Dampak Kekeringan Ekstrem di Bandung Barat: Warga Kesulitan Akses Air Bersih

- Penulis

Jumat, 6 September 2024 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKITARKITA.id- Kekeringan ekstrem di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, terus memburuk dan memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah.

Salah satu daerah yang terdampak adalah Kampung Sukamulya, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang. Warga di sana sudah berjuang keras memenuhi kebutuhan air bersih sejak Agustus 2024.

Cecep Yusuf Supriadi (33), seorang warga RT02/RW25, mengungkapkan bahwa sumur-sumur di wilayahnya telah mengering akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Cecep, krisis air bersih ini telah berlangsung selama empat bulan terakhir, membuat banyak warga harus mencari solusi alternatif untuk mendapatkan air bersih.

Cecep Yusuf Supriadi (33), warga RT02/RW25 (foto: Abdul Kholilulloh)
Cecep Yusuf Supriadi (33), warga RT02/RW25 (foto: Abdul Kholilulloh)

“Saya dan tiga keluarga lainnya, total 12 jiwa, harus berbagi satu sumur bor. Kami menggunakan air bergantian karena air sangat terbatas,” ujar Cecep saat ditemui SEKITARKITA.id, pada Jumat (06/09/2024).

Ia juga menambahkan bahwa ketika kiriman air bersih tidak datang, warga terpaksa membeli air dari sumber lain dengan harga yang cukup mahal, mencapai Rp40.000 untuk 500 liter air. Jika air diantar ke rumah, harga akan semakin tinggi karena tambahan biaya kirim.

Baca Juga:  Pesan Teh Rita Ace Hasan Syadzily, saat IIPG Gelar Edukasi Pencegahan Stunting Peringati Hari Anak

“Kami harus mengambil air sendiri di daerah PPI, cukup jauh dari sini. Harganya Rp40 ribu per toren kecil, yang hanya cukup untuk kebutuhan dua hari. Itu pun tergantung pemakaian,” lanjutnya.

Keluarganya membutuhkan setidaknya lima galon air setiap hari untuk mandi dan dua galon untuk minum per minggu. Namun, karena air semakin sulit didapatkan, Cecep sering meminta air dari tetangga atau masjid terdekat.

“Saya sering numpang mandi di rumah teman karena sulit mendapatkan air bersih. Meskipun malu, saya terpaksa melakukannya,” tambah Cecep.

Fenomena kekeringan yang terjadi setiap musim kemarau ini sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir, dan warga berharap pemerintah setempat dapat segera turun tangan untuk membantu suplai air bersih.

“Kami sangat berharap ada bantuan air bersih dari pemerintah agar situasi ini tidak berlarut-larut,” harap Cecep.

Solusi dan Harapan Warga

Krisis air bersih ini menjadi tantangan besar bagi warga Bandung Barat, terutama di wilayah-wilayah yang lebih parah terdampak.

Bantuan dari pemerintah setempat dan solusi jangka panjang, seperti pembangunan infrastruktur air yang lebih baik, sangat dibutuhkan untuk mencegah krisis yang lebih parah di masa mendatang.

Baca Juga:  Partai Gerindra Gelar Konsolidasi Pemenangan Acep-Gina Menuju Karawang 'Jamuga'

Penanganan Kekeringan oleh Pemerintah

Sejauh ini, pemerintah Bandung Barat telah berusaha mendistribusikan air bersih melalui truk tangki di beberapa wilayah terdampak.

Namun, cakupan bantuan belum merata, dan kebutuhan air bersih terus meningkat seiring berjalannya waktu.

Warga berharap adanya penanganan yang lebih cepat dan tepat sasaran agar mereka dapat kembali menikmati akses air bersih secara normal.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

No Viral No Justice? Sampah Menggunung di Ngamprah Bandung Barat Baru Diangkut Setelah Jadi Sorotan
Jelang Pemilu 2029, NasDem KBB Optimistis Hadapi Verifikasi Partai Usai Dikunjungi KPU dan Kesbangpol
Warga Ngamprah Bandung Barat Resah, Sampah Menggunung Timbulkan Bau Busuk hingga Ganggu Aktivitas MBG
Pesan Menohok Zulhas di Pelantikan PAN Jabar, Target Tembus Tiga Besar Pemilu 2029
Dedi Mulyadi Puji Loyalitas PAN kepada Prabowo, Sebut Kesetiaan Jadi Kekuatan Politik
Persib Bungkam Persija Jakarta 2-1 di El Clasico BRI Super League 2026, Kericuhan Warnai Akhir Laga
HPSN 2026, Pemkab Bandung Barat Perkuat Kolaborasi Tangani Sampah Berkelanjutan
Bupati Jeje Ritchie Dukung Penuh Pembangunan Akses Pusdiklatpassus Batujajar, Dorong Ekonomi dan Kelancaran Mobilitas

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:56 WIB

No Viral No Justice? Sampah Menggunung di Ngamprah Bandung Barat Baru Diangkut Setelah Jadi Sorotan

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:48 WIB

Jelang Pemilu 2029, NasDem KBB Optimistis Hadapi Verifikasi Partai Usai Dikunjungi KPU dan Kesbangpol

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:13 WIB

Warga Ngamprah Bandung Barat Resah, Sampah Menggunung Timbulkan Bau Busuk hingga Ganggu Aktivitas MBG

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:37 WIB

Pesan Menohok Zulhas di Pelantikan PAN Jabar, Target Tembus Tiga Besar Pemilu 2029

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:03 WIB

Dedi Mulyadi Puji Loyalitas PAN kepada Prabowo, Sebut Kesetiaan Jadi Kekuatan Politik

Berita Terbaru