Tragedi Kapal Virgo di Laut Jawa, Faisal Warga KBB Ceritakan Detik-detik Selamat dari Maut

- Penulis

Selasa, 22 September 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tragedi Kapal Virgo di Laut Jawa, Faisal Warga KBB Ceritakan Detik-detik Selamat dari Maut

i

Penyintas Kapal Virgo Transport 8, Faisal Weskurni (25), warga Kampung Parakan Tolok, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Bandung Barat, saat menceritakan pengalaman mencekam sebelum kapal tenggelam di Laut Jawa (foto: istimewa)

KBB | SEKITARKITA.id — Malam mencekam di tengah Laut Jawa masih membekas dalam ingatan Faisal Weskurni (25), warga Kampung Parakan Tolok, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Faisal merupakan salah satu penumpang yang berhasil selamat dari insiden tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa.

Ia menceritakan bagaimana kepanikan terjadi ketika kapal yang ditumpanginya mulai bergoyang hebat, kemudian miring hingga akhirnya terbalik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesaksian tersebut disampaikan Faisal saat ditemui pada Senin, 21 September 2026. Saat itu, ia baru kembali ke kampung halamannya setelah menjalani perjalanan laut yang meninggalkan pengalaman traumatis.

Faisal sebelumnya hendak menuju Kalimantan untuk bekerja. Ia berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menggunakan Kapal Virgo Transport 8.

Penyintas Kapal Virgo Transport 8, Faisal Weskurni (25), warga Kampung Parakan Tolok, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Bandung Barat, saat menceritakan pengalaman mencekam sebelum kapal tenggelam di Laut Jawa (foto: istimewa)
Penyintas Kapal Virgo Transport 8, Faisal Weskurni (25), warga Kampung Parakan Tolok, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Bandung Barat, saat menceritakan pengalaman mencekam sebelum kapal tenggelam di Laut Jawa (foto: istimewa)

Menurut Faisal, kondisi kapal mulai terasa tidak nyaman sejak sore hari. Guncangan kapal semakin kuat hingga membuat banyak penumpang mengalami mabuk laut.

“Saya mulai merasa mual sekitar pukul 17.30. Setelah itu saya masuk dan mencoba tidur. Tapi tidak bisa karena kondisi kapal sudah terasa goyang-goyang,” kata Faisal.

Faisal mengaku bukan kali pertama bepergian menggunakan kapal laut. Ia sebelumnya beberapa kali melakukan perjalanan menggunakan kapal dari Bakauheni menuju Merak maupun sebaliknya.

Namun, kondisi yang dirasakannya di atas Virgo Transport 8 berbeda.

Menurutnya, guncangan kapal sangat kuat dan berlangsung selama beberapa jam. Bahkan, ia menggambarkan guncangan tersebut seperti merasakan gempa.

Baca Juga:  Ngabuburit ala rocker Bandung Barat, pupuk silaturahmi dan jaga api menyala musik rock 

“Kalau saya sendiri sudah sering naik kapal laut dari Bakauheni ke Merak maupun sebaliknya. Tapi yang saya rasakan waktu itu seperti gempa di dalam kapal. Kapal terus bergoyang dan sangat susah untuk tidur,” ujarnya.

Di ruangan tempat Faisal berada, terdapat banyak penumpang perempuan, anak-anak, dan laki-laki. Sebagian penumpang mulai muntah akibat guncangan kapal yang terus terjadi.

Kondisi tersebut, kata Faisal, berlangsung sejak sekitar pukul 18.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Karena tidak tahan, Faisal kemudian dibantu seorang temannya menuju kamar mandi. Ia pun sempat muntah akibat kondisi kapal yang terus berguncang.

Situasi berubah drastis menjelang tengah malam.

Saat berada di luar ruangan, Faisal tiba-tiba mendengar suara dentuman keras. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti sumber suara tersebut.

“Saya tidak tahu apakah itu kapal membentur karang, atau kendaraan yang ada di kapal bertabrakan. Saya tidak tahu pasti. Tapi suara dentumannya sangat keras,” tuturnya.

Tak lama setelah dentuman terdengar, kursi dan bangku di area tempat merokok mulai berjatuhan.

Melihat kondisi tersebut, Faisal langsung mengambil telepon selulernya dan berlari keluar. Dalam situasi panik, ia berusaha memperingatkan penumpang lainnya.

“Kapal miring, kapal miring,” teriak Faisal saat itu.

Menurutnya, kondisi kapal berubah dengan cepat. Ia memperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit sejak kapal mulai miring hingga kondisinya semakin parah.

Faisal menyebut kapal miring ke sebelah kiri dengan kemiringan yang diperkirakan mencapai 10 hingga 20 derajat.

Baca Juga:  Lil Child and Gunna dan Gunna mungkin saja tidak akan pernah dapat berpadu lagi

Ia kemudian bergegas mengambil pelampung dan kantong plastik untuk melindungi telepon selulernya.

Ketika kapal mulai terbalik, kepanikan semakin meluas. Sejumlah penumpang memilih melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.

Di tengah situasi tersebut, terdengar suara klakson kapal.

Faisal kemudian melihat sekoci perahu karet atau inflatable boat yang merupakan salah satu alat keselamatan darurat mulai dikeluarkan.

Sejumlah penumpang berusaha berlari menuju sekoci. Namun, Faisal mengaku sempat tidak berani masuk karena ketakutan.

“Saat kapal terbalik, sekoci perahu karet keluar. Orang-orang berlari dan banyak yang masuk ke sekoci. Tapi saya sendiri tidak berani masuk karena takut,” ucapnya.

Faisal memperkirakan ada sekitar 11 orang yang berada bersamanya. Namun, ketika dirinya berhasil keluar dari kapal, sejumlah teman yang sebelumnya bersamanya belum diketahui keberadaannya.

Situasi di atas kapal sebelum tenggelam juga diwarnai kepasrahan para penumpang.

Menurut Faisal, sebagian penumpang memilih mengaji dan melaksanakan salat sambil menunggu keadaan.

“Sudah ada yang mengaji, ada yang melaksanakan shalat di atas kapal. Kami semuanya sudah pasrah,” ungkapnya.

Faisal juga mengaku melihat seorang penumpang yang berusaha menuju sekoci tetapi tidak berhasil. Penumpang tersebut kemudian terlihat tidak bergerak dan mendapat pertolongan dari kapal tongkang.

Ia menduga masih terdapat penumpang lain yang berada di dalam kapal ketika kapal mulai tenggelam dan tidak sempat menyelamatkan diri.

Baca Juga:  Misteri Kematian Siswi SMK 1 Cihampelas KBB: Sempat Konsumsi MBG Sebelum Tutup Usia

Setelah berhasil diselamatkan, Faisal mendapat bantuan dari sejumlah pihak.

Ia menyebut pihak Virgo memberikan uang transportasi sebesar sekitar Rp4,5 juta. Selain itu, ia mengaku menerima bantuan Rp5 juta dari Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin.

“Ada uang bantuan dari pihak kapal Virgo Rp4,5 juta dan saya juga mendapatkan bantuan Rp5 juta dari Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin,” tuturnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat turut memberikan pendampingan kepada Faisal.

Faisal dijemput Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bandung Barat Yoppie Indrawan Iskandar bersama Camat Sindangkerta sejak tiba di bandara. Ia kemudian diantar hingga sampai ke rumah dan mendapat uang tali kasih.

Faisal juga menyebut dirinya mendapat informasi mengenai rencana bantuan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebesar Rp7 juta bagi korban insiden kapal tersebut.

Namun, hingga kini bantuan tersebut belum diterimanya.

“Saya dengar dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ada bantuan Rp7 juta untuk korban. Tapi sampai sekarang saya belum mendapatkannya,” katanya.

Kini Faisal telah kembali ke kampung halamannya di Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat.

Meski berhasil selamat dari tragedi tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8, pengalaman saat berada di tengah Laut Jawa, menyaksikan kapal mulai miring hingga akhirnya terbalik, menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

Bagi Faisal, perjalanan menuju Kalimantan untuk mencari pekerjaan berubah menjadi malam panjang penuh kepanikan yang nyaris merenggut nyawanya.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat
Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 
Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat
Prajurit Yonif TP 938 Pancasona Raih Podium 1 Pocari Sweat Run 2026 di Bandung
17 Bangunan di Padalarang KBB Terindikasi Melanggar, Warga Sukamaju Sepakat Bongkar Mandiri
Revitalisasi Sekolah di KBB Diduga Dikuasai Suplier Luar Daerah, Kepsek dan Komite Disebut Hanya Jadi “Penonton”
Milangkala ke-166, Cililin Ngahiji Jadi Momentum Bangkitkan Kembali Marwah dan Kejayaan Pituin

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:18 WIB

Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa

Selasa, 22 September 2026 - 12:01 WIB

Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Selasa, 22 September 2026 - 10:19 WIB

Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 

Selasa, 22 September 2026 - 09:55 WIB

Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat

Selasa, 22 September 2026 - 09:54 WIB

Prajurit Yonif TP 938 Pancasona Raih Podium 1 Pocari Sweat Run 2026 di Bandung

Berita Terbaru