SEKITARKITA.id – Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik tekstil di Jalan Raya Padalarang, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Senin malam, 21 Juli 2025.
Pabrik yang terbakar diketahui milik PT Hero Top Zipper, perusahaan produsen resleting (zipper) yang berlokasi di Kampung Cikuray, RT 04 RW 14, Desa Kertamulya. Api mulai terlihat sekitar pukul 19.13 WIB, diduga berasal dari area mesin produksi benang monofilamen.
“Awalnya kami sekeluarga sedang kumpul mau nonton bola, tiba-tiba terlihat api menyala terang. Panasnya sampai terasa di teras rumah,” ujar Fauzi Yoyong (62), warga yang rumahnya berada tepat di samping lokasi kebakaran saat ditemui Sekitarkita.id dilokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat kejadian, aktivitas produksi di pabrik diketahui sedang tidak berlangsung karena sudah masuk jam pulang kerja. Namun, besarnya kobaran api membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.
“Kalau yang terbakar itu diduga bangunan mesin produksi benang mono juga dikenal sebagai benang monofilamen,” ujarnya.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Kobaran berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.01 WIB. Namun, kepadatan warga yang memadati area kebakaran membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat.
“Saya dengar suara teriakan histeris dari warga, langsung saya lari ke depan. Api sangat besar. Untungnya petugas damkar cepat datang,” kata Herman (55), warga lainnya.
“Api langsung padam pas ada petugas pemadam kebakaran sekitar jam 09.00 malam,” terangnya.
Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil masih dalam proses pendataan pihak berwenang. Petugas kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
“Petugas kepolisian langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP), untung ada damkar kalau enggak ada mungkin bisa-bisa api menyambar bangunan lainnya. Untungnya Damkar cepat tanggap,” ungkapnya.
“Pabrik yang terbakar pabrik resleting, untuk korban maupun kerugian materil warga sekitar tidak ada. Enggak tau kalau di dalam pabrik mah,” tandasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan







