SEKITARKITA.id – Tiga pemulung tewas seketika setelah sebuah mortir aktif yang mereka temukan meledak di Kampung Ciparang RT 04 RW 07, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Peristiwa tragis tersebut terjadi saat ketiga korban, yakni Ade, Suhri, dan Rodian, berusaha membuka proyektil yang mereka temukan.
Tanpa mengetahui benda itu masih aktif, mereka memukul mortir dengan palu untuk mengambil bagian logamnya. Namun, benturan tersebut justru memicu ledakan dahsyat yang menewaskan ketiganya di lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolsek Cipatat Kompol DMS Andriani membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, mortir yang ditemukan para korban ternyata masih memiliki daya ledak sehingga meledak ketika dipukul.
“Berdasarkan keterangan awal, mereka menemukan benda tersebut lalu berniat membukanya untuk mengambil isi atau bagian logamnya. Tanpa tahu bahaya yang mengancam, justru memukulnya hingga memicu ledakan,” ujar Andriani, pada laporan yang diterima redaksi, Rabu 8 Juli 2026 malam.
Setelah menerima laporan, petugas piket yang dipimpin Ipda Agus bersama personel Reskrim dan Binmas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jenazah para korban.
Polisi kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi ledakan. Tim Inafis dan Unit Penjinak Bom (Jibom) juga diterjunkan untuk memeriksa area tersebut dan memastikan tidak ada sisa amunisi maupun bahan peledak lain yang masih membahayakan warga.
Andriani mengimbau masyarakat, khususnya para pemulung dan pencari barang bekas, agar tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa amunisi.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang sering beraktivitas mencari barang bekas, agar tidak pernah menyentuh maupun memindahkan benda berbahaya tersebut, apalagi mencoba membukanya. Jika menemukan benda yang diduga amunisi atau bahan peledak, segera laporkan kepada aparat keamanan terdekat,” katanya.
Pihak kepolisian juga akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat bersama TNI dan instansi terkait mengenai bahaya sisa amunisi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kami akan terus menggencarkan edukasi bahaya sisa amunisi bersama TNI dan instansi terkait agar tragedi serupa tidak terulang lagi,” tandas Andriani.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








