Cimahi | SekitarKita.id,- Ribuan personel gabungan dikerahkan dalam pengamanan arus mudik hari Raya Idul Fitri 2024 di dua wilayah, yakni Kabupaten Bandung Barat (KBB) – Kota Cimahi.
Kapolres Cimahi AKBP Aldi Subartono mengatakan, hal ini dilakukan agar para pemudik bisa merasa aman dan lancar. Ptugas yang diterjunkan yakni, Polri, TNI, Satpol PP, Damkar, BPBD dan Relawan serta tenaga kesehatan (nakes).
Dalam kesempatan itu, pihaknya memimpin langsung apel gelar Pasukan Operasi Ketupat 2024 di Mapolres Cimahi, yang dihadiri Forkompimda Kota Cimahi dan Forkopimda KBB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini persisapan kami, Polres Cimahi, Pemda dan Pemkot serta TNI dalam mengawal masayarakat yang akan mudik, baik masyarakat yang akan melewati wilayah hukum Polres Cimahi, atau pun masyarakat KBB dan Cimahi yang akan mudik ke kampungnya,” kata Aldi kepada wartawan Rabu (03/04/2024) pagi.
Aldi menyebut, pihaknya berharap agar semua berjalan sesuai dengan rencana. Ia pun mengharapkan arus mudik tahun ini berjalan dengan lancar dan masyarakatnya juga merasa aman dalam perjalanan.
Aldi menjelaskan, ribuan personel gabungan turut dikerahkan dan belasan pos pengamanan (pospam) juga disiapkan untuk mendukung kelacancaran jalur mudik lebaran Idul Fitri 1445 H ini.
“Pengaman tahun ini semuanya dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, BPBD, Damkar dan para relawan ada 1321 personel, untuk Polri sendiri 984. Kami mendirikan 12 pos pengemanan yang tersebar di Kota Cimahi dan Bandung Barat,” ujar Aldi.
Pada kesempatan itu, Aldi juga mengimbau kepada para pemudik agar berhati-hati di titik rawan jika melintasi jalur wilayah Cipatat, baik dari arah Cianjur menuju Cimahi -Bandung maupun sebaliknya yang merupakan wilayah hukum Polres Cimahi.
Pasalnya, ujar Aldi, jalan tersebut berkelok, dan terdapat beberapa tikungan tajam, untuk itu perlu diwaspadai bagi para pengendara.
Untuk mengurangi kepadatan imbas banyak-nya truk tambang batu kapur, Polres Cimahi sudah mengirim surat kepada pengusaha dan perusahaan pabrik sekitar agar tidak melintas pada masa mudik.
“Ini akses arteri di luar tol yang sering kita temui banyaknya truk. Mitigasinya, kami sudah melayangkan surat pada para pelaku usaha, agar truk tidak beroperasi mulai tanggal 4 April, sehingga bisa mengurangi resiko bagi para pemudik,” ucap Aldi kembali.
Aldi juga memaparkan, untuk tol yang akan dilintasi pemudik seperti di Kota Cimahi dan tol Padalarang diperkirakan pada musim mudik ini akan berjalan normal (lancar), sementara kepadatan diprediksi baru akan terjadi pada arus balik.
Dirinya juga menyinggung kepadatan yang akan terjadi di sejumlah pasar tumpah, Aldi menyebut, pihaknya telah memberikan perhatian penuh dengan mempertebal anggota di setiap persimpangan maupun pasar tradisional.
“Untuk pasar tumpah dan persimpangan selalu jadi perhatian, seperti di Cipatat. Mitigasinya nanti jam 5 subuh anggota sudah masuk di situ,” ujar Aldi.
Untuk mencegah kepadatan, lanjut Aldi, pihaknya juga sudah punya Tim Preemtif dan Tim Preventif dengan demikian semua kemungkinan kepadatan arus lalulintas dapat diantisipasi.
“Kami juga punya tim urai dengan menggunakan motor, dikhususkan di daerah yang memang padat. Kemudian kita kan punya objek wisata ya, oleh karenanya di H plus1 dan plus 2 seperti di Cisarua dan Lembang jadi fokus juga. Kami punya pasukan penebalan sebanyak 200 orang lebih, untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung,” jelas Aldi menandaskan.








