Pilu!! Kisah Rachel Siswi Kelas 1 SDN Bunisari Bandung Barat, Tega Sekolahnya Disegel Ahli Waris

- Penulis

Senin, 8 Agustus 2022 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan siswa SDN Bunisari, Kecamatan Ngamprah KBB terlantar, sekolahnya digembok dan dilas ahli waris. Senin (08/08/200) foto: Abdul

i

Ratusan siswa SDN Bunisari, Kecamatan Ngamprah KBB terlantar, sekolahnya digembok dan dilas ahli waris. Senin (08/08/200) foto: Abdul

Bandung Barat, SekitarKita.id – Kisah pilu dialami Rachel (7) dan ratusan siswa SD Negeri Bunisari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang kini tengah duduk menunggu kepastian bisa mengikuti KBM atau tidak.

Pasalnya, Rachel dan ratusan siswa lainya tak bisa mengikuti belajar mengajar, lantaran gerbang masuk menuju kelas ditutup secara sepihak oleh ahli waris atas nama Nana Rumantana.

Raut wajah melas nampak terlihat, meski baru masuk dibangku kelas satu SD, namun semangat belajarnya tak perlu diragukan lagi. Ia dan rekan Siswa SD lainnya menunggu kepastian dari pihak sekolah dan ahli waris.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengaku, sungguh tega, sedih dan kecewa lantaran tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). Besar harapanya permasalahan ini cepat selesai dan temui titik terang.

“Saya masih kelas I dan setiap hari masuk jam 10.00 WIB,” ujarnya sembari duduk dipojok gebang sekolah dalam kondisi di gembok. Senin (08/08/2022).

Ia menuturkan, biasanya setiap hari Senin dirinya langsung mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).

Baca Juga:  Gempa Cianjur, 2 RSUD di KBB siap Menerima Pasien Rujukan dan Trauma Healing

“Begitu sampai di sekolah saya langsung belajar,” tuturnya dilanjutkan teriakan (buka pintu gerbang, ijinkan kami masuk untuk belajar).

Ia mengungkapkan, dengan kondisi gerbang sekolahnya yang digembok dan dilas merasa tidak enak dan sedih.

“Gak enak dan sedih, pengen bisa sekolah lagi,” ungkapnya dengan gaya bahasa kanak-kanaknya.

Sementara itu, Guru Agama SD Negeri Bunisari, Muhamad Satori mengatakan, kronologisnya kemarin pagi ahli waris melakukan penggembokan dan mengelas pagar sekolah.

“Pagi tadi ketika siswa mau masuk, kebetulan yang belakang itu kelas 1, 3 dan 4 A,B,C tidak bisa masuk,” katanya.

“Sedangkan sisanya belajar di depan. Jadi begitu, anak-anak datang gerbang masuk sudah digembok dan dilas,” sambungnya.

Ia mengaku, berdasarkan informasi tindakan penggembokan dan pengelasan itu dilakukan ahli waris atau anak dari pemilik tanah ini.

“Yang saya dengar tentang sengketa tanah ini sudah lama. Kami di sini hanya mengajar, untuk urusan tanah kami tidak ikut campur,” ujarnya.

Ia menyebut, kebetulan tadi pagi ada pihak dari desa dan menyerahkan persoalan ini ke dinas dan pihak Disdik KBB pun datang meninjau ke sekolah.

Baca Juga:  Jabat Wakapolri, Komjen Pol Agus Berikan Pesan Menohok Bagi Anggota

“Saya menyerahkan kepada dinas tentang kegiatan KBM selanjutnya di sekolah ini. Sebab, tidak ada pemberitahuan ataupun pengumuman resmi berkaitan dengan persoalan kali ini,” sebutnya.

Namun, untuk solusi ke depan pihaknya menunggu hasil dari koordinasi antara pihak dinas dan pihak ahli waris selanjutnya.

“Tapi kami dari sekolah akan mengantisipasi tentang berbagai kemungkinan jika besok masih belum bisa terselesaikan,” ujarnya.

“Mungkin kelas 1, 3 dan 4 akan melakukan kegiatan KBM secara bergantian karena tadi ada satu kelas yang KBM-nya olahraga. Sehingga kegiatan belajarnya dilaksanakan di luar,” pungkasnya.*** (Abdul)



Penulis : Abdul Kholilulloh 

Editor : Abdul Kholilulloh

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB
Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab
Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 
Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin
Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi
Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan
Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir
Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 15:44 WIB

Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB

Rabu, 30 September 2026 - 07:08 WIB

Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab

Rabu, 30 September 2026 - 03:15 WIB

Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 

Selasa, 29 September 2026 - 20:40 WIB

Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin

Selasa, 29 September 2026 - 09:21 WIB

Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi

Berita Terbaru