Ketua DPD Golkar Jabar: Caleg Terpilih Wajib Tahu Tugas dan Fungsinya

- Penulis

Senin, 29 Juli 2024 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kang Ace di Kelas Dikpol 4 Partai Golkar (ist)

i

Kang Ace di Kelas Dikpol 4 Partai Golkar (ist)

[ad_1]

BANDUNG, SekitarKita.id – Tubagus Ace Hasan Syadzily, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat mengangkutCalon legislatif (caleg) terpilih DPRD kota/kabupaten dituntut untuk mengetahui sejumlah tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat.

Ekspresi itu menyatakan Kang Ace, sapaan akrab Tubagus Ace Hasan Syadzily saat membuka Pendidikan Politik (Dikpol) pada acara Pembekalan Calon Anggota DPRD Kabupaten/Kota Terpilih gelombang 4 di Kantor DPD Partai Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Senin (29/7/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebanyak 56 caleg se-Jabar terpilih mengikuti Dikpol tersebut, yakni, 9 dari Golkar Kabupaten Purwakarta, 7 dari Majalengka, 5 dari Ciamis, 7 Kota Banjar, 5 Pangandaran, 7 Kabupaten Tasikmalaya, 5 Kota Tasikmalaya, 5 menyusul -up peserta, dan peserta tindak lanjut tambahan. mengubah sekitar sesi 6 orang.

Kang Ace didampingi sejumlah pengurus DPD Partai Golkar Jabar, antara lain Bendahara Umum Metty Triantika, Ketua KPPG Cucu Sugyati, Wakil Ketua Yod Mintaraga.

Alasan itu, anggota dewan dari Golkar harus sesegera di tanda terdepan. Memperkuat fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Hadirin sekalian harus sesegera tahu bahwa,” memegang Kang Ace.

Kang Ace di Kelas Dikpol 4 Partai Golkar (ist)

“Saya ingin anggota DPRD dari Golkar memenuhi janjinya kepada rakyat. Memberikan solusi. andai ada masalah yang dihadapi oleh masyarakat,” dia berkata.

Jadi, menyampaikan Kang Ace, Kader Golkar Tak Sekadar Bicara Cara Jadi Anggota DPRD Tetapi isi pembangunan ini agar cita-cita partai dan bangsa tercapai. “Buktikan janji, Golkar menang, rakyat Indonesia sejahtera,” menyampaikan Kang Ace.

Pada Pemilu 2024, memegang Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Golkar merasa peningkatan kursi yang signifikan baik di tingkat nasional maupun regional.

“Kita patut berbangga. Golkar di tingkat nasional naik dari 85 kursi menjadi 102 kursi dan di Jawa Barat naik dari 16 kursi menjadi 19 dengan selisih 3 kursi. Kita menjadi pemenang di DPRD Jawa Barat. Untuk DPRD kabupaten/kota naik dari 198 kursi menjadi 208 kursi,” ujarnya.

Menurut Kang Ace, salah satu faktor yang membuat Golkar mampu menambah kursi secara signifikan adalah perjuangan para kader. Selain itu, arahan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sudah jelas bahwa mengelola partai tentu bukan untuk kepentingan pribadi.

Baca Juga:  Ethereum Berpotensi Pecahkan Rekor Harga Baru

“Golkar adalah partai yang mekanisme organisasinya dibangun berdasarkan aturan-aturan yang disepakati bersama. Alasan itu bukan di Golkar Dapat mengambil keputusan sendiri. Termasuk hari ini, Golkar tengah menggelar acara pendidikan politik,” memegang Kang Ace.

Kang Ace menyampaikan, banyak peserta yang merupakan lansia. Namun dinamika perkembangan politik. Ilmu ini sangat dinamis. Ilmu sosial dan politik tidak pernah statis.

Selain itu, dalam politik, ada berbagai kebijakan yang Dapat jadi tepat waktu yang akan datang berbeda dengan era sekarang. Ditemukan banyak kebijakan, baik undang-undang maupun peraturan dan turunannya.

Alasan Mengingat itu, peserta dituntut untuk mengikuti Dikpol dengan sungguh-sungguh sejak awal. sampai akhir,” ujarnya.

Caleg sebagai wakil rakyat, tutur Kang Ace, bekerja sebab perintah konstitusi, undang-undang. Tetapi penting sekali untuk selalu mengikuti perkembangan. Termasuk Partai Golkar pada zaman Orde Baru. Yang membuat Golkar menang itu adalah birokrasi tersentralisasi. Jadi kekuatan Golkar waktu itu ada di birokrasi, TNI, Polri.

Tetapi sekarang situasi berbeda. Sebab itu, kader Golkar harus segera berhitung. Karena sistem politik telah berbeda. Ketika dipercaya oleh rakyat, yang harus segera dilakukan adalah memastikan agar kepercayaan itu tetap ada kepada Partai Golkar.

“Tumpuannya ada pada Ibu napak sekalian. Dalam berbagai kesempatan saya sampaikan, bapak ibu dapat menjadi anggota DPRD bukan sebab diri sendiri tapi sebab dicalonkan oleh partai. Tanpa partai tidak mungkin saja bapak ibu sekalian menjadi anggota DPRD,” ucapnya.

Sebab itu tugas partai adalah memastikan
berbagai kebijakan yang nanti dikeluarkan anggota DPRD dari Golkar harus segera berdasarkan atas arahan dari kebijakan partai. Anggota DPRD dari Golkar tidak dapat membuat kebijakan sendiri. Ini organisasi, dengan begitu membutuhkan satu mekanisme yang telah disepakati. Di dalam berorganisasi tidak dapat jalan sendiri.

“Tidak dapat misalkan saja membuat kebijakan di kabupaten/kota tanpa tahu keinginan DPP Partai Golkar. Begitu juga DPRD provinsi. Namun sebab Partai Golkar bersifat inklusif, terbuka, demokratis, maka mekanismenya telah diatur di dalam aturan partai,” kata dia.

Baca Juga:  Strategi Bisnis Efektif: Waktu Tanpa Pengorbanan

Kang Ace menegaskan, Partai Golkar bukan partai seperti partai-partai lain yang semuanya tergantung ketua umum. Termasuk tidak di dalam penentuan kepala daerah misalkan saja. Golkar punya juklak. Ini menjadi dasar dalam penentuan kebijakan tersebut.

“Apa yang menjadi keinginan saya belum tentu sesuai keinginan partai. Saya pengen A, tapi ternyata si A elektibilitasnya tidak naik. Ya saya tidak dapat memaksakan diri. Yang rugi siapa? Ya partai,” ucap Kang Ace.

Sebab itu, katanya, dalam konteks pengambilan kebijakan di partai termasuk dalam konteks kedewanan, gunakan mekanisme internal partai. Ada rapat harian, rapat perdana, rapat pleno. Ini untuk menyelesaikan arah sesusai kebijakan partai.

“Kita tidak dapat hanya tertumpu pada kekuatan individual. Karena kemenangan Golkar itu bukan sebab terpaku pada kekuatan individual. Kemenangan partai Golkar sebab kerja keras semua kader,” katanya.

Anggota DPRD terpilih, kata Kang Ace, harus segera disiplin. Andai tidak disiplin, bagaimana dapat maju. Bagaimana dapat memenej bangsa ini dan diri sendiri. Hanya dengan disiplin, kader dapat mendorong akselerasi proses pembangunan dan tahu tentang tujuan serta arah kebijakan.

Karena ternyata sejumlah besar anggota DPRD yang belum tahu tentang siklus anggaran APBD. Sejumlah besar di antara para anggota DPRD, termasuk yang senior, belum mengerti bagaimana menyusun atau prison draft.

Andai dalam posisi seperti itu, sepertinya sulit bagi partai untuk dapat kembali menjadi pemenang. Sebab itu, pendidikan ini upaya untuk meningkatkan kapasitas anggota DPRD dari Partai Golkar. Anggota DPRD juga harus segera mampu mengatur tindakan pemerintahan,” kata dia.

Anggota DPRD, tutur Kang Ace, harus segera dapat membuat peraturan daerah yang punya implikasi dan dampak positif bagi rakyat, dengan begitu membawa nama harum partai. Kalau tidak, anggota DPRD dari Golkar tidak akan menjadi leader di daerah.

“Dari berbagai survei yang kami lakukan, masih sejumlah besar anggota DPRD yang tidak tahu peran dan fungsi ini. Saya ingin bapak ibu bekerja yang sesuai tugas dan fungsi. Bekerja sesuai dengan perannya. Partai ingin saudara-saudara benar-benar menjadi wakil rakyat,” ucapnya.

Baca Juga:  Depan Ratusan Wisudawan Universitas Bale Bandung, Kang Ace Sebut Adanya Kecerdasan Buatan Bakal Jadi Peluang Sekaligus Tantangan

Menurut Kang Ace, andai mampu menjadi wakil rakyat yang sesungguhnya, ini adalah investasi untuk lima tahun yang akan datang. “Selain tiga tugas dan fungsi DPRD, anggota dewan harus segera menjadi public talking untuk menyuarakan aspirasi rakyat,” tutur Kang Ace.

Kang Ace kembali mengingatkan agar anggota DPRD dari Partai Golkar untuk menjaga integritas sebagai politisi. Jangan mencapai masyarakat tidak yakin lagi.
Melalui rutinitas ini, caleg DPRD terpilih dapatkan pengetahuan tentang memakai media sosial (medsos) secara bijak. Dengan begitu nanti pada Pemilu 2029 dapat terpilih kembali. “Medsos bisa dimanfaatkan agar Golkar dapat beradaptasi terhadap perkembangan,” tutur Kang Ace.

IQ Rendah

Pada 2045, Indonesia bercita-cita menjadi negara maju dengan berpendapatan tinggi. Ketika itu, Indonesia dapatkan bonus demografi, lebih dari 60 persen penduduk merupakan usia produktif.

Tetapi, tutur Kang Ace, Indonesia menghadapi tantangan keterkaitan tingkat kecerdasan penduduknya. “Coba hunting di Google, rata-rata IQ orang Indonesia terendah di ASEAN. IQ orang Indonesia berada di stage 78. Sedangkan Sinapura sudah 100,” tutur Kang Ace.

“Bagaimana dapat berkompetisi dengan bangsa lain andai tingkat kecerdasan masyarakatnya minim lebih tinggi dibandingkan dengan simpanse yang IQ-nya 70,” katanya.

Tiga hari lalu, Kang Ace kembali dari Second State Person Forum di Jepang. Saya seusai berdiskusi dengan politisi-politisi muda Jepang. Di situ politisi-politisi muda Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura duduk Jepang.

“Kami diskusi sejumlah besar tentang berbagai drawback yang dihadapi. Ternyata Indonesia tidak lebih baik dibandingkan dengan Filipina. Bahkan kalah dengan Vietnam. Bandingkan IQ orang Indonesia dengan negara-negara Asia. Indonesia tidak lebih tinggi dibandingkan Timor-Leste,” kata Kang Ace.

Menurut Kang Ace, drawback yang paling mendasar yang dihadapi Indonesia salah satunya adalah, 21 persen anak Indonesia itu tingkat pertumbuhannya kurang dari sempurna akibat stunting.***

[ad_2]

Source link



Berita Terkait

Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar
PKB KBB Soroti Pentingnya Kenaikan Dana Bantuan Parpol untuk Hadapi Pemilu 2029
Lawatan ke Partai Perindo, KPU KBB Beberkan 6 Skema Penambahan Dapil untuk Pemilu 2029
Soroti Tingginya Pengangguran Lulusan SMK, Lestari Moerdijat Dorong Pendidikan Vokasi Lebih Kompetitif
Pawai Juara PERSIB 2026 Disambut Lautan Bobotoh, Tradisi Sejak 1937 Terus Berlanjut
PERSIB Cetak Sejarah! Jadi Klub Pertama Juara Liga Indonesia Tiga Kali Beruntun
Bojan Hodak Sebut Beckham Putra dan Federico Barba Layak Raih Penghargaan Bergengsi
Ketua Viking Tobias Ginanjar Sayidina Resmi Pimpin KONI KBB Periode 2026–2031

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:58 WIB

Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:45 WIB

PKB KBB Soroti Pentingnya Kenaikan Dana Bantuan Parpol untuk Hadapi Pemilu 2029

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:58 WIB

Lawatan ke Partai Perindo, KPU KBB Beberkan 6 Skema Penambahan Dapil untuk Pemilu 2029

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:58 WIB

Soroti Tingginya Pengangguran Lulusan SMK, Lestari Moerdijat Dorong Pendidikan Vokasi Lebih Kompetitif

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:46 WIB

Pawai Juara PERSIB 2026 Disambut Lautan Bobotoh, Tradisi Sejak 1937 Terus Berlanjut

Berita Terbaru