Warga Ngamprah Bandung Barat Resah, Sampah Menggunung Timbulkan Bau Busuk hingga Ganggu Aktivitas MBG

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Ngamprah Bandung Barat Resah, Sampah Menggunung Timbulkan Bau Busuk hingga Ganggu Aktivitas MBG

SEKITARKITA.id – Warga mengeluhkan tumpukan sampah menggunung yang menimbulkan bau tidak sedap di Kampung Tanjakan Mama Utara, RW01, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (12/5/2026).

Kondisi sampah yang menumpuk selama hampir satu bulan itu memicu keresahan warga sekitar. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, bau menyengat dari sampah dan belatung juga dinilai mencemari lingkungan sekitar.

Ketua RT02, Rahmat, mengatakan persoalan tumpukan sampah tersebut sudah terjadi sejak April 2026 lalu dan hingga kini belum juga mendapat penanganan maksimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Udah hampir sebulan kondisi ini terjadi. Warga sudah mengeluh karena tumpukan sampah ini mengganggu aktivitas warga sekitar,” kata Rahmat kepada redaksi Sekitarkita.id.

Warga mengeluhkan tumpukan sampah menggunung yang menimbulkan bau tidak sedap di Kampung Tanjakan Mamah Utara, RW02, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (12/5/2026). Foto: Abdul Kholilulloh
Warga mengeluhkan tumpukan sampah menggunung yang menimbulkan bau tidak sedap di Kampung Tanjakan Mamah Utara, RW02, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (12/5/2026). Foto: Abdul Kholilulloh

Menurutnya, sampah tersebut berasal dari warga sekitar yang dikumpulkan setiap hari di lokasi tersebut. Namun, pengangkutan oleh petugas disebut mengalami keterlambatan sehingga sampah terus menggunung.

“Itu sampah warga yang biasanya langsung diangkut oleh petugas. Saya juga tidak tahu alasan sampai terlambat diangkut. Kalau retribusi sampah, warga rutin bayar seminggu sekali,” ujarnya.

Baca Juga:  Tragis! Bocah SD di KBB Ditemukan Tewas Mengenaskan, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

Ironisnya, lokasi tumpukan sampah berada tidak jauh dari kantor Desa Sukatani yang mengarah ke kantor Kecamatan Ngamprah. Kondisi tersebut memunculkan sorotan dari masyarakat karena dinilai dibiarkan terlalu lama.

“Padahal dekat kantor Desa Sukatani yang menuju kantor Kecamatan Ngamprah. Perangkat desa maupun kecamatan sering melintas setiap hari, pasti lihat kondisi ini,” jelasnya.

Tak hanya itu, tumpukan sampah juga berada tepat di dekat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Warga menilai kondisi tersebut sangat mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan sekitar dapur.

Kondisi tumpukan sampah hampir sebulan (foto: Abdul Kholilulloh)
Kondisi tumpukan sampah hampir sebulan (foto: Abdul Kholilulloh)

“Semua terganggu, apalagi dapur MBG persis di sampingnya. Dampaknya makan juga jadi enggak selera karena bau menyengat,” katanya.

Sementara itu, Amir (50) warga sekitar mengatakan, pihaknya kerap mendapati warga lain membuang sampah dilokasi.

“Kalau disini sampah warga RW01 dari tiga RT yakni RT1,2,3, semenjak sampah enggak di angkut hampir sebulan, warga lain atau pengendara motor pada buang sampah disini (ilegal),” ujarnya.

Biasanya, kata dia, petugas UPT Kebersihan KBB rutin menarik sampah seminggu sekali setiap hari Rabu, namun entah mengapa ada keterlambatan hingga satu bulan.

Baca Juga:  Kalahkan Rival dalam Pemilihan Ketat BPD, Deri Siap Perjuangkan Anggaran untuk Margajaya Ngamprah 

“Biasanya hari Rabu, nah besok ketemu Rabu lagi kalau enggak segera di angkut bakal jadi manjang tumpukannya, saya khawatir karena lokasi ada di atas jembatan tol, kalau pihak jasa marga tau kondisi kotor kayak gini takut ajawabya ditutup,” jelasnya.

“Jadi ini sampah warga RW01 yang di kumpulkan, nah biasanya petugas narik sampah dari atas (Ngamprah) dan ini titik terakhir, kalau retribusi warga lancar saya pribadi setiap bulan bayar Rp50 ribu,” terang Amir.

Keluhan juga datang dari pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut. Salah seorang pengendara motor asal Padalarang, Salsa (27), mengaku prihatin melihat kondisi sampah yang menumpuk di dekat fasilitas pemerintahan.

“Tadi saya melintas lewat jembatan, baunya menyengat pisan kang. Ganggu pemandangan juga, kurang elok karena dekat kantor desa apalagi kantor kecamatan,” kata Salsa.

Ia berharap dinas terkait segera turun tangan untuk mengatasi persoalan sampah tersebut agar tidak semakin mengganggu masyarakat dan pengguna jalan.

“Harapan saya segera diangkut. Dinas terkait harus cepat respons,” tandasnya.

Baca Juga:  Bertolak ke Bandung Barat, Raffi Ahmad Didampingi Jeje Salurkan Bantuan Rutilahu dan Modal Usaha

Terpisah, Kepala UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Imam Fauzi mengatakan, usai menerima laporan warga, pihaknya langsung mengirimkan petugas kelokasi .

“Rencananya hari ini petugas langsung ke lokasi untuk mengangkut tumpukan sampah,” jelasnya singkat.

Namun demikian, pihaknya belum menjelaskan secara detail terkait kendala lambatnya petugas dalam pengangkut sampah.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan
Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah
Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan
Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB
Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029
Kisah Gisel Menginspirasi, Siswi Tuna Rungu Tampil Memukau di Pelepasan SLB Ngamprah Raya
Kemenag KBB Pastikan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen Masih Aktif, Tak Ada SK Pemecatan
Polemik Guru MTs Citapen Diduga Dipecat Saat Cuti Hamil, DPRD KBB Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:04 WIB

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:45 WIB

Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:30 WIB

Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:33 WIB

Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:24 WIB

Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029

Berita Terbaru