Ngeri, kronologi penemuan mayat di Waduk Saguling Bandung Barat

- Penulis

Senin, 6 Mei 2024 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat | SekitarKita.id,- Dadang Hermawan (48), warga Kampung Cipondoh RT04/RW20, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat (KBB) ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (4/5/2024) malam.

Dadang ditemukan dalam kondisi mengambang di aliran Waduk Saguling oleh warga di Kampung Cipondoh RT01/RW 20, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang KBB.

Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat mengatakan, kepolisian yang menerima informasi soal penemuan mayat itu langsung datang ke lokasi untuk mengevakuasi dan mengidentifikasi jasad korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Betul kami terima informasi penemuan mayat, yang diketahui merupakan orang tenggelam di aliran Waduk atau Sungai Saguling,” kata Iptu Gofur saat di konfirmasi wartawan, Minggu (5/5/2024).

Gofur menyebut, kejadian bermula saat saksi melihat ada tubuh mengambang di aliran Waduk Saguling dengan posisi tertelungkup di pinggir genangan air. Kemudian saksi memberitahu warga lain terkait temuan tersebut.

“Kemudian diketahui bahwa korban ini dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Jumat (3/5/2024). Saat itu korban berpamitan dengan istrinya untuk ke rumah orang tuanya di daerah Gunung Bentang (Padalarang) tetapi setelah itu tidak ada kabar,” ujar Gofur.

Baca Juga:  Bangga Jadi Alumni, Yayat T.Soemitra Abdikan Diri Jadi Komut PT. UPI Edun, Berikut Kariernya

Pihaknya menjelaskan, jasad Dadang kemudian dievakuasi. Dari hasil pemeriksaan luar oleh Tim Inafis Satreskrim Polres Cimahi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Berdasarkan keterangan keluarga, korban suka mencari pisang untuk jualan di sekitar TKP yang kebetulan terdapat pohon pisang. Lokasinya berada tepat di pinggir aliran waduk, jadi diduga korban terpeleset dan jatuh ke Waduk Saguling,” kata Gofur.

“Jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka, keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah,” ujarnya.

“Sudah diserahkan ke pihak keluarga, tidak mau dilakukan autopsi. Keluarga memutuskan langsung memakamkan korban,” kata Gofur menandaskan.

Foto: Ilustrasi (Instagram @liputan6)



Penulis : Abdul Kholilulloh

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : laporan tim SekitarKita.id

Berita Terkait

DPC Partai Demokrat KBB Gelar Gerakan Indonesia Asri, Langit Biru Sambut HUT ke-25
Nahas! Mortir Meledak Saat Dipukul Palu, Tiga Pemulung Tewas di Cipatat Bandung Barat 
Tertemper KRD Lokal di Cimahi, Pemuda 21 Tahun Alami Patah Tulang
Pria Asal Bandung Barat Diduga Diterkam Buaya di Banyuasin, Korban Masih Dalam Pencarian
DPRD KBB Tinjau TPA Sarimukti, Siapkan Pembebasan Lahan untuk Atasi Krisis Sampah
PT Indra Jaya Langgar Aturan, DPRD KBB Tutup Sementara Proyek Perumahan di Cikalongwetan
Libur Sekolah Dongkrak Kunjungan, Stone Garden Dipadati Rombongan Kampus Ternama
Debu Kapur Terus Selimuti Permukiman Cipatat, Dinkes KBB Turunkan Tim Pantau Dampak Kesehatan Warga

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:45 WIB

DPC Partai Demokrat KBB Gelar Gerakan Indonesia Asri, Langit Biru Sambut HUT ke-25

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:01 WIB

Nahas! Mortir Meledak Saat Dipukul Palu, Tiga Pemulung Tewas di Cipatat Bandung Barat 

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:24 WIB

Tertemper KRD Lokal di Cimahi, Pemuda 21 Tahun Alami Patah Tulang

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:50 WIB

Pria Asal Bandung Barat Diduga Diterkam Buaya di Banyuasin, Korban Masih Dalam Pencarian

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:40 WIB

DPRD KBB Tinjau TPA Sarimukti, Siapkan Pembebasan Lahan untuk Atasi Krisis Sampah

Berita Terbaru

Seorang pemuda berusia 21 tahun tertemper Kereta Rel Diesel (KRD) Lokal jurusan Padalarang-Bandung (foto: istimewa)

Bandung Barat

Tertemper KRD Lokal di Cimahi, Pemuda 21 Tahun Alami Patah Tulang

Rabu, 8 Jul 2026 - 22:24 WIB