB juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan sebagai upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung Barat yang dinilai masih harus terus didorong.
Sementara itu, Dewan Penasihat P4KBB, Mega Hari, menegaskan organisasi harus tetap menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik.
Menurutnya, kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat saat ini perlu mendapat dukungan, namun tetap harus diiringi pengawasan serta masukan yang konstruktif dari masyarakat.
“Kita harus belajar dari pengalaman pemerintahan sebelumnya. Jika ada kekurangan, menjadi kewajiban kita bersama untuk memberikan masukan dan mendorong perbaikan. Sebaliknya, jika ada kebijakan yang baik, maka harus didukung demi kemajuan Kabupaten Bandung Barat,” kata Mega Hari.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas fiskal daerah agar pembangunan tidak terhambat oleh tingginya belanja pegawai. Menurutnya, pemerintah perlu lebih memprioritaskan anggaran yang berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat.
“Harapan masyarakat adalah pembangunan yang nyata. Infrastruktur yang baik akan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Karena itu kebijakan anggaran harus lebih berpihak pada pembangunan,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Panitia Milangkala V dan Mubes I P4KBB, Eber Simbolon, SH, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, suksesnya pelaksanaan Milangkala dan Mubes tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat, para donatur, tokoh masyarakat, serta seluruh anggota P4KBB yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat, para donatur, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Milangkala V dan Mubes I P4KBB dapat terlaksana dengan baik. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sejak persiapan hingga penutupan acara,” ujar Eber.
Ia menjelaskan, agenda kegiatan meliputi pembukaan Musyawarah Besar I P4KBB, peringatan hari jadi organisasi ke-5, penetapan hasil formatur, hingga pengukuhan ketua terpilih untuk periode berikutnya.
“Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, P4KBB berharap kepengurusan baru mampu memperkuat peran organisasi sebagai wadah perjuangan masyarakat sekaligus pengawal pembangunan daerah,” tandasnya.
Melalui Milangkala ke-5 dan Mubes I ini, P4KBB menegaskan tekad untuk terus hadir memberikan pemikiran, kritik yang konstruktif, serta solusi nyata bagi berbagai persoalan pembangunan di Kabupaten Bandung Barat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








