Bandung Barat | SekitarKita.id,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan seorang siswa SD mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi jajanan bermerek Daya.
Kepala Dinas Kesehatan KBB, Hernawan Widjayanto mengatakan, kasus itu mencuat setelah seorang siswa SD Kartika, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong KBB dirujuk ke Puskesmas terdekat.
“Pada hari Selasa (27/2) kemarin sekitar pukul 09.45 WIB siswa SD berobat diperiksa di Puskesmas Parongpong, keluhannya muntah, sakit perut, hingga diare berat berujung demam,” kata Hernawan kepada wartawan, Rabu (28/02/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah ditelusuri, kata dia, bocah tersebut mengaku membeli lalu mengonsumsi jajanan bermerek Daya pada Jumat (23/2/2024) saat jam istirahat diarea linkungan sekolah.
“Nah pas hari itu juga, anak tersebut ngakunya sakit perut dan muntah-muntah. Terus besoknya mengalami diare sampai 6 kali sehari bolak-balik ke WC, lalu kemudian bocah itu dirujuk ke rumah sakit terdekat,” jelasnya.
Petugas kesehatan Puskesmas Parongpong kemudian melakukan penyelidikan epidemiologi lanjutan. Hasilnya diketahui ada beberapa siswa lain yang mengaku mengonsumsi jajanan dengan merek serupa.
“Tiga anak ini mengaku sehari sebelumnya mengonsumsi jajanan yang sama. Di tanggal 26 ada 11 orang yang makanan jajanan itu juga,” ujar Hernawan.
Kendati itu, sejauh ini, siswa SD yang mengonsumsi jajanan Daya itu belum ada yang mengalami gejala serupa siswa SD yang berobat ke Puskesmas Parongpong hari ini.
“Sejauh ini belum ada tanda atau gejala yang mengarah ke arah keracunan makanan seperti yang 1 orang tersebut,” ujar Hernawan.
Sementara itu, untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan pada seorang siswa di SD Kartika tersebut, pihaknya sudah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi.
“Setelah penyelidikan epidemiologi ke pasien yang terdampak, kemudian kami mengambil sampel makanan Daya untuk diuji laboratorium,” ujar Hernawan menandaskan.
Sebagai informasi, jajanan kemasan merek Daya berisi aci ditambah bumbu taburan cabe kering yang diperjualbelikan dilingkungan sekolah.







