[ad_1]
SekitarKita.id – ZONAEBT, platform edukasi dan informasi energi terbarukan di Indonesia, baru-baru ini menyelenggarakan Inexperienced Jobs Forum bertema “Transisi Adil Menuju Keberlanjutan.” Acara ini melibatkan para mahir, industri, akademisi, dan masyarakat umum untuk memahami pentingnya pekerjaan hijau dalam transisi menuju ekonomi yang ramah lingkungan. Forum ini menjadi wadah berbagi pengetahuan keterkaitan penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan dan inklusif, serta membahas tantangan dan peluang dalam upaya hingga transisi energi yang adil.
Para pembicara dalam forum ini, termasuk tokoh-tokoh seperti Gilang Amaldi dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Budiman R. Saragih dari Kementerian ESDM, menyoroti perlunya transformasi ekonomi hijau melalui peningkatan energi terbarukan. Diskusi mengkhususkan diri dalam strategi untuk memberi dorongan untuk ekosistem Inexperienced Jobs, seperti kebijakan yang mendorong pertumbuhan pekerjaan di sektor energi terbarukan dan perlunya peningkatan keterampilan teknis dan non-teknis. Mereka juga menekankan pentingnya pendidikan vokasi dalam membekali tenaga kerja menghadapi perubahan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sesi lainnya membahas cara menjembatani kesenjangan dalam transisi energi, terutama bagi pekerja di industri konvensional. Pembicara dari sektor industri dan perusahaan energi berbagi pandangan tentang tantangan yang dihadapi dalam hingga goal energi terbarukan dan mengurangi emisi karbon. Mereka menyoroti pentingnya inovasi, kolaborasi antara sektor swasta dan non-swasta, serta penyesuaian terhadap regulasi untuk memberi dorongan untuk keberlanjutan dan menciptakan lapangan kerja hijau.
Forum ini juga menampilkan exhibit inovasi dari startup energi bersih yang membahas teknologi pengolahan limbah dan solusi praktis untuk masa depan hijau. ZONAEBT mengharapkan rutinitas ini bisa menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pekerjaan hijau serta memberi dorongan untuk transisi energi yang adil dan berkelanjutan di Indonesia.
Sumber: VRI TIMES
[ad_2]
Source link








