No Viral No Justice? Sampah Menggunung di Ngamprah Bandung Barat Baru Diangkut Setelah Jadi Sorotan

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas UPT Kebersihan DLH KBB menarik tumpukan sampah pasca viral di Kampung Tanjakan Mama Utara, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Petugas UPT Kebersihan DLH KBB menarik tumpukan sampah pasca viral di Kampung Tanjakan Mama Utara, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Fenomena “No Viral No Justice” kembali menjadi sorotan publik setelah tumpukan sampah menggunung di Kampung Tanjakan Mama Utara, RT 02/RW 01, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), akhirnya ditangani usai ramai diperbincangkan, Selasa (12/5/2026).

Sebelumnya, tumpukan sampah di atas jembatan penyeberangan akses jalan yang menghubungkan Kantor Kecamatan Ngamprah dengan Kantor Bupati Bandung Barat itu dibiarkan hampir satu bulan tanpa penanganan maksimal.

Kondisi tersebut menimbulkan bau menyengat dan mengganggu aktivitas warga sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, hanya sekitar satu jam setelah kondisi kumuh tersebut menjadi sorotan, petugas kebersihan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengangkutan sampah.

Respons cepat itu memunculkan kesan di tengah masyarakat bahwa penanganan baru dilakukan setelah viral dan menjadi perhatian publik, bukan sebagai bagian dari pengelolaan rutin kebersihan lingkungan.

Warga mengeluhkan tumpukan sampah menggunung yang menimbulkan bau tidak sedap di Kampung Tanjakan Mamah Utara, RW02, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (12/5/2026). Foto: Abdul Kholilulloh
Warga mengeluhkan tumpukan sampah menggunung yang menimbulkan bau tidak sedap di Kampung Tanjakan Mamah Utara, RW02, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (12/5/2026). Foto: Abdul Kholilulloh

Ironisnya, lokasi tumpukan sampah berada tidak jauh dari Kantor Desa Sukatani serta berdekatan dengan area pelayanan publik lainnya.

Bahkan, lokasi tersebut juga berada di sekitar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan jarak sekitar 500 meter.

Baca Juga:  Sadis! Pria di Bandung Barat Diduga Aniaya Anak Kandung, Dalih Agar Istri Kembali

Warga menilai kondisi tersebut sangat mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan, terutama karena aroma menyengat dari sampah sudah berlangsung cukup lama.

“Baru viral langsung dibersihkan, padahal lokasi ini sering dilalui perangkat Desa Sukatani dan perangkat Kecamatan Ngamprah,” sindir Rahmat, Ketua RT setempat.

Menurut Rahmat, warga selama ini rutin membayar retribusi sampah setiap bulan. Karena itu, masyarakat mempertanyakan keterlambatan pengangkutan yang menyebabkan sampah menumpuk hingga mengganggu lingkungan sekitar.

Petugas UPT Kebersihan DLH KBB menarik tumpukan sampah pasca viral di Kampung Tanjakan Mama Utara, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)
Petugas UPT Kebersihan DLH KBB menarik tumpukan sampah pasca viral di Kampung Tanjakan Mama Utara, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

“Retribusi sampah warga lancar. Jadi warga bertanya-tanya, kenapa kondisi bisa sampai seperti itu? Ke mana perhatian terhadap kebersihan lingkungan selama ini,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Amir (50), warga sekitar yang menyebut kondisi sampah semakin parah akibat adanya pembuangan sampah ilegal dari luar wilayah.

“Kalau di sini sebenarnya sampah warga RW01 dari tiga RT, yaitu RT 1, RT 2, dan RT 3. Karena hampir sebulan tidak diangkut, jadi banyak warga luar ikut buang sampah ke sini,” kata Amir.

Ia menjelaskan, biasanya petugas UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat rutin mengangkut sampah setiap hari Rabu. Namun kali ini pengangkutan disebut terlambat hingga hampir satu bulan.

Baca Juga:  Waduh ! Setelah mendapatkan penganiayaan dari pacarnya, Rinoa Aurora tolak cabut perkara Leon Dozan

“Biasanya seminggu sekali diangkut setiap Rabu. Kalau terus dibiarkan, tumpukan sampah bisa makin panjang. Saya khawatir akses di sekitar lokasi nanti ditutup karena berada di area atas tol,” jelasnya.

Amir juga menegaskan bahwa warga tetap disiplin membayar retribusi kebersihan setiap bulan.

“Petugas biasanya menarik sampah dari atas dan ini titik terakhir pengumpulan. Warga rutin bayar, saya sendiri Rp50 ribu per bulan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPT Kebersihan DLH KBB, Imam Fauzi, mengatakan pihaknya langsung mengirimkan petugas setelah menerima laporan warga terkait tumpukan sampah tersebut.

“Sore hari ini petugas langsung ke lokasi untuk mengangkut tumpukan sampah,” ujar Imam saat dikonfirmasi.

Petugas UPT Kebersihan DLH KBB menarik tumpukan sampah pasca viral di Kampung Tanjakan Mama Utara, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)
Petugas UPT Kebersihan DLH KBB menarik tumpukan sampah pasca viral di Kampung Tanjakan Mama Utara, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

Meski demikian, pihak DLH belum memberikan penjelasan rinci terkait penyebab keterlambatan pengangkutan sampah yang terjadi hampir selama satu bulan.

Berdasarkan pantauan pewarta, pasca viral di media sosial dan pemberitaan, sekitar pukul 17.34 WIB menjelang waktu salat Magrib, UPT Kebersihan DLH KBB mengerahkan satu unit mobil pengangkut sampah beserta tiga petugas untuk membersihkan lokasi tersebut.

Baca Juga:  Nama Baik Dipulihkan Presiden Prabowo, Dua Guru Sulsel Tak Kuasa Menahan Haru



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CV Deannova dan PUTR KBB Disorot, Proyek Jalan H Gofur-Cibatu Dinilai Asal-asalan 
Tak Lagi Gunakan Rakit, Bupati Jeje Hadirkan Mobil Antar-Jemput untuk 16 Siswa SDN Budiharja KBB
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti 4-2
Stunting Bandung Barat Masih Tinggi, P4KBB Tawarkan Skema Kolaborasi Pentahelix
Timnas Indonesia Menang Telak 9-2 atas Bangladesh, Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Resmi Disepakati! DPRD KBB dan Bupati Tetapkan Arah R-APBD Perubahan 2026, Infrastruktur Digenjot
Reshuffle Kabinet Merah Putih ke-7! Prabowo Lantik 16 Pejabat, Bahlil Rangkap Dua Jabatan 
Belasan Siswa SDN Garuda Cisarua Tumbang Diduga Usai Makan MBG, SPPG Jambudipa 1 Jadi Sorotan 

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:47 WIB

CV Deannova dan PUTR KBB Disorot, Proyek Jalan H Gofur-Cibatu Dinilai Asal-asalan 

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Tak Lagi Gunakan Rakit, Bupati Jeje Hadirkan Mobil Antar-Jemput untuk 16 Siswa SDN Budiharja KBB

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti 4-2

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Stunting Bandung Barat Masih Tinggi, P4KBB Tawarkan Skema Kolaborasi Pentahelix

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Timnas Indonesia Menang Telak 9-2 atas Bangladesh, Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Berita Terbaru