Nahas! Mortir Meledak Saat Dipukul Palu, Tiga Pemulung Tewas di Cipatat Bandung Barat 

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi olah TKP usai ledakan mortir di Kampung Ciparang RT 04 RW 07, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (8/7/2026), foto: istimewa

i

Polisi olah TKP usai ledakan mortir di Kampung Ciparang RT 04 RW 07, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (8/7/2026), foto: istimewa

SEKITARKITA.id – Tiga pemulung tewas seketika setelah sebuah mortir aktif yang mereka temukan meledak di Kampung Ciparang RT 04 RW 07, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Peristiwa tragis tersebut terjadi saat ketiga korban, yakni Ade, Suhri, dan Rodian, berusaha membuka proyektil yang mereka temukan.

Tanpa mengetahui benda itu masih aktif, mereka memukul mortir dengan palu untuk mengambil bagian logamnya. Namun, benturan tersebut justru memicu ledakan dahsyat yang menewaskan ketiganya di lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Cipatat Kompol DMS Andriani membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, mortir yang ditemukan para korban ternyata masih memiliki daya ledak sehingga meledak ketika dipukul.

Kapolsek Cipatat Kompol Andriani Sapin mendatangi keluarga korban usai ledakan mortir di Cipatat (foto: istimewa)
Kapolsek Cipatat Kompol Andriani Sapin mendatangi keluarga korban usai ledakan mortir di Cipatat (foto: istimewa)

“Berdasarkan keterangan awal, mereka menemukan benda tersebut lalu berniat membukanya untuk mengambil isi atau bagian logamnya. Tanpa tahu bahaya yang mengancam, justru memukulnya hingga memicu ledakan,” ujar Andriani, pada laporan yang diterima redaksi, Rabu 8 Juli 2026 malam.

Setelah menerima laporan, petugas piket yang dipimpin Ipda Agus bersama personel Reskrim dan Binmas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jenazah para korban.

Baca Juga:  Ive's Rei memikat di Korea Korea Korea X Kinko Juni 2025: Seorang kontemporer lihat orang terkenal K -pop yang muncul - Kpoppie

Polisi kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi ledakan. Tim Inafis dan Unit Penjinak Bom (Jibom) juga diterjunkan untuk memeriksa area tersebut dan memastikan tidak ada sisa amunisi maupun bahan peledak lain yang masih membahayakan warga.

Andriani mengimbau masyarakat, khususnya para pemulung dan pencari barang bekas, agar tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa amunisi.

Polisi olah TKP usai ledakan mortir di Kampung Ciparang RT 04 RW 07, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (8/7/2026), foto: istimewa
Polisi olah TKP usai ledakan mortir di Kampung Ciparang RT 04 RW 07, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (8/7/2026), foto: istimewa

“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang sering beraktivitas mencari barang bekas, agar tidak pernah menyentuh maupun memindahkan benda berbahaya tersebut, apalagi mencoba membukanya. Jika menemukan benda yang diduga amunisi atau bahan peledak, segera laporkan kepada aparat keamanan terdekat,” katanya.

Pihak kepolisian juga akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat bersama TNI dan instansi terkait mengenai bahaya sisa amunisi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Kami akan terus menggencarkan edukasi bahaya sisa amunisi bersama TNI dan instansi terkait agar tragedi serupa tidak terulang lagi,” tandas Andriani.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren
Hari Santri 2026, Kiai se-KBB Desak Bupati Jeje Terbitkan Perbup Pesantren Cegah Kekerasan Seksual
Miris! Sewa Tempat Latihan Nunggak 10 Bulan, Mental Kontingen Bowling NPCI KBB Jelang Peparda 2026 Terganggu 
Derita Atlet Disabilitas KBB Jelang Peparda VII Jabar: Tak Ada Anggaran Latihan, Malah Diusir
Wali Kota Farhan Siagakan Bandung Dua Hari, 11 Polisi Jadi Korban Kericuhan Demo
Aksi Demo Bandung Berujung Ricuh, Truk Polisi Jadi Sasaran Lemparan Massa
Greenpeace Kibarkan Baliho di Bundaran HI, Soroti Krisis Iklim hingga Kinerja Pemerintah
Persib Vs Persik Berakhir 1-0, Sundulan Julio Cesar Antar Maung Bandung Amankan Tiga Poin

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Hari Santri 2026, Kiai se-KBB Desak Bupati Jeje Terbitkan Perbup Pesantren Cegah Kekerasan Seksual

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Miris! Sewa Tempat Latihan Nunggak 10 Bulan, Mental Kontingen Bowling NPCI KBB Jelang Peparda 2026 Terganggu 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Derita Atlet Disabilitas KBB Jelang Peparda VII Jabar: Tak Ada Anggaran Latihan, Malah Diusir

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Wali Kota Farhan Siagakan Bandung Dua Hari, 11 Polisi Jadi Korban Kericuhan Demo

Berita Terbaru