Emas Naik Seiring Pelemahan Dolar Amerika Serikat dan Sinyal The Fed

- Penulis

Selasa, 12 November 2024 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

SekitarKita.id – Harga emas kembali menguat setelah sebelumnya turun mencapai 3% menyusul kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Dampak kemenangan ini terasa di pasar global, dengan penguatan dolar Amerika Serikat, kenaikan imbal hasil obligasi, dan perpindahan investasi ke aset berisiko, yang sempat menekan harga emas. Tetapi, pada perdagangan Kamis (8/11), emas kembali memperlihatkan tren bullish dan diprediksi akan melanjutkan kenaikan.

Analis Dupoin Indonesia, Andy Nugraha, memproyeksikan emas bisa sampai harga tertinggi di sekitar $2.727 in line with ons troi, dengan tren bullish yang didukung oleh indikator Shifting Reasonable. Tetapi, Nugraha juga memperingatkan kemungkinan pembalikan arah andai momentum bullish melemah, dengan goal penurunan di sekitar $2.691. Pelemahan dolar Amerika Serikat, yang dipicu oleh ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve pada Desember, menjadi faktor pendukung penguatan emas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Potensi penurunan suku bunga oleh The Fed di bawah pimpinan Jerome Powell dipandang sebagai upaya memberi dorongan untuk ekonomi dalam perjalanan ketidakpastian kebijakan baru dari pemerintahan Trump. Andai Powell memberi sinyal pemotongan suku bunga sebesar 25 foundation poin pada bulan depan, hal ini dapat semakin melemahkan dolar dan memperkuat harga emas. Komentar Powell dalam konferensi pers yang akan datang akan diperhatikan oleh pelaku pasar untuk memahami arah kebijakan The Fed di masa yang akan datang.

Baca Juga:  Mitra10 Buka Toko Ke-55 di Madiun, Belanja Lebih Mudah

Kemenangan Trump dan kendali mayoritas Partai Republik di Senat membuka peluang kebijakan pro-inflasi seperti stimulus fiskal dan pemotongan pajak, yang bisa mendorong ekspektasi inflasi lebih tinggi. Andai ini terjadi, emas dapat terus menguat sebagai aset lindung nilai. Tetapi, andai dolar kembali menguat akibat ekspektasi inflasi atau kebijakan Trump lainnya, harga emas mungkin saja akan menghadapi tekanan kembali.

Sumber : VRI TIMES

[ad_2]

Source link



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru