[ad_1]
Pemecahan masalah yaitu seni mengidentifikasi masalah juga menerapkan solusi yang terbaik. Meninjau kembali keterampilan pemecahan masalah Anda mungkin saja merupakan bagian yang hilang dalam meningkatkan kinerja bisnis Anda, sampai kesuksesan Lean, atau membuka potensi profesional Anda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanyakan kepada kolega mana pun apakah mereka merupakan pemecah masalah yang efektif juga kemungkinan besarnya jawabannya yaitu, “Tentu saja! Saya memecahkan masalah setiap hari.”
Pemecahan masalah tentu saja merupakan bagian dari sebagian besar deskripsi pekerjaan. Tetapi sepertinya tidak semua orang dapat melakukannya secara konsisten.
Proses Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah yaitu proses mendefinisikan suatu masalah, mengidentifikasi akar permasalahannya, memprioritaskan juga untuk membuat pilihan solusi potensial, juga mengimplementasikan solusi yang dipilih.
Tidak ada lagi proses pemecahan masalah yang dapat dilakukan secara common. Sesekali, ini merupakan metodologi unik yang menyelaraskan tujuan jangka pendek juga jangka panjang Anda dengan sumber daya yang Anda miliki. Meski demikian demikian, dalam jumlah besar paradigma yang memusatkan pemecahan masalah sebagai jalan untuk sampai tujuan seseorang dengan lebih cepat juga cerdas.
Salah satu contohnya yaitu kerangka Six Sigma, yang menekankan penghapusan kesalahan juga menyempurnakan pengalaman pelanggan, dengan begitu meningkatkan hasil bisnis. Awalnya dikembangkan oleh Motorola, proses Six Sigma mengidentifikasi masalah dari perspektif kepuasan pelanggan juga meningkatkan pengiriman produk.
Manajemen lean, metode serupa, yaitu tentang menyederhanakan proses perusahaan sesekali waktu dengan begitu proses itu menjadi “lebih ramping” sekaligus memberikan hasil yang lebih baik.
Terlepas dari istilah manajemen bisnis yang trendi, kedua kerangka kerja ini mengajarkan kita bahwa berinvestasi dalam proses pemecahan masalah Anda untuk enviornment pribadi juga profesional akan menghasilkan produktivitas yang lebih baik.
Cara Mengatasi Masalah: 5 Langkah
1. Data diri Masalah Secara Tepat
Meski demikian terlihat jelas, mengidentifikasi masalah adalah langkah awal dalam proses pemecahan masalah. Memutuskan masalah dengan tepat di awal proses akan memandu observasi, kolaborasi, juga solusi Anda ke arah yang benar.
Pada tahapan ini, tugas Anda yaitu mengidentifikasi ruang lingkup juga substansi masalah. Tanyakan pada diri Anda serangkaian pertanyaan:
- Apa masalahnya?
- Berapa dalam jumlah besar subkumpulan masalah yang ada di bawah masalah ini?
- Bidang studi, departemen kerja, atau fungsi bisnis apa yang paling bisa mendefinisikan masalah ini?
Meski demikian beberapa masalah pada dasarnya mempunyai cakupan yang besar, ketelitian yaitu kuncinya. Tuliskan permasalahannya sebagai pernyataan dalam lembar perencanaan. Jika informasi atau umpan balik pada langkah selanjutnya mengubah cakupan masalah Anda, revisi pernyataan itu.
Membingkai masalah pada tahapan ini akan membantu Anda tetap fokus jika gangguan muncul pada tahapan selanjutnya. Selain tersebut, cara Anda membingkai suatu masalah akan membantu pencarian solusi Anda. Strategi membangun kesuksesan Lean, andaikan, akan menekankan pada data diri juga perbaikan sistem yang sepertinya tidak efisien.
2. Kumpulkan Informasi juga Rencana
Langkah kedua yaitu mengumpulkan informasi juga merencanakan proses brainstorming. Ini yaitu langkah mendasar lainnya untuk memetakan proses pemecahan masalah Anda. Akhirnya, information berguna dalam mengidentifikasi ruang lingkup juga substansi masalah Anda.
Tetapi, mengumpulkan informasi mengenai element masalah yang pada kenyataannya dilakukan untuk mempersempit porsi curah pendapat guna membantu Anda mengevaluasi hasilnya nanti. Jangan membebani diri Anda dengan informasi yang sepertinya tidak perlu — gunakan pernyataan masalah yang Anda data diri pada langkah pertama sebagai bintang utara dalam proses observasi Anda.
Tahapan ini serta harus segera meliputi beberapa perencanaan. Bertanya pada diri sendiri:
- Pihak mana yang akhirnya akan membuat keputusan suatu solusi?
- Suara juga ide siapa yang harus segera didengarkan dalam proses brainstorming?
- Sumber daya apa yang Anda miliki untuk menerapkan solusi?
Tetapkan rencana juga jalur waktu untuk langkah 3-5.
3. Bertukar Pikiran Solusi
Solusi brainstorming yaitu inti dari proses pemecahan masalah. Pada tahapan ini, fokuslah pada menghasilkan ide-ide kreatif. Semasih solusi itu langsung mengatasi pernyataan masalah juga sampai tujuan Anda, jangan langsung mengesampingkannya.
Selain tersebut, solusi jarang sekali merupakan jawaban satu langkah juga lebih seperti peta jalan dengan serangkaian tindakan. Saat Anda melakukan brainstorming ide, petakan solusi ini secara visible juga sertakan faktor-faktor relevan seperti biaya, langkah tindakan, juga pihak-pihak yang terlibat.
Dengan mempertimbangkan kesuksesan Lean, tetap fokus pada solusi yang meminimalkan pemborosan juga meningkatkan aliran ekosistem bisnis.
4. Membuat keputusan juga Melaksanakan
Tahapan yang paling penting yaitu untuk membuat pilihan solusi. Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Pertimbangkan kriteria yang muncul pada langkah sebelumnya saat Anda membuat keputusan solusi yang memenuhi kebutuhan Anda.
Setelah Anda untuk membuat pilihan suatu tindakan, terapkanlah.
Mempraktikkan uji tuntas pada tahap-tahap awal proses akan memastikan bahwa tindakan yang Anda pilih telah dievaluasi dari semua sudut. Sesekali, implementasi yang efisien mengharuskan kita untuk bertindak dengan benar juga berhasil pada saat pertama kali, daripada terburu-buru juga ceroboh. Kompilasi lebih lanjut akan menimbulkan lebih dalam jumlah besar masalah, membawa Anda kembali ke langkah 1.
5. Evaluasi
Latihlah kerendahan hati juga evaluasi solusi Anda dengan jujur. Apakah Anda sampai hasil yang Anda harapkan? Apa yang akan Anda lakukan secara dengan cara yang berbeda di lain waktu?
Seperti yang dicatat oleh beberapa mahir, merumuskan saluran umpan balik ke dalam evaluasi Anda membantu memantapkan kesuksesan masa depan. Kerangka kerja seperti kesuksesan Lean, andaikan, akan memakai indikator kinerja utama (KPI) tertentu seperti kualitas, keberhasilan pengiriman, pengurangan kesalahan, juga dalam jumlah besar lagi. Tetapkan metrik yang selaras dengan tujuan perusahaan untuk menilai solusi Anda.
Kuasai keterampilan seperti analisis sistem pengukuran, prinsip lean, pengujian hipotesis, analisis proses, juga alat DFSS dengan Kursus Pelatihan Lean Six Sigma Inexperienced Belt kami. Daftar hari ini!
Berlatih untuk Memecahkan Masalah Dengan Lean Hari Ini
Menjadi mahir kualitas dengan Lean Six Sigma Inexperienced Belt dari Simplilearn. Program sertifikasi Lean Six Sigma ini akan membantu Anda memperoleh keterampilan utama untuk unggul dalam proyek transformasi virtual sekaligus meningkatkan kualitas juga hasil bisnis yang terbaik.
Dalam kursus ini, Anda akan mempelajari dua metodologi manajemen operasi penting – praktik Lean juga Six Sigma untuk dapat mempercepatnya peningkatan bisnis.
[ad_2]
Sumber: simplilearn-com








