Cegah stunting, Pemkab Karawang terima CSR Rp247 juta dari Apindo dan KIIC

- Penulis

Rabu, 8 Mei 2024 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | SekitarKita.id,- Tingginya angka kemiskinan ektrim dengan diiringi naiknya jumlah stunting di wilayah Kabupaten Karawang menjadi perhatian seluruh pihak, baik pemerintah, swasta dan instansi terkait.

Dengan itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang terus berupaya menurunkan angka stunting sebagai program prioritas di tahun 2024. Hal ini upaya mengentaskan kemiskinan ekstrim di wilayahnya.

Soal stunting, Bupati Karawang, Aep Syaepulloh terus melakukan terobosan dengan menggandeng sejumlah perusahaan lintas sektor dengan program kolaborasi pentahelix.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satunya dengan menggandeng Apindo Karawang dan Managemennt Karawang Industrial Internasional City (KIIC) untuk terjun langsung melakukan intervensi stunting di Karawang.

Bupati Karawang Aep Syaepulloh mengatakan, tahun 2024 program penurunan stunting masih menjadi prioritas Pemkab Karawang. Oleh sebab itu, semua pihak harus ikut andil dan peduli akan masa depan generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam hal ini, kata dia, Apindo dan KIIC membantu Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Karawang dengan bantuan tunai sebesar Rp. 247 juta yang disalurkan langsung kepada BAZNAS Karawang.

Baca Juga:  KPU Bandung Barat Fokus Tingkatkan Partisipasi Pemilih di Pilkada 2024
Bupati Karawang, Aep Syaepulloh (foto: istimewa)
Bupati Karawang, Aep Syaepulloh (foto: istimewa)

“Kami ucapkan terimakasih kepada Apindo dan KIIC yang sudah memberikan bantuan untuk program stunting khususnya di Kabupaten Karawang,” kata Aep usai penyerahan simbolis bantuan di Kantor DPPKB Karawang, Selasa, (7/5/2024).

Aep menyebut, kepedulian perusahaan terhadap seluruh program prioritas Pemkab Karawang sudah mendapat apresiasi di tingkat Jawa Barat. Tahun lalu, Karawang terpilih menjadi juara satu pada anugerah CSR Award tingkat Jawa Barat.

Hal ini diharapkan menjadi motivasi untuk seluruh perusahaan agar bertindak lebih peduli kepada lingkungan tempat mereka bekerja.

“Alhamdulillah Karawang sebagai Juara 1 CSR di Jawa Barat selalu membuktikan peran serta perusahaan ini nyata dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ucap H.Aep kembali.

Diketahui, Bantuan Stunting dari CSR Apindo dan KIIC akan digunakan untuk membiayai program makanan bergizi untuk balita stunted, gizi kurang dan gizi buruk. Program tersebut akan berlangsung selama enam bulan dengan total sasaran 344 anak di 30 kecamatan se-Karawang.

“Mudah-mudahan dengan semua kolaborasi ini stunting di Kabupaten Karawang bisa turun,” harapnya.

Baca Juga:  Kejagung Tangkap Anggota DPR Fraksi NasDem di Bandara Soekarno-Hatta

Disisi lain, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Karawang Sofiah mengatakan, bantuan dari Apindo dan KIIC nantinya akan digunakan untuk pemberian makanan bergizi. Seperti telur, susu, dan vitamin untuk balita stunting, kurang gizi, dan gizi buruk. Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang jumlahnya hampir 6.000 orang akan menjadi motor penggerak program penyaluran makanan bergizi tersebut ke lokasi calon penerima yang sudah ditentukan sebelumnya.

“Berbeda dari sebelumnya, untuk sasaran program kali ini selain anak stunting kita sasar juga yang kurang gizi dan gizi buruk. Mudah-mudahan akan membawa dampak signifikan untuk penurunan stunting di Karawang,” tandasnya.



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab
Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 
Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin
Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi
Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan
Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir
Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 07:08 WIB

Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab

Rabu, 30 September 2026 - 03:15 WIB

Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 

Selasa, 29 September 2026 - 20:40 WIB

Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin

Selasa, 29 September 2026 - 09:21 WIB

Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi

Selasa, 29 September 2026 - 08:28 WIB

Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan

Berita Terbaru