[ad_1]
Sifilis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, termasuk wanita, dan mempunyai tahap perkembangan yang berbeda-beda dengan gejala yang bervariasi. Penting untuk mengenali ciri-ciri penyakit sifilis pada wanita agar penanganannya dapat dilakukan lebih dini dan komplikasi yang serius bisa dihindari.
Tahap dan Ciri-Ciri Penyakit Sifilis pada Wanita
Berikut tahap dan ciri-ciri penyakit sifilis pada wanita:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sifilis Primer
Muncul luka kecil yang biasanya tidak terasa sakit. Luka terus menerus ditemukan di arena genital, anus, mulut, atau bibir dan akan menjadi lebih baik sendiri dalam beberapa minggu, namun infeksi tetap ada di dalam tubuh.
Sifilis Sekunder
Ruam kulit yang biasanya muncul di telapak tangan dan kaki, namun dapat juga di bagian tubuh lainnya. Gejala lain mencakup demam, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, rambut rontok, nyeri otot, dan kelelahan.
Meski begitu, gejala ini terus menerus hilang tanpa pengobatan, namun penyakit dapat berlanjut ke tahapan berikutnya.
Sifilis Laten (Tersembunyi)
Tak ada gejala yang jelas pada tahapan ini. Infeksi tetap ada dan dapat berlangsung sepanjang bertahun-tahun andai tidak diobati.
Sifilis Tersier
Tahapan ini bisa dikarenakan komplikasi serius pada organ tubuh, seperti otak, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan sendi.
Gejalanya mencakup kelumpuhan, kebutaan, demensia, atau kerusakan organ lainnya.
Penyebab dan Penularan Sifilis
Sifilis bisa menular melalui kontak langsung dengan luka sifilis sepanjang aktivitas, melalui cairan seksual tubuh, seperti darah, mencapai dari ibu yang terinfeksi ke janin sepanjang kehamilan, yang disebut sifilis kongenital.
Pencegahan Sifilis
Setelah mengetahui penyebab dan penularannya, berikut langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
Gunakan kondom saat tetap berhubungan seksual untuk mengurangi risiko penularan.
Hindari berganti-ganti pasangan seksual tanpa mengetahui standing kesehatan mereka.
Lakukan tes IMS secara rutin, terutama andai Anda aktif secara seksual atau mempunyai pasangan baru.
Hindari kontak langsung dengan luka atau ruam yang mencurigakan pada tubuh pasangan.
Wanita hamil harus segera menjalani pemeriksaan rutin untuk mendeteksi sifilis dini.
Seperti Apa Pengobatannya?
Sifilis bisa diobati dengan antibiotik, terutama penisilin. Semakin dini penyakit ini didiagnosis dan diobati, semakin kecil risiko komplikasi jangka panjang. Penting untuk mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter dan menghindari kontak seksual mencapai pengobatan selesai.
Secepatnya temui dokter andai lihat gejala seperti luka atau ruam yang tidak biasa di tubuh, mempunyai riwayat kontak dengan pasangan yang terdiagnosis sifilis atau IMS lainnya, mencapai merasa cemas dengan kesehatan reproduksi.
Temukan informasi seputar kesehatan wanita lainnya di weblog Yoona atau temukan produk kewanitaan yang aman untuk kesehatan di Yoona Shop.
[ad_2]
Sumber: vritimes








