Bandung Barat | SEKITARKITA.id,- Penemuan kerangka manusia milik Iguh Indah Hayati (55) dan putrinya, Elia Imanuel Putra (24), di Perumahan Tani Mulya, RT 11 RW 15, Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, mengejutkan warga sekitar dan memicu penyelidikan mendalam.
Menurut Suryati (54), seorang warga setempat, ia terakhir kali melihat Indah dan anaknya sebelum pandemi Covid-19 pada tahun 2020.
“Terakhir ketemu sebelum Corona, saya lupa tahunnya. Dan itu pun tidak sama sekali ngobrol. Kalau lewat kan kerjanya di belakang jadi hanya lewat aja,” jelas Ai Suryati, sapaan akrabnya, saat ditemui di lokasi, Jumat (2/08/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah itu, baik Indah maupun Elia tidak pernah terlihat lagi. Warga mengira mereka sudah pindah rumah karena rumah mereka tampak terbengkalai dan tidak terurus.
“Jadi semenjak tidak terlihat lagi memang anggapan kami mereka sudah pindah dan sempat meminta surat pindah ke Ketua RW,” tandasnya.
Di depan rumah terdapat tanda bahwa rumah tersebut akan dijual, namun nomor kontak yang tertera tidak aktif.
Suryati menjelaskan bahwa pihak sekolah SMA Pasundan Cimahi pernah mendatangi rumah korban karena Elia tidak terlihat di sekolah selama beberapa bulan terakhir.
“Pihak sekolah (guru) sempat mencari anaknya karena tidak masuk-masuk. Setelah itu, tidak tahu guru ketemu atau tidak dengan anaknya. Setahu saya, anaknya sekolah di SMA Pasundan Cimahi kalau tidak salah,” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa tidak ada gelagat mencurigakan di rumah korban, bahkan tidak tercium bau busuk di lokasi selama beberapa tahun ini.
“Bahkan suami saya juga tidak mencium bau apa-apa. Baru mengetahui informasi bila Indah dan anaknya ditemukan sudah menjadi kerangka di dalam rumahnya,” bebernya.
“Warga sangat kaget melihat ada tengkorak. Padahal saya sudah lama tinggal di sini. Dikira rumah itu memang kosong. Saya sebagai tetangga sangat terkejut,” ungkapnya. “Mereka tinggal berdua sejak suaminya pindah ke Cirebon enam tahun lalu.”
Suryati juga menambahkan bahwa ia tidak lagi berkomunikasi dengan Indah dan anaknya karena mengira mereka sudah pindah.
“Saya tidak pernah ke rumah Indah lagi. Pribadinya memang tertutup, kecuali kalau ke temannya baru mau ngobrol,” ujarnya.
Tim forensik dari Rumah Sakit Sartika Asih yang dipimpin oleh Dr. Adang Azhar sedang melakukan identifikasi dan pemeriksaan terhadap kerangka tersebut.
Dr. Adang menyatakan bahwa tahap awal pemeriksaan bertujuan untuk memastikan identitas korban dan memeriksa kemungkinan adanya tindak pidana. Meskipun belum dapat menentukan waktu kematian secara pasti, kerangka tersebut diperkirakan telah membusuk selama sekitar enam bulan.
Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto juga terlibat dalam penyelidikan. Tim Inafis telah melakukan olah TKP untuk menemukan petunjuk mengenai penyebab kematian.
Tri mengungkapkan bahwa mereka telah menemukan beberapa petunjuk, namun kesimpulan akhir masih menunggu hasil tes dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).
Penemuan ini berawal dari upaya suami Iguh Indah Hayati, yang telah meninggalkan rumah selama enam tahun, untuk memeriksa rumah tersebut setelah tidak ada kabar.
Ia mengalami kesulitan masuk karena pintu terkunci dan meminta bantuan warga untuk menjebol pintu, yang akhirnya mengungkapkan dua kerangka manusia di dalam rumah.
Kejadian ini menyisakan banyak pertanyaan, dan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap sebab kematian serta kronologi kejadian yang sebenarnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan







