SEKITARKITA.id– Sebanyak 335 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Baniyusuf di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mulai menikmati Program Makan Bergizi (MBG) yang resmi berjalan sejak Senin (1/9/2025).
Program ini dikelola oleh Badan Gizi Nasional Satuan Pelayanan Pemunahan Gizi (SPPG) Salacau, Batujajar.
Program MBG dilaksanakan setiap hari dengan menu lauk yang bervariasi, meski tetap disamaratakan untuk seluruh siswa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala MI Baniyusuf, Diki Mukti, menjelaskan bahwa program ini khusus diberikan untuk siswa, sedangkan guru tidak mendapatkan jatah makanan.
“Kalau ada anak yang tidak masuk, MBG biasanya diberikan kepada guru, daripada mubazir,” ujarnya, Senin (9/9/2025).
Setiap boks MBG dialokasikan anggaran Rp10 ribu dan diproduksi oleh dapur umum SPPG Salacau.
Makanan tiba di sekolah sekitar pukul 08.00 WIB dan dibagikan kepada siswa pada pukul 10.00 WIB saat jam istirahat.
Sebelum dibagikan, guru terlebih dahulu melakukan pengecekan kelayakan konsumsi.
Menurut Diki, mayoritas siswa senang dengan makanan yang disediakan, meski ada sebagian yang kurang menyukai lauk tertentu.
“Rata-rata anak-anak senang dengan makanannya, terkadang ada yang tidak suka. Minggu ini sudah lebih baik, mudah-mudahan ke depan penyajian menu semakin baik dan anak-anak lebih suka,” tuturnya.
Jika terdapat banyak siswa yang kurang menyukai menu tertentu, pihak sekolah menyampaikan masukan kepada pengelola dapur umum agar menu berikutnya bisa lebih sesuai.
Dampak Positif bagi Ekonomi Warga
Kehadiran dapur MBG juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
“Sejak ada dapur MBG, suasana jadi lebih ramai dan banyak warga yang kerja di sini,” kata Diki.
Sementara itu, seorang siswa penerima MBG mengaku sangat bahagia dengan adanya program ini.
“Alhamdulillah uang saku jadi irit, bisa ditabung,” ujar seorang siswa dengan penuh semangat.
Program MBG di MI Baniyusuf Batujajar ini tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga meringankan beban orang tua sekaligus mendorong perilaku hemat sejak dini.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan







